Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Valentine’s Day Prahara Atas Nama Cinta dan Kasih Sayang?

Misbahul Munir S • Senin, 13 Februari 2023 | 11:32 WIB
OLEH : Herlin
OLEH : Herlin
CINTA adalah fitrah anak manusia. Mencintai dan dicintai adalah tabiat dasar dalam kehidupannya. Sebagai agama yang paripurna, Islam tidak mungkin melarangnya, sebagaimana juga tidak mungkin membiarkannya terumbar bebas tanpa kendali. Di sinilah peran syariat agama yang sangat penting. Islam mengatur bagaimana seseorang harus mencintai dan dicintai.

Cinta bisa menjadi sesuatu yang sangat agung, juga bisa menjadi sesuatu yang sangat hina. Alangkah agungnya cinta bila terikat dengan cinta pada Allah dan Rosul-Nya. Dengan cintanya pada Allah, Bilal Bin Rabah mampu menahan pedihnya siksaan di tengah teriknya mentari di atas padang pasir. Dengan cinta pada surga, Handholah meninggalkan malam pertamanya untuk menyongsong kematian berlabel syahid dalam perperangan. Cinta semacam inilah yang akan mengantarkan seseorang untuk mencapai kebahagiaan yang kekal dan hakiki.

Namun, jika cinta dan kasih sayang berbalur syahwat dan nafsu setan, niscaya prahara dan kehancuran adalah akibat yang akan diterima. Atas nama cinta dan kasih sayang, terkadang ada yang berani meninggalkan kewajiban. Pandangan haram, sentuhan haram bahkan zina harus diterjang dengan mengatasnamakan cinta. Cinta akhir-akhir ini banyak melanda kalangan muda kita. Bila tiba Hari Valentine, seakan mereka kompak untuk menyambut dan merayakannya.

Tanpa mereka sadari bahwa dalam perayaan Hari Valentine itu terdapat banyak pelanggaran rambu-rambu agama. Pada hari tersebut, terdapat pergaulan bebas yang tak mengenal istilah mahrom atau bukan mahrom, terdapat zina mata, zina telinga, zina tangan, zina kaki bahkan sampai zina farji. Mereka menghambur-hamburkan uang pada sesuatu yang tidak ada manfaatnya, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang telah Allah anugerahkan kepada mereka.

Memang, tidak dipungkiri bahwa Islam adalah agama yang memerintahkan agar umatnya senantiasa berkasih sayang. Tapi kasih sayang dalam Islam ialah kasih sayang yang mulia, tulus dan tak kenal pamrih, penuh aturan, adab dan tata krama sesuai syariat yang agung. Bandingkan dengan kenyataan kaum yang menebar kasih sayang di Hari Valentine.

Rosulullah SAW bersabda: “Telah ditetapkan atas anak adam (manusia) bagiannya dari zina. Ia pasti mendapatinya, tak ada celah untuk menghindar darinya. Kedua mata berzina, zinanya adalah pandangan. Dan kedua telinga pun berzina, zinanya adalah mendengar. Dan lisan zinanya adalah pembicaraan, dan tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah melangkah dan hati zinanya adalah bernafsu dan berhasrat dan kemaluan yang akan menetapkan atau mendustakannya. (HR. Muslim). Lalu dosa apa saja yang bertebaran kala Hari Valentine tiba?

Pertama: Dosa zina pandangan mata. Jujur, rasanya tak satu pun dari berbagai bentuk zina di atas yang tidak dilakukan oleh mereka yang menebar kasih sayang di Hari Valentine. Mereka berlezat-lezat memandangi orang yang dicintai, padahal ini diharamkan kecuali bagi pasangan yang sah suami istri.

Allah SWT berfirman dalam surah An Nur: 30-31: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman supaya mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. An Nur: 30-31)

Kedua: Dosa zina lisan dan pendengaran. Pada Hari Valentine, kita lihat para pemuda kita saling mengucapkan dan mendengarkan ucapan cinta dengan suara dan pembicaraan yang menggoda dan memperdaya, baik itu melalui tulisan, ponsel maupun secara langsung. Padahal ini hanya layak dilakukan oleh pasangan yang sah suami istri.

Ketiga: Dosa zina tangan dan kaki. Begitu juga kita saksikan bahwa pada Hari Valentine tersebut, para pemuda kita saling berpegangan, bersentuhan dan tentu saja dengan disertai langkah kaki. Jauh-jauh hari Rosulullah SAW bersabda; “Sungguh, ditikamnya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya”.(HR. Thabrani dan dishohihkan oleh al Albani).

Ke empat: Dosa pergaulan bebas tanpa batas. Laki-laki dan perempuan berbaur tanpa batasan, berpasang-pasangan, bersepi-sepi, sembunyi dari pandangan manusia untuk bermaksiat kepada Allah. Rosulullah bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan (yang bukan istrinya) melainkan yang ketiganya adalah setan”.(HR. Tismidzi dan dishohihkan syaikh al Albani).

Ke lima: Dosa zina dengan terang-terangan. Di Hari Valentine, bentuk-bentuk perzinaan seperti di atas, terpampang nyata di depan mata, tanpa ditutupi, bahkan diekspose oleh media. Rosulullah bersabda:

“Setiap umatku dimaafkan (kesalahannya), kecuali orang yang terang-terangan (melakukan kemaksiatan). Dan sesungguhnya termasuk berterang-terangan ialah tatkala seseorang melakukan kemaksiatan di waktu malam, kemudian di pagi harinya (padahal Allah telah menutup rahasianya) dia mengatakan: ”Wahai fulan, sunggguh aku tadi malam telah berbuat begini dan begitu”, padahal dia telah bermalam dan ditutupi rahasianya oleh Robbnya namun kemudian dia singkap tutup Allah itu darinya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ke enam: Dosa mendekati dan berbuat zina kemaluan. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. 17:32) Terakhir, tak jarang perayaan Hari Valentine kemudian berakhir dengan zina kemaluan. Marilah kita bermohon kepada Allah agar generasi muda Islam kita diberikan petunjuk ke jalan yang benar dan dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan di atas. Aamiin.

Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kota Singkawang Editor : Misbahul Munir S
#Nama Cinta #kasih sayang #valentine day #cinta #Valentine’s Day Prahara