Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Guru sebagai Aktivator: Memberi Umpan Balik 

Salman Busrah • Minggu, 24 November 2019 | 14:19 WIB
Photo
Photo
Leo Sutrisno

Prof John Hattie, 2009, memeta-analysis 1276 penelitiaan tentang pengaruh pemberian umpan balik pada hasil belajar. Ditemukan Effect size rerata sebesar 0.72. Hilai sebesar ini (0.72) merujuk pemberian umpan balik pada posisi ke-8 di antara 138 faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar.

Disebutkan juga bahwa guru yang menggunakan strategi umpan balik berarti guru yang bersangkutan berfungsi sebagai aktivator. Secara keseluruhan, bersama-sama dengan strategi lain yang menempatkan guru sebagai aktivator mempunyai Effect Size rerata yang sangat jauh lebih besar dibandingkan jika mereka berfungsi sebagai fasilitator sebagaimana yang dianjurkan dewasa ini (0.60 vs 0.17).

Apa yang mesti dilakukan guru sebagai aktivator dalam memberi umpan balik?

Dalam laman TeachThought, 14 Oktober 2019, Laura Reynold menunjukkan 20 hal yang dapat dilakukan untuk membuat umpan balik menjadi efektif. Berikut disarikan beberapa di antaranya yang cukup esensial.

1. Umpan balik, secara alamiah, berfungsi mendidik
Memberikan umpan balik berarti memberi murid suatu penjelasan tentang apa yang dikerjakan betul dan apa yang keliru. Umpan balik lebih baik difokuskan apa yang dapat dikerjakan murid. Akan lebih produktif jika ditunjukkan pekerjaan mana yang akurat dan mana yang tidak akurat. Gunakan umpan balik model ‘sandwich’, yaitu: memberi pujian, menunjukkan yang betul, memberi pujian.

2. Umpan balik diberikan tepat waktu
Umpan balik yang diberikan langsung setelah mereka mengerjakan lebih bernilai positif ketimbang yang ditunda beberapa waktu kemudian. Sebaliknya, jika ditunda-tunda umpan balik yang diberikan akan kehilangan momentumnya.

3. Umpan balik diberikan secara individual
Guru mesti mempertibangkan para murid secara. Kelas kita dipenuhi oleh beragam murid. Beberapa murid, perlu di-‘ungkit’ agar meningkat. Sebagian lain perlu ditangani dengan hati-hati agar mau belajar dan sebagainya. Menjaga keseimbangan antara tidah melukai perasaannya dan memberi dorongan agar mau belajar lebih giat sungguh esensial.

4. Umpan balik diberika melalui panduan empat pertanyaan
Dalam referensi stadar tentang pembelajaran yang efektif disebutkan bahwa setiap murid ingin tahu posisinya tentang pekerjaannya. Berusaha menjawab ke-empat pertanyaan berikut dapat dengan tepat menunjukkan keinginan murid itu.
• Apa yang dapat dikerjakan?
• Apa yang tidak dapat dikerjakan?
• Jika dibandingkan denngan pekerjaan kawan-kawan, pekerjaan yang bersangkuta seperti apa?
• Bagaiman cara mengarahkan agar dapat bekerja llebih baik?

5. Umpan balik mesti merujuk pada ketrampilan atau pengetahuan yang spesifik.
Dengan ini, rubrik menjadi sesuatu yang penting. Karena, rubrik merupakan sebuah alat untuk mengkomunikasikan tentang yang diharapkan dari suatu tugas tertentu. Rubrik yang menyediakan informasi yang jelas tentang kinerjanya dibandingkan dengan yang standar menjadi penting.

6. Umpan balik membuat murid capaian murid selalu ‘on track’.
Yang dapat dilakukan untuk menjaga ‘on track’ capaian mereka adalah memeriksa pekerjaannya secara rutin. Ke-empat pertanyaan (pada No 4) dapat digunakan di sini.

7. Lakukan pertemuan ‘mepat mata’ dengan setiap siswa
Menyediakan waktu untuk pertemuan ‘empat mata’ dengan setiap murid merupakan salah satu cara yang efektif dalam memberikan umpan balik. Dng cara ini, mereka lebih menaruh perhatian kepada umpan balik yang diterima dan ada kesematan untuk bertanya atau klarifikasi. Petermuan semacam ini dapat dilakukan di kala murid yang lain mengejakan tugas mandiri, misalnya.

Salah satu hal yang jarang kita lakukan, tetapi mesti kita lakukan adalah menunujkkan cara memnggunakan umpan balik itu untuk meningkatkan kinerja para murid. Akan jauh lebih bermanfaat jika murid dapat menggunakan umpan balik yang mereka terima. Karena itu, upan balik memang tidak boleh dilakukan serampangan, ‘pukul rata’.

Semoga! Editor : Salman Busrah
#Leo Sutrisno