Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kegembiraan di Bulan Penuh Berkah

A'an • Minggu, 24 Maret 2024 | 13:53 WIB
Dr. Fauziah, M.Pd
Dr. Fauziah, M.Pd

Oleh: Dr. Fauziah, M.Pd

SUASANA Ramadan begitu terasa. Sejak sebelum bulan ini tiba, umat muslim sudah berlomba-lomba menyiapkan peralatan salat. Resep makanan untuk berbuka juga mulai dipelajari. Sebagian masyarakat menyatakan, “Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah”. Hal ini sesuai dengan hadits nabi, “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad).

Berkah artinya adalah ziyadatul khair; bertambahnya kebaikan. Di bulan Ramadan, banyak kebaikan yang bertambah. Banyak kebaikan yang meningkat. Jika kita menyambutnya dengan gembira, itu sebagai tanda bahwa kita bersyukur dan menunjukkan harapan untuk meningkatkan ibadah kita dari tahun sebelumnya.

Rasulullah juga telah mengabarkan berbagai kegembiraan untuk kaum muslimin dengan rangkaian ibadah sunnah di Bulan Sya’ban sebelum memasuki Ramadan. Kegembiraan kaum muslimin lebih jelas tergambarkan sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Adakah pengaruh kegembiraan itu terhadap kepribadian umat Islam? Sebuah penelitian terbaru dari Malaysia mengungkapkan bahwa ada kegembiraan di Bulan Ramadan yang merupakan efek ikutan dari kebiasaan puasa sunnah di Bulan Sya’ban.

Penelitian itu dilakukan oleh Hassan dan timnya tentang efek puasa Sya’ban dan kepribadian di Bulan Ramadan. Hasil penelitian juga menemukan bahwa ketika seseorang berpuasa Sya’ban akan meningkatkan kepribadian positifnya di awal Ramadan yaitu dari nilai 0,36 menjadi 0,40.”

(Hassan dkk, 2022, The Effects of Fasting in The Month of Sya’ban on Good Behavior and Character Building Prior to Ramadan, International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(9), 183 – 197).

Sebuah riset Malaysia dan Amerika Serikat juga mengungkapkan fakta ini. Melalui pendekatan medis, psikologis, dan fisiologis, (Mastor dkk, 2019, Fasting Effects on Emotion Changes-A Multi-Level Analyses, International Summit on Science Technology and Humanity: halaman 200-208) Mastor dan timnya meneliti tentang kegembiraan yang dialami oleh mahasiswa muslim di awal Ramadan.

Penelitian itu membandingkan antara mahasiswa yang muslim dan berpuasa dengan mahasiswa nonmuslim yang tidak berpuasa. Hasilnya, pada mahasiswa muslim yang berpuasa, terdapat berbagai efek positif yang mendukung kebaikan emosi pada Bulan Ramadan. Penelitian unik lainnya yang mengungkapkan kebahagiaan selama Ramadan berasal dari Turki. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa setiap minggu di bulan Ramadan terjadi peningkatan kegembiraan dan kebahagiaan sampai pada minggu terakhir Ramadan.

Hasil pengamatan penulis, pada bulan Ramadan di Kota Pontianak, keberkahan dan kegembiraan dirasakan seluruh masyarakat muslim dan nonmuslim. Terjadi peningkatan yang sangat besar dari perdagangan makanan pokok, sayuran, buah-buahan, kuliner makanan/kue/minuman serta pakaian dan rumah makan.

Mereka merasakan berkah yang luar biasa. Pasar tidak pernah sepi pengunjung. Kreativitas masyarakat untuk membuat dan menjajakan makanannya meningkat tajam sampai di akhir Ramadan, yakni  masuk di bulan Idul Fitri (Syawal). Kegembiraan dan kebahagiaan dirasakan kaum muslim ketika mereka dapat melaksanakn puasa selama satu bulan. Demikian dikemukakan masyarakat yang  menjalankan ibadah Puasa Ramadan.

Kegembiraan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap baiknya kepribadian dan kesehatan fisik maupun mental kaum muslimin, Mereka yang dapat menyelesaikan puasanya sebulan penuh dengan wajah serah dan rasa syukur, kegembiraan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap baiknya kepribadian dan kesehatan fisik maupun mental kaum muslimin.

Pada bulan puasa, seorang muslim berkesempatan melakukan kebaikan dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi.

Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam hadits: “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan-syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

*Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak

 

 

Editor : A'an
#bulan suci ramadan #penuh berkah #ramadan #pontianak