PONTIANAK - Sosok Layardo Marisi Manik, atau yang akrab disapa Coach Layardo, membuktikan bahwa kecintaan terhadap dunia basket mampu melampaui batas profesi.
Meskipun ia merupakan seorang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan, Coach Layardo tetap berkomitmen mendampingi tim basket SMAN 2 Pontianak dalam ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2024 West Kalimantan.
“Saya lulus dari IPDN tahun 2017 setelah memulai pendidikan di sana pada 2013. Selain menjadi pelatih, pekerjaan utama saya adalah sebagai PNS. Tapi, basket sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak SMP,” ujar pelatih kelahiran 1993 ini.
Layardo mengungkapkan bahwa ia pertama kali mengenal basket saat mengisi waktu ekstrakurikuler di kelas IX SMP. Namun, ia baru serius menggeluti olahraga ini ketika bergabung dengan SMA Santu Petrus Pontianak, di mana pola latihan yang disiplin membangun fondasi kecintaannya pada basket.
Menariknya, Coach Layardo bukan alumni SMAN 2 Pontianak, melainkan bergabung sebagai pelatih karena hubungan dengan klub binaannya. Ia juga menggantikan adiknya, Coach Gagasan Manik, yang sebelumnya melatih di sekolah ini.
“SMAN 2 Pontianak adalah salah satu tim binaan klub saya. Anak-anak di sini memiliki semangat latihan yang tinggi dan disiplin, jadi saya tidak punya alasan untuk menolak menjadi pelatih mereka,” jelas pelatih bertinggi 175 sentimeter tersebut dengan penuh semangat.
Sejak mulai melatih pada Agustus 2024, Coach Layardo menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara pekerjaan utama dan jadwal latihan.
“Jam kerja yang padat membuat saya harus melatih di sore atau malam hari. Selain itu, fasilitas latihan yang terbatas juga sering menjadi kendala, sehingga kami harus meminjam fasilitas klub untuk menunjang latihan,” ungkapnya.
Sebagai alumni DBL Pontianak 2011, Coach Layardo merasa bahwa sistem baru yang diterapkan DBL Indonesia membawa dampak positif.
“Sekarang ada aturan minimal menit bermain dan sistem setengah kompetisi yang memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain untuk menunjukkan kemampuan di lapangan,” tambahnya.
Sayangnya, tim putra SMAN 2 Pontianak harus menelan kekalahan dalam dua laga di musim ini. Meskipun begitu, Coach Layardo tetap optimis dan berharap timnya dapat terus berkembang di masa depan.
“Harapan saya, SMAN 2 Pontianak dapat menjaga budaya basket di sekolah. Sebagai sekolah negeri, membangun budaya basket dari nol itu sulit. Namun, saya yakin dengan semangat dan kerja keras, SMAN 2 Pontianak dapat berprestasi di DBL musim mendatang,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 diselenggarakan di 31 kota dan 23 provinsi di seluruh Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada para pelajar terbaik untuk bersaing dan berkesempatan menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star melalui seleksi di DBL Camp. (*/r)
Editor : Miftahul Khair