PONTIANAK POST - Perjalanan tim basket putri SMAN 1 Pontianak (Smansa) harus terhenti di babak semifinal Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Kalimantan. Langkah mereka dihentikan oleh tim putri SMA Santo Petrus Pontianak dalam laga yang digelar di Tau Huat Hall atau GOR Perbasi Pontianak, Kamis (29/1).
Pada awal kuarter pertama, putri Smansa tampil percaya diri. Mereka berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui pemain bernomor punggung 8, Aidyna Namira. Keunggulan dua poin di menit awal sempat meningkatkan kepercayaan diri skuad Smansa.
Namun, tim putri Santo Petrus dengan cepat merespons. Pemain bernomor punggung 11, Chelsea, sukses menyamakan kedudukan dan membawa timnya mendominasi jalannya pertandingan. Kuarter pertama pun ditutup dengan skor 30:7 untuk keunggulan putri Santo Petrus.
Memasuki kuarter kedua, putri Smansa mencoba mengejar ketertinggalan. Sayangnya, solidnya permainan putri Santo Petrus membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga kuarter kedua berakhir, Santo Petrus semakin menjauh dengan keunggulan 42:17.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Smansa berupaya bangkit. Namun, dominasi Santo Petrus terus berlanjut hingga akhir laga. Pertandingan pun berakhir dengan skor 72:35 untuk kemenangan putri Santo Petrus Pontianak.
Hasil ini mengantarkan putri Santo Petrus melaju ke babak final, menyusul tim putra Santo Petrus yang lebih dahulu memastikan tiket final usai mengalahkan putra SMA Pelita Cemerlang Pontianak dengan skor telak 115:29.
Meski gagal melaju ke final, pelatih tim putri Smansa, Jesslyn Devita Putri Wiguna, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, penampilan tim sudah cukup baik meskipun hasil akhir belum berpihak.
“Lumayan, di awal kita sudah bagus, sempat membuka poin duluan,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach Jesslyn.
Ia mengakui performa tim sempat mengalami naik turun, namun dibandingkan pertandingan sebelumnya, permainan kali ini dinilai lebih berkembang.
“Sudah cukup bagus, sempat bangkit lalu turun lagi,” lanjutnya. Coach Jesslyn berharap ke depan tim putri Smansa bisa tampil lebih konsisten dan mampu melangkah hingga babak final. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena timnya berhasil menembus semifinal.
Senada dengan sang pelatih, kapten tim basket putri Smansa, Sherin Aprilia, mengaku sedih atas kekalahan tersebut. Terlebih, laga ini menjadi musim terakhirnya bersama Smansa karena saat ini ia duduk di kelas XII.
“Pastinya sedih karena kami kalah di semifinal dan tidak masuk final,” ungkap Sherin.
Ia pun berpesan kepada adik-adik kelasnya agar tidak patah semangat dan terus berjuang lebih keras untuk musim mendatang.
“Untuk adik-adik harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan semoga di tahun depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (sap)
Editor : Miftahul Khair