Pantang Menyerah, Dejan/Apriyani Bangkit dan Lolos Semifinal Indonesia Masters 2026 di Pontianak

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 10:17 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu.
Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu.

PONTIANAK POST - Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu memastikan tiket semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Bertemu sesama wakil Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Warnanda, pada babak perempat final di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Jumat (4/9),  Dejan/Apriyani mampu membalikkan kemenangan melalui perjuangan tiga set. 

Namun, pasangan tersebut mampu bangkit dan membalikkan keadaan. Dejan/Apriyani akhirnya mengunci kemenangan setelah melewati pertarungan tiga set dengan skor 13-21, 21-17 dan 21-18.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang langkah Dejan/Apriyani pada turnamen BWF World Tour Super 100 yang digelar di Kota Pontianak.

Baca Juga: Sukses Jadi Tuan Rumah Event Bulu Tangkis Dunia, Wako Pontianak: Jadi Motivasi Atlet Lokal

Bagi Dejan, kemenangan tersebut terasa istimewa. Bukan hanya karena berhasil melewati pertandingan ketat, tetapi juga karena ia merasa harus berhadapan dengan kondisi dirinya sendiri.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menang lagi. Buat saya, ini cukup terharu juga karena dari kemenangan ini secara pribadi saya merasa melawan diri saya sendiri,” ujarnya. 

Dejan mengakui kondisi fisik dirinya dan Apriyani tidak berada dalam kondisi terbaik. Keduanya bahkan disebut sudah tidak 100 persen fit ketika menjalani pertandingan perempat final.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat mereka menyerah. Dejan dan Apriyani terus berusaha memberikan permainan terbaik hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal pada gim pertama.

Baca Juga: Merajut Keharmonisan Lewat Olahraga: Jalan Sehat Warga Segedong Wujudkan Semangat Cinta Tanah Air

“Saya rasa kondisi saya dan Kak Apri juga sudah tidak 100 persen fit. Mungkin dari kondisi, tapi dari tadi main kita cuma terus berusaha. Kita berusaha untuk menampilkan yang terbaik,” katanya.

Dejan menilai tantangan terbesar justru bukan menghadapi Verrell/Bernadine, melainkan bagaimana dirinya mampu melawan rasa lelah dan kondisi fisik yang tidak maksimal.

“Mungkin melawan diri sendiri sih, itu yang paling susah. Makanya yang paling mengharukan hari ini, saya melawan diri sendiri untuk bisa menang di match ini,” tuturnya.

Ia pun mengakui performanya tidak seperti biasanya. Namun, keberhasilan melewati pertandingan tersebut tetap memberikan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin performa saya rasa juga tidak seperti biasanya, tapi ada kebanggaan untuk diri saya sendiri,” ucap Dejan.

Sementara itu, Apriyani mengatakan pertandingan menghadapi rekan senegara memiliki tantangan tersendiri. Bukan karena kualitas permainan yang berbeda jauh, tetapi lantaran kedua pasangan sudah sangat mengenal pola permainan masing-masing.

Apriyani menyebut Verrell/Bernadine merupakan pasangan yang setiap hari bisa mereka temui dalam sesi latihan. Karena itu, karakter permainan lawan sudah cukup diketahui.

“Sebenarnya tidak ada yang sulit, tidak ada yang gampang. Semuanya memang sudah di levelnya masing-masing, semuanya rata,” kata Apriyani.

Menurutnya, menghadapi sesama pemain Indonesia juga berbeda dengan bertemu lawan dari negara lain. Jika menghadapi pemain lain, mereka biasanya melakukan evaluasi berdasarkan rekaman pertandingan.

Namun, melawan rekan sendiri, mereka sudah memiliki gambaran lebih lengkap karena sering bertemu di lapangan latihan.

“Kalau sama teman sendiri kan kita sudah tahu. Setiap hari kita latihan, setiap hari kita lawan juga, jadi kurang lebihnya kami tahu,” ujarnya.

Dejan menilai tidak ada perubahan besar dari sisi strategi dalam pertandingan kali ini. Perbedaan paling terasa justru terletak pada kondisi fisik kedua pasangan.

Verrell/Bernadine memiliki waktu istirahat lebih panjang karena sehari sebelumnya tidak bertanding. Sementara Dejan/Apriyani harus melewati pertandingan ketat pada babak sebelumnya yang cukup menguras tenaga.

“Satu hari kemarin mereka tidak main, itu lumayan untuk istirahat. Dan kita juga, kemarin match-nya cukup ketat, jadi menguras tenaga dan juga menguras fisik,” jelas Dejan.

Kondisi tersebut membuat Verrell/Bernadine dinilai memiliki keuntungan dari sisi stamina sejak awal pertandingan.

“Jadi, mereka unggul secara stamina dibanding kita dari awal. Itu yang membedakan mungkin,” tambahnya.

Meski demikian, Dejan/Apriyani mampu menjaga fokus dan bangkit setelah kehilangan gim pertama. Dua gim berikutnya berhasil mereka amankan untuk memastikan kemenangan sekaligus tiket ke semifinal.

Bagi pasangan ini, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kondisi fisik yang tidak sempurna bukan alasan untuk berhenti berjuang. Mereka kini tinggal selangkah lagi menuju partai puncak Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.(iza)

Editor : Hanif
bulu tangkis Indonesia Indonesia Masters 2026 Badminton Pontianak Dejan Ferdinansyah Apriyani Rahayu