Persipon saat melawan PS Kubu Raya di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Kamis (20/2) sore.
Suporter Kecewa Kepemimpinan Wasit
PONTIANAK POST - Persipon mesti merelakan berbagi poin setelah di pertandingan ketiganya melawan PS Kubu Raya di lanjutan Liga 4 bertempat di Stadion Sultan Syarif Abdurahman (SSA) Kamis (20/2) sore bermain imbang. Kepemimpinan wasit di partai tersebut justru menjadi perhatian para penonton.
Pantauan Pontianak Post, PS Kubu Raya langsung bermain menyerang ketika peluit babak pertama di tiup wasit. Ngototnya permainan Kubu Raya, karena di pertandingan pertama, mereka terpaksa takluk dari Gabsis Sambas 1-0. Sehingga pertandingan melawan Persipon menjadi sangat penting untuk mengejar ketertinggalan poin sekaligus menjaga asa lolos fase grup.
Meski demikian, skuad elang khatulistiwa asuhan Coach Syahril tak tinggal diam. Melalui skema permainan bola-bola pendek, determinasi permainan PS Kubu Raya pelan-pelan berhasil dimentahkan.
Bahkan melalui skema bola pendek inilah, di menit ke 20 gol mampu diciptakan oleh pemain gelandang serang Persipon. Tendangan dari jarak jauh itu, tak mampu ditepis oleh kipar PS Kubu Raya.
Unggul 1-0, pelan tapi pasti Persipon mampu menguasai jalannya pertandingan. Kerjasama antar lini, kemudian para pemain juga memainkan tempo permainan, membuat PS Kubu Raya yang memainkan kecepatan dan penyelesaian akurat justru mengikuti pola ritme permainan dari Persipon.
Jelang penghabis babak pertama, petaka justru muncul untuk tim Persipon. Putusan wasit yang memberatkan Persipon, kemudian sempat terjadi protes oleh pemain Persipon pada wasit justru membuahkan kartu merah untuk gelandang serang Persipon.
Di babak ke dua, Persipon terpaksa bermain dengan sepuluh orang pemain. Kesempatan ini tak disia-siakan PS Kubu Raya. Dengan unggul jumlah pemain, merekapun mengurung Persipon. Bahkan beberapa kali permainan hanya setengah lapangan di benteng pertahanan Persipon.
Jatuh bangun kipar Persipon mengamankan bola agar tak masuk ke gawang. Begitu pula dengan benteng pertahanan Persipon. Namun sesekali Persipon mendapatkan kesempatan melalui serangan balik. Namun karena faktor bermain dengan sepuluh pemain, alhasil serangan yang dibangun kembali gagal.
Pertandingan itu betul-betul menguras fisik pemain. Petaka pun muncul di menit ke 85. Ketika bola muntah tak jauh dari jala gawang Persipon langsung ditendang oleh pemain PS Kubu Raya. Halauan bek andalan Persipon Fauzi tak berhasil membuat bola tersebut menjauh ke arah gawang. Alhasil gol mendekati menit akhir pun diraih PS Kubu Raya. Skor 1-1 ini bertahan hingga peluit babak pertama ditiup wasit.
Dengan hasil ini Persipon berhasil mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan yang dijalani. Yaitu menang satu kali dan seri dua kali. Hasil ini juga menjaga asa Persipon untuk lolos di fase gugur.
Salah satu suporter Persipon menyayangkan kepemimpinan wasit di pertandingan ini. Sebab kartu yang dijatuhi untuk pemain Persipon tanpa dasar yang jelas. Wajar saja para pemain melakukan protes.
“Akibat kepemimpinan wasit, pastinya Persipon dirugikan di pertandingan ini. Kalau satu pemain itu tidak mendapat kartu merah, saya optimis Persipon akan menang dan mengunci peringkat pertama di fase grup dalam raihan jumlah poin,” ujarnya.(iza)