Oleh: Soependi*
KUNJUNGAN wisatawan mancanegara di Kalbar memiliki urgensi yang signifikan, baik dari perspektif ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dalam konteks pemulihan pasca-pandemi Covid-19, analisis kunjungan wisatawan mancanegara menjadi penting untuk memahami tren baru dan adaptasi yang diperlukan dalam industri pariwisata.
Beberapa alasan penting untuk dianalisis dan dibahas antara lain kunjungan wisatawan mancanegara dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi pemerintah daerah melalui pajak, retribusi, dan pengembangan infrastruktur. Analisis ini dapat membantu memahami kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal.
Sektor pariwisata menciptakan banyak lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Dengan menganalisis data kunjungan, kita dapat mengidentifikasi potensi pertumbuhan lapangan kerja di sektor ini. Memahami demografi dan preferensi wisatawan mancanegara dan dapat membantu dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif. Harapannya, ulasan ini dapat memberikan insight untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Melalui hasil publikasi statistik kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat tahun 2023, penulis mencoba membahas kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya melalui angka statistik. Namun, ulasan terhadap faktor ekonomi, budaya, dan lingkungan. Harapannya, dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, serta mendorong pertumbuhan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Metodologi survei data yang disajikan dalam publikasi ini diperoleh melalui laporan bulanan kedatangan wisatawan mancanegara dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pertukaran data online antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Metodologi ini memastikan bahwa informasi yang disajikan akurat dan terkini, mencakup jumlah kunjungan, kebangsaan wisatawan, dan pintu masuk yang digunakan.
Pada tahun 2023, Kalbar mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang mengesankan, mencapai 170,75 persen dengan total 73.449 kunjungan. Angka ini menunjukkan semangat kebangkitan pariwisata di provinsi yang kaya akan keindahan alam dan budaya ini.
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang mencapai 98,30 persen dengan total 11.677.825 kunjungan, Kalbar berhasil menunjukkan performa yang luar biasa, menandakan daya tariknya yang semakin meningkat di mata wisatawan internasional. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi, tetapi juga menegaskan posisi Kalbar sebagai destinasi yang layak diperhitungkan dalam peta pariwisata global.
Pada tahun 2023, Kalbar menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara, dengan total kunjungan mencapai 73.449 orang. Dari jumlah tersebut, Malaysia mendominasi dengan kontribusi yang signifikan, mencatatkan 54.128 kunjungan atau sekitar 73,69 persen dari total kunjungan. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan geografis dan budaya antara Kalbar dan Malaysia.
Di posisi kedua, Brunei Darussalam menyumbang 1.414 kunjungan, yang setara dengan 1,93 persen. Meskipun jumlahnya lebih kecil, kehadiran wisatawan dari Brunei tetap memberikan warna tersendiri dalam keragaman pengunjung. Taiwan juga menunjukkan ketertarikan yang cukup besar, dengan 878 kunjungan atau 1,20 persen, diikuti oleh China yang mencatatkan 689 kunjungan, setara dengan 0,94 persen. Singapura, sebagai negara tetangga, menyumbang 445 kunjungan atau 0,61 persen.
Sedangkan Indonesia, meskipun merupakan negara yang sama, mencatatkan 14.779 kunjungan, yang berkontribusi sebesar 20,12 persen terhadap total kunjungan. Selain itu, terdapat juga wisatawan dari Filipina dengan 109 kunjungan (0,15 persen), Korea Selatan dengan 57 kunjungan (0,08 persen), India dengan 54 kunjungan (0,07 persen), dan Jepang dengan 43 kunjungan (0,06 persen). Terdapat pula kategori " negara lainnya" yang mencakup 853 kunjungan atau 1,16 persen.
Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Kalbar berasal dari negara-negara ASEAN, mencapai 96,59 persen dari total kunjungan. Ini menunjukkan bahwa Kalbar sangat populer di kalangan wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei. Sementara itu, wisatawan dari Asia (selain ASEAN) dan Eropa menyumbang persentase yang jauh lebih kecil. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kedekatan geografis dan kemudahan akses bagi wisatawan dari negara-negara ASEAN.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalbar dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pintu masuk darat yang dibuka sepanjang tahun memudahkan akses bagi wisatawan. Kembalinya berbagai festival dan acara budaya setelah pandemi Covid-19, seperti Festival Imlek Cap Go Meh dan Gawai Dayak, menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pemerintah daerah juga aktif dalam mempromosikan pariwisata dan memperbaiki infrastruktur juga berkontribusi pada peningkatan kunjungan.
Data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara bervariasi setiap bulan menunjukkan pola fluktuatif. Bulan dengan kunjungan tertinggi biasanya bertepatan dengan festival atau liburan besar, sedangkan bulan dengan kunjungan terendah mungkin terjadi pada bulan-bulan sepi atau di luar musim liburan.
Puncak kunjungan terjadi pada bulan Desember 2023, yang mencapai 9.492 kunjungan. Bulan Desember bertepatan dengan liburan akhir tahun, di mana banyak orang merencanakan perjalanan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Ini adalah waktu yang populer bagi wisatawan untuk berlibur, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan.
Bulan Desember juga merupakan bulan di mana cuaca di Kalbar cenderung lebih baik, dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, membuat aktivitas luar ruangan lebih nyaman. Lalu selama bulan Desember, sering kali ada berbagai festival dan acara budaya yang diadakan, yang menarik perhatian wisatawan. Misalnya, festival budaya lokal yang menampilkan seni dan tradisi masyarakat setempat dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Tahun 2022 dan 2023 merupakan masa pemulihan pascapandemi Covid-19. Setelah dua tahun pembatasan perjalanan, banyak orang yang ingin bepergian kembali, dan bulan Desember menjadi waktu yang ideal untuk melakukan perjalanan. Pelonggaran kebijakan perjalanan dan penghapusan persyaratan tes Covid-19 juga berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Selain Desember, bulan-bulan lain yang menunjukkan peningkatan kunjungan biasanya adalah bulan-bulan liburan seperti Juni dan Juli, yang bertepatan dengan liburan sekolah. Namun, Desember tetap menjadi puncak kunjungan karena kombinasi faktor-faktor di atas. Bulan Desember mencapai 9.492 kunjungan, April 7.256, Agustus 6.769 kunjungan.
Persentase nilai lokasi destinasi di Kalbar berdasarkan daya tarik dan popularitasnya di kalangan wisatawan mancanegara. Persentase ini bersifat ilustratif dan tidak didasarkan pada data statistik yang spesifik. Penulis mencoba melakukan analisis dari data sekunder seperti berita online dll. Untuk mendapatkan persentase yang akurat, diperlukan data dari survei wisatawan, atau penelitian yang dilakukan oleh lembaga terkait, seperti Dinas Pariwisata setempat.
Data tersebut dapat mencakup jumlah pengunjung, tingkat kepuasan, dan preferensi wisatawan terhadap berbagai destinasi. Beberapa preferensi destinasi wisata seperti Taman Nasional Danau Sentarum (20 persen) ditunjang oleh daya tarik alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi, dan menyediakan ekosistem unik dan kegiatan memancing. Kota Pontianak (15 persen) didukung oleh posisi sebagai ibu kota, menawarkan berbagai atraksi budaya dan kuliner. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (15 persen) didukung oleh alam yang menarik bagi pecinta alam dan petualangan.
Kampung Budaya Khatulistiwa (10 persen) menawarkan pengalaman budaya yang kaya dan interaktif. Kota Singkawang (10 persen) dikenal dengan pantai dan festival budaya. Pulau Karimata (5 persen) menawarkan keindahan alam yang masih alami, tetapi kurang dikenal. Kampung Adat Dayak (5 persen) menarik bagi wisatawan yang ingin belajar tentang budaya lokal.
Kalbar memiliki beberapa pintu masuk untuk wisatawan mancanegara, termasuk Bandar Udara Supadio dan beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) seperti Entikong, Aruk, Nanga Badau, dan Jagoi Babang. Dari data yang ada, terlihat bahwa pintu masuk melalui PLBN menjadi pilihan utama bagi wisatawan, terutama dari negara-negara tetangga di ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas melalui jalur darat sangat penting dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Kalbar.
Kabupaten Sanggau, melalui PLBN Entikong, merupakan salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan dari Malaysia. Pintu masuk ini sering digunakan oleh wisatawan yang melakukan perjalanan darat. Daya tarik alam dan budaya lokal, serta akses yang mudah dari Malaysia, menjadikan kabupaten ini cukup ramai dikunjungi.
Kabupaten Sambas, melalui PLBN Aruk juga menjadi pintu masuk yang penting, terutama bagi wisatawan yang datang dari Malaysia. Daya Tarik Sambas yang memiliki potensi wisata budaya dan alam yang menarik, meskipun mungkin tidak sepadat Sanggau. Kabupaten Kapuas Hulu terdapat PLBN Nanga Badau, pintu masuk ini lebih sedikit dikunjungi dibandingkan dengan Entikong dan Aruk, tetapi tetap memiliki pengunjung yang tertarik dengan keindahan alam. Kawasan hutan dan taman nasional di sekitarnya menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman alam.
Kabupaten Bengkayang terdapat PLBN Jagoi Babang. Meskipun merupakan pintu masuk, jumlah kunjungan wisman melalui PLBN ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pintu masuk lainnya. Kabupaten Bengkayang memiliki potensi wisata, tetapi mungkin belum sepenuhnya tereksplorasi. Kabupaten Kubu Raya dengan Bandar Udara Supadio, Sebagai pintu masuk udara utama, memiliki jumlah kunjungan yang signifikan masih sedikit, terutama dari wisatawan yang datang dari negara-negara lain.
Pada tanggal 5 Agustus 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis data yang menggembirakan mengenai pertumbuhan ekonomi provinsi ini. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa ekonomi Kalimantan Barat mengalami pertumbuhan sebesar 4,87 persen pada semester 1-2024 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Salah satu sektor yang menunjukkan performa bagus adalah penyediaan akomodasi dan makan minum, yang mencatatkan laju pertumbuhan mencapai 8,63 persen. Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh. Saichudin, menekankan bahwa angka ini mencerminkan pemulihan yang kuat dan optimisme dalam pilar penting dalam perekonomian daerah. Pertumbuhan ini tidak hanya menunjukkan daya tarik Kalimantan Barat sebagai destinasi wisata, tetapi juga mencerminkan upaya bersama dalam memulihkan dan mengembangkan sektor ekonomi pascapandemi.
Jika tren positif berlanjut, proyeksi kunjungan untuk tahun 2024 bisa mencapai atau bahkan melebihi angka 80.000 kunjungan, tergantung pada faktor-faktor seperti Kondisi ekonomi global, termasuk inflasi dan stabilitas ekonomi di negara asal wisatawan, akan mempengaruhi keputusan perjalanan.
Jika ekonomi negara-negara utama pengirim wisatawan stabil, ini dapat berkontribusi pada peningkatan kunjungan. Upaya pemasaran yang lebih agresif dan terarah, terutama untuk menarik wisatawan dari negara-negara non-ASEAN, dapat meningkatkan jumlah kunjungan. Promosi melalui media sosial, kerja sama dengan agen perjalanan internasional, dan partisipasi dalam pameran pariwisata dapat membantu menarik perhatian lebih banyak wisatawan.**
*Penulis adalah Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Barat.
Editor : A'an