PONTIANAK POST – Atlet panjat tebing asal Pontianak, Kalimantan Barat, Veddriq Leonardo, kembali bersiap memburu gelar dunia bersama Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia dalam World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, 10-12 Juli 2026.
Peraih medali emas Olimpiade 2024 tersebut menjadi salah satu andalan Indonesia pada nomor speed putra. Setelah menjalani rangkaian pertandingan di World Climbing Series Krakow, Polandia, Veddriq dan tim langsung bertolak ke Prancis untuk melanjutkan perjuangan di seri berikutnya.
Jadwal padat menjadi tantangan tersendiri bagi Veddriq. Tim speed Indonesia hanya memiliki waktu dua hari untuk pemulihan fisik sebelum kembali menjalani latihan dan persiapan menghadapi kompetisi.
Dua Hari Recovery Setelah Perjalanan Panjang dari Polandia
Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, mengatakan tujuh atlet speed Indonesia telah tiba lebih awal di Prancis setelah menyelesaikan pertandingan di Krakow.
"Jadi dua hari ini yaitu 7 dan 8 Juli, ketujuh atlet akan full rest," kata Fitriyani.
Ia menjelaskan, masa istirahat tersebut diperlukan untuk mengembalikan kondisi fisik atlet setelah menjalani pertandingan selama tiga hari di Polandia, kemudian langsung melakukan perjalanan menuju Prancis.
Perjalanan dari Krakow menuju Chamonix dilakukan melalui jalur udara dengan transit di Jenewa, Swiss. Kondisi tersebut membuat pemulihan menjadi bagian penting sebelum atlet kembali turun bertanding.
Membawa Nama Pontianak ke Level Dunia
Kehadiran Veddriq Leonardo dalam kompetisi internasional menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat. Atlet kelahiran Pontianak itu telah menjadi salah satu simbol keberhasilan pembinaan olahraga daerah menuju panggung dunia.
Prestasi Veddriq semakin mengukuhkan namanya setelah meraih emas Olimpiade Paris 2024 pada nomor speed putra. Capaian tersebut menjadikannya salah satu atlet panjat tebing tercepat dan paling diperhitungkan di dunia.
Kini, Veddriq kembali menghadapi tantangan baru untuk menjaga konsistensi prestasi di tengah persaingan ketat atlet-atlet speed dunia.
Veddriq Leonardo merupakan atlet panjat tebing nomor speed asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang berhasil menembus level tertinggi olahraga dunia. Lahir di Pontianak pada 11 Maret 1997, Veddriq tumbuh sebagai atlet yang dikenal memiliki kecepatan dan konsistensi tinggi dalam nomor panjat tebing cepat.
Perjalanan Veddriq menuju panggung internasional dibangun melalui berbagai kompetisi dunia. Ia mencatat prestasi penting di ajang Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), termasuk meraih gelar juara dunia seri Piala Dunia panjat tebing dan mencatatkan rekor dunia nomor speed putra sebelum tampil di Olimpiade Paris 2024.
Puncak karier Veddriq terjadi saat ia meraih medali emas nomor speed putra pada Olimpiade Paris 2024. Ia mencatat waktu 4,75 detik di babak final dan mengalahkan atlet China Wu Peng dengan selisih waktu 0,02 detik. Prestasi tersebut menjadikannya penyumbang emas pertama Indonesia pada Olimpiade Paris 2024 sekaligus mencatat sejarah sebagai peraih emas Olimpiade Indonesia dari cabang olahraga selain bulu tangkis.
Keberhasilan Veddriq Leonardo tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan olahraga panjat tebing Indonesia. Bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak sebagai daerah asalnya, perjalanan Veddriq menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing dan mengukir prestasi di panggung olahraga dunia.
Indonesia Turunkan Tujuh Atlet Speed di Chamonix
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 10 atlet untuk mengikuti World Climbing Series Chamonix 2026. Sebanyak tujuh atlet tampil pada disiplin speed, sedangkan tiga atlet memperkuat nomor lead.
Selain Veddriq Leonardo, sektor speed putra Indonesia diperkuat Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Sementara sektor putri diisi Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Pada nomor lead, Indonesia menurunkan Putra Tri Ramadani, Ravianto Ramadhan, serta Alma Ariella Tsany.
Menjaga Momentum Setelah Sukses di Krakow
Timnas panjat tebing Indonesia datang ke Chamonix dengan modal positif dari seri Krakow. Dalam kompetisi tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang empat medali, yakni satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi penyumbang medali terbanyak setelah meraih emas nomor individu putri, perak estafet campuran bersama Antasyafi Robby Al Hilmi, serta perunggu estafet putri bersama Raji'ah Sallsabillah.
Raharjati Nursamsa juga menyumbangkan medali perunggu melalui nomor individu putra.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga tren positif di ajang panjat tebing internasional.
Target Veddriq: Konsisten di Papan Atas Dunia
World Climbing Series Chamonix 2026 menjadi kesempatan bagi Veddriq Leonardo untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya. Sebagai atlet elite dunia, ia dituntut menjaga kecepatan, teknik, dan kondisi mental dalam setiap pertandingan.
Bagi masyarakat Pontianak, kiprah Veddriq bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga dan mengejar prestasi di tingkat internasional. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro