PONTIANAK POST - Tim dance SMA 10 Al-Azhar Pontianak sukses mencuri perhatian penonton pada hari keempat pergelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Kalimantan. Penampilan tersebut berlangsung pada Senin (26/1) di Tau Huat Hall (GOR PERBASI Pontianak) dan menjadi salah satu aksi paling berkesan sepanjang kompetisi.
Tampil ciamik dengan kostum bernuansa hitam dan merah, tim dance SMA 10 Al-Azhar menghadirkan koreografi penuh energi yang selaras dengan tema besar Azarine DBL Dance Competition, yakni “Shine Like a Star”. Kompetisi dance ini merupakan rangkaian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Kalimantan yang selalu dinanti karena kreativitas dan kualitas penampilan para peserta.
Melalui gerakan modern dance yang dinamis, dipadukan dengan ekspresi runway yang elegan dan penuh percaya diri, para dancer berhasil menghadirkan visual yang kuat dan emosional. Sorak sorai penonton pun menggema, membuktikan bahwa penampilan mereka benar-benar berhasil memukau.
Salah satu personel tim dance SMA 10 Al-Azhar Pontianak, Bhita, mengungkapkan konsep besar di balik penampilan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tema yang mereka angkat menceritakan perjalanan seorang wanita yang mengikuti kompetisi pencari bintang dengan mengandalkan bakat menari sebagai jalan menuju pengakuan.
“Tema ini menceritakan perjalanan wanita yang mengikuti kompetisi pencari bintang dengan menggunakan salah satu bakatnya yaitu tari modern agar layak menjadi sang bintang. Melalui gerakan dance yang dipadukan dengan ekspresi runway yang elegan, wanita ini bergerak dengan penuh percaya diri yang tak pernah runtuh,” ujar Bhita.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan konsep glam rock dalam kostum mereka bertujuan untuk menonjolkan kharisma dan aura bintang yang kuat. Bagi tim dance SMA 10 Al-Azhar, penampilan ini bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Dengan kostum glam rock yang menonjolkan kharisma dan aura bintang yang meledak-ledak, kami tidak hanya mengincar kemenangan, tetapi juga pengakuan bahwa tubuh kami adalah karya seni yang berdaya. Kami adalah definisi dari resiliensi modern wanita yang menyadari bahwa untuk menjadi bintang, mereka tidak boleh takut terbakar oleh ambisinya sendiri,” tutup Bhita. (sap)
Editor : Miftahul Khair