PONTIANAK POST - Gelaran bulu tangkis tingkat internasional, Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, yang berlangsung di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat pada 1–6 September 2026 terus menyedot perhatian publik. Memasuki hari ketiga pelaksanaan yang menyajikan partai babak 16 besar pada Kamis (3/9), antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menyampaikan bahwa jalannya turnamen sejauh ini menunjukkan respons yang sangat positif. Selain kualifikasi peserta yang lebih berkualitas karena berstatus Super 100, penjualan tiket pun meningkat signifikan jika dibandingkan dengan gelaran Polytron Pontianak International Challenge 2026 sebelumnya.
"Penjualan tiket sangat baik dan jauh lebih bagus dari International Challenge. Karena ini levelnya Super 100, kualitas pesertanya tentu jauh lebih baik dan persaingannya makin ketat bagi wakil tuan rumah," ujar Yuni saat ditemui di lokasi pertandingan, Kamis (3/9).
Baca Juga: Ganda Campuran Indonesia Rehan/Melati Jaga Asa di Polytron Masters 100
Tinggi daya tarik ajang ini dibuktikan dengan habisnya tiket penerimaan untuk laga hari Jumat, Sabtu, dan Minggu melalui penjualan daring sejak pekan lalu. Meski tiket online telah terjual habis, pihak panitia tetap membuka tiket box secara terbatas di lokasi.
Guna menampung tingginya animo masyarakat Pontianak yang ingin menyaksikan aksi para pebulu tangkis dunia secara langsung, panitia menyiasati kapasitas tribun dengan menambah fasilitas on-court seating (tempat duduk di pinggir lapangan) khusus pada hari Minggu mendatang.
"Di hari Minggu, kami akan menambah tempat duduk di dalam lapangan untuk sponsor, PBSI, dan Pengprov PBSI Kalbar. Tujuannya agar jatah tempat duduk mereka tidak mengambil area tribun, sehingga kapasitas tribun bisa kita jual lebih banyak lagi untuk masyarakat," jelasnya.
Dari segi prestasi, Yuni menyoroti tajamnya persaingan di atas lapangan. Banyaknya pemain muda Indonesia yang gugur di fase awal menjadi bahan evaluasi bersama. Kendati demikian, sejumlah wakil Merah Putih berhasil mengamankan tempat di babak perempat final. Harapan untuk melaju hingga ke partai puncak kini bertumpu pada deretan pemain berpengalaman seperti Apriyani Rahayu, Dejan Ferdinansyah, Bagas Maulana, hingga Indah Cahya Sari Jamil.
Baca Juga: Dejan/Apriyani Tumbangkan Wakil Malaysia, Amankan Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026
Yuni menegaskan, ajang BWF Tour Super 100 sengaja dihadirkan di dalam negeri untuk memberi panggung bertanding bagi para atlet muda tanpa terkendala masalah peringkat maupun biaya penerbangan luar negeri.
"Turnamen Super 100 ini diposisikan sebagai wadah belajar bagi para pemain muda. Mereka bisa mengukur sejauh mana perkembangan diri dan peta persaingan dengan pemain luar negeri. Karena ini merupakan turnamen Super 100 pertama di tahun 2026, ajang ini membawa dampak besar dari sisi penyelenggaraan, prestasi, hingga bahan evaluasi bagi tim pelatih ke depannya," katanya. (iza)
Editor : Miftahul Khair