Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Atlet Asal Pontianak Veddriq Leonardo Raih Emas, Indonesia Kuasai Final World Climbing Series Chamonix 2026

Uray Ronald • Minggu, 12 Juli 2026 | 05:34 WIB

 

Veddriq Leonardo. (Antara)
Veddriq Leonardo. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Indonesia memastikan dominasi di nomor speed putra World Climbing Series Chamonix 2026 setelah Veddriq Leonardo meraih medali emas dan Antasyafi Robby Al Hilmi merebut medali perak pada final yang berlangsung di Chamonix, Prancis, Minggu (12/7).

Atlet asal Pontianak, Veddriq Leonardo keluar sebagai juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dengan catatan waktu 4,89 detik. Hasil tersebut memastikan Indonesia menguasai dua posisi teratas podium pada seri bergengsi panjat tebing dunia tersebut.

Final Sesama Atlet Indonesia Berakhir dengan Emas untuk Veddriq

Partai puncak mempertemukan dua atlet Indonesia yang sama-sama tampil konsisten sejak babak kualifikasi. Veddriq tampil lebih cepat untuk mengamankan medali emas, sedangkan Antasyafi menyelesaikan lintasan dalam waktu 5,11 detik dan membawa pulang medali perak.

Keberhasilan kedua atlet tersebut menegaskan kekuatan Indonesia di nomor speed putra pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026.

Sementara itu, medali perunggu diraih atlet Jepang, Ryo Omasa. Ia memenangkan perebutan tempat ketiga dengan catatan waktu 4,701 detik.

Baca Juga: Kebanggaan Pontianak Veddriq Leonardo Kembali Berburu Gelar Dunia pada Ajang World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis

"Saya merasa luar biasa. Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu yang lama untuk meraihnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, pencapaian ini sangat berarti bagi saya," kata Veddriq Leonardo usai pertandingan, dikutip dari laman World Climbing.

Veddriq Ungkap Perjuangan Bangkit dari Cedera

Keberhasilan tersebut memiliki makna tersendiri bagi Veddriq Leonardo. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu mengaku masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera yang membatasi intensitas latihannya.

Meski belum dapat berlatih secara maksimal, Veddriq mampu menunjukkan performa terbaik hingga kembali naik podium tertinggi.

"Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum bisa berlatih secara maksimal. Saya sudah memberikan yang terbaik dan menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa," katanya.

"Saya hampir tidak menyentuh dinding saat latihan, lalu langsung bertanding di Madrid, Krakow, dan sekarang di Chamonix. Saya benar-benar bersyukur atas hasil ini."

Pernyataan tersebut menggambarkan perjuangan seorang atlet untuk kembali bersaing di level dunia setelah melewati masa pemulihan cedera.

Kemenangan di Chamonix menjadi pencapaian penting sekaligus menandai kembalinya Veddriq ke podium juara sejak meraih emas Olimpiade.

Baca Juga: Veddriq Leonardo Pimpin Misi Timnas Panjat Tebing Indonesia Rebut Emas di Krakow 2026

Antasyafi Tampil Konsisten Hingga Final

Meski gagal menjadi juara, Antasyafi Robby Al Hilmi menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi. Ia mampu menjaga konsistensi sejak babak kualifikasi hingga memastikan tempat di final bersama Veddriq.

Raihan medali perak tersebut memperlihatkan kedalaman skuad speed putra Indonesia di level internasional sekaligus memperkuat dominasi Merah Putih pada seri Chamonix.

Hasil Akhir Speed Putra World Climbing Series Chamonix 2026

  1. Veddriq Leonardo (Indonesia) – 4,89 detik

  2. Antasyafi Robby Al Hilmi (Indonesia) – 5,11 detik

  3. Ryo Omasa (Jepang) – 4,701 detik

Baca Juga: Veddriq Leonardo dan Desak Rita Pimpin Indonesia di World Climbing Series Madrid 2026, Bidik Kebangkitan di Panggung Dunia

Dominasi Indonesia Berlanjut di Nomor Speed

Hasil di Chamonix memperlihatkan Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama dunia di nomor speed putra.

Final sesama atlet Merah Putih sekaligus menjadi bukti keberhasilan regenerasi dan konsistensi prestasi panjat tebing Indonesia di panggung internasional.

Keberhasilan ini menambah daftar prestasi Indonesia sepanjang World Climbing Series 2026. Pada seri sebelumnya di Krakow, Indonesia membukukan empat medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu.

Medali emas diraih Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri, sementara capaian di Chamonix menambah koleksi Indonesia dengan satu emas dan satu perak dari nomor speed putra melalui Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilmi.

Dengan demikian, hingga berakhirnya seri Chamonix, Indonesia telah mengoleksi sedikitnya enam medali pada World Climbing Series 2026, yakni dua emas, dua perak, dan dua perunggu.*

Editor : Uray Ronald
Panjat Tebing Indonesia World Climbing Series Chamonix 2026 Antasyafi Robby Al Hilmi hasil speed putra Veddriq Leonardo