PONTIANAK POST - Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kalimantan Barat (Asprov PSSI Kalbar), Suyanto Tanjung, merespons kritik yang disampaikan PSSI Kubu Raya terkait dugaan kurang profesionalnya kepemimpinan wasit pada laga final Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat antara PS Kubu Raya melawan Persiwah Mempawah, Minggu (8/2).
Tanjung menegaskan bahwa sebelum pertandingan final digelar, pihaknya telah mengambil langkah preventif dengan memanggil seluruh wasit yang bertugas. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan netralitas dalam memimpin pertandingan.
“Sehari sebelum final, saya sudah memanggil seluruh wasit dan menyampaikan agar menjaga integritas, memimpin dengan bermartabat, tidak boleh disogok oleh siapa pun, dan harus netral tanpa memihak tim mana pun,” ujarnya.
Ia bahkan menyampaikan kepada para wasit agar melaporkan jika ada upaya suap. “Kalau ada yang mencoba menyogok, ambil buktinya dan laporkan kepada saya. Saya pastikan akan saya tindaklanjuti,” kata anggota DPRD Kalbar asal dapil Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu ini.
Menurut Tanjung, atmosfer pertandingan final dengan euforia suporter dari kedua tim serta tekanan tinggi di lapangan dapat memengaruhi kinerja wasit. Ia menilai, jika terjadi kekeliruan dalam pengambilan keputusan, hal tersebut lebih mengarah pada faktor human error, bukan unsur kesengajaan.
“Dalam pertandingan dengan tekanan yang sangat tinggi, kita juga harus memaklumi jika wasit tidak bisa melihat seluruh jalannya pertandingan secara sempurna. Itu bisa saja kesalahan manusia, bukan disengaja,” jelasnya.
Namun demikian, Tanjung menegaskan bahwa Asprov PSSI Kalbar tidak menutup mata terhadap kritik yang disampaikan. Pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi dan evaluasi internal terhadap kepemimpinan wasit pada laga final tersebut.
Politisi senior Hanura Kalbar ini memastikan, apabila dari hasil evaluasi ditemukan adanya unsur kesengajaan yang merugikan salah satu tim, Asprov PSSI Kalbar akan memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Apapun kritik dan masukan yang disampaikan, kami akan lakukan evaluasi. Jika memang ada unsur kesengajaan yang merugikan tim lain, tentu akan kami proses sesuai aturan main,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memberikan komentar lebih jauh karena proses evaluasi masih berlangsung. “Kami belum berani berkomentar banyak. Mudah-mudahan kesalahan yang terjadi tidak disengaja,” pungkasnya.
Asprov PSSI Kalbar berharap seluruh pihak dapat menunggu hasil evaluasi resmi, sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai bahan perbaikan demi peningkatan kualitas kompetisi sepak bola di Kalimantan Barat ke depan. (den)
Editor : Miftahul Khair