Oleh: Syafaruddin DaEng Usman
SEMARAK kontestasi pemilihan pasangan gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota serta bupati dan wakil bupati, resmi dimulai. Rakyat akan menjadi penentu dalam perjalanan penuh tantangan mencari sosok pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyat.
Hal itu dipetik dari ungkapan Syafaruddin DaEng Usman selaku peminat kajian sejarah Kalimantan Barat di Pontianak kemarin.
"Permasalahan daerah masing-masing tentu sudah banyak berubah dibandingkan beberapa era terdahulunya. Namun, nilai-nilai kepemimpinan yang dibutuhkan di daerah tetap sama, yaitu ketegasan, tanggungjawab, konsistensi antara ucapan dan perbuatan, dan keramahan serta kedekatan dengan rakyat yang dipimpin", ujar Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Kalimantan Barat pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI ini.
"Tampilnya figur-figur calon pemimpinan daerah tersebut, tentu dengan masing-masing strategi untuk mencitrakan kesan positif dan menampakkan karakter personalnya, kesemuanya akan kembali kepada selera publik atau selera rakyat", papar Bang Din sapaannya. "Akhirnya, pemilih yang menentukan", lanjut dia.
"Pertarungan di pemilihan gubernur mendatang, misalnya, tergantung pada kemampuan para pasangan calon beserta mesin partainya untuk beradu strategi dan menjual kelebihan setiap figur di depan rakyat untuk menyelesaikan masalah daerah yang masih saja menumpuk", ungkap staf pengajar Sejarah Sosial dan Politik Indonesia (SSPI) di Fisipol Untan ini.
Tingkat kepuasan rakyat, imbuhnya, dapat diindikasikan dari kenyataan dan kemampuan memimpin dari para calon yang dilihat oleh publik.
"Tingkat kesiapan para calon untuk memimpin daerah dengan mengapitalisasi tingkat apresiasi atau dukungan publik sebagai elektabilitas", tambahnya.
Dikatakannya, di antara kekurangan yang dimiliki para calon kepala daerah yang diperhatikan, seperti menjadi pemimpin yang kalau bicara lebih santun dan sopan, membangun komunikasi yang lebih intensif dengan rakyat, serta lebih mengayomi.
"Para calon kepala daerah apakah gubernur, walikota atau bupati, mereka akan memanfaatkan pula lingkaran masyarakat yang tudakmpuas dengan pemerintahan saat sekarang. Sepak terjang pasangan pemimpin daerah sebelumnya dijadikan indikator untuk memenuhi harapan rakyat", lanjutnya.
"Rakyat daerah saat ini berhasyrat memilih kepala daerah sebagai pemimpin mereka adalah sosok yang mampu melahirkan kepemimpinan yang tegas, konsisten, dan bertanggung jawab", imbuh Bang Din.
"Baik-buruk kualitas demokrasi, baik-buruk kepemimpinan atau pemerintahan, tergantung pada rakyat. Pemimpin maupun legislator yang berkualitas hanya akan lahir dari para pemilih yang juga berkualitas", tegasnya.
"Kini, perjalanan mencari sosok figur pemimpin daerah yang tegas, disiplin, berani, dan ramah berada di tangan rakyat yang akan diwujudkan saat pesta demokrasi pemilukada mendatang", ujar Bang Din lebih lanjut. (*)
Editor : A'an