Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peran Ayah: Beyond Just a Provider

A'an • Selasa, 2 Juli 2024 | 12:17 WIB
Septiyah Wahyuni
Septiyah Wahyuni

Oleh: Septiyah Wahyuni

AYAH adalah sosok seseorang yang memiliki peranan penting di dalam sebuah keluarga. Tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pilar dalam pembentukkan karakter sorang anak.

Sosok ayah kerap kali dikatakan sebagai Role model yang selalu di bangga-banggakan oleh kebanyakan anak. Sebuah fakta menyedihkan bahwa Indonesia masuk dalam urutan ketiga negara "Fatherless" di dunia.

Psikolog asal Amerika, Edward Elmer Smith, menyatakan bahwa istilah "fatherless country" merujuk pada negara di mana banyak individu dalam masyarakatnya cenderung tidak merasakan kehadiran dan peran seorang ayah dalam kehidupan anak-anak mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Hal ini tentu mempengaruhi bagaimana seorang anak itu tumbuh dan berkembang di keluarganya.
 
Ketiadaan seorang ayah didalam sebuah keluarga bukanlah hal yang bisa di anggap enteng. Seorang ayah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter seorang anak, sebagai contoh atau teladan yang baik, serta memberikan dukungan secara emosional yang memang dibutuhkan sang anak.

Pada umumnya di dalam sebuah keluarga, ayah memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh ibu, begitu pun sebaliknya. Karena seorang anak pasti membutuhkan sosok keduanya untuk mendampingi dan melindungi disetiap proses pertumbuhan mereka.

Anak - anak yang tumbuh dan berkembang tanpa figur seorang ayah sering kali mengalami kesepian dalam ruang lingkup kehidupannya. Rasa ketidak percayaan diri merekapun cenderung terlihat lebih rendah karena tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang oleh sosok seorang ayah tadi.
 
Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat menghambat perkembangan sosial seorang anak, membuat mereka kesulitan dalam hubungan interpersonal, dan masalah dalam penyesuaian sosial. Fenomena fatherless ini memiliki dampak dengan waktu jangka panjang hingga seorang anak tumbuh dewasa.

Terkhusus pada anak perempuan, kebanyakan dari mereka mengalami trauma dalam mencari pasangan hidupnya, akan ada rasa takut dimana mereka berpikir bahwa semua laki-laki nanti akan sama dengan ayah mereka.

Dampak yang ditimbulkan dari ketidakhadiran seorang ayah sangatlah besar. Perlu dukungan dari pihak lain seperti ibu dan anggota keluarga lainnya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh sosok ayah di dalam keluarga. Selain itu, dukungan dari teman juga dirasa sangat berharga bagi seorang anak.

Hari keluarga nasional merupakan suatu momen yang tepat untuk saling menghargai dan mendukung setiap anggota keluarga yang sedang bejuang tanpa kehadiran sosok ayah dalam hidup mereka.

Memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal kepada mereka agar tetap semangat untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, mari kita berikan perhatian lebih kepada anak-anak yang tumbuh tanpa ayah. Melibatkan diri kita dalam upaya memberikan dukungan emosional dan pendidikan bagi mereka.

Dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih mendukung bagi perkembangan mereka, memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan sukses.*(*)

Editor : A'an
#ayah #fatherless