Oleh: Badaruddin, M.Pd*
TEKNOLOGI informasi dan komunikasi berkembang begitu cepat. Begitu juga dalam dunia pendidikan juga berkembang begitu cepat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya teknologi pendidikan yang bisa digunakan dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas, sehingga seorang guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman dalam pembelajaran.
Selain itu, terus berinovasi dalam menggunakan model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan sesuai pembelajaran abad 21. Pada abad 21 guru dituntut untuk melek teknologi, mampu menggunakan teknologi dalam pembelajaran serta memiliki kemampuan literasi digital.
Literasi digital adalah kemampuan untuk mengakses, memamahami, dan menggunakan data digital dari berbagai sumber. Hague dan Payton (2011) mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan dalam menerapkan keterampilan pada perangkat digital untuk menemukan, memilih informasi, berpikir kritis, kreatif, bekerja sama dengan orang lain, berkomunikasi dengan efektif, peka terhadap keamanan elektronik serta konteks sosial budaya.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa literasi digital adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi digital yang mencakup kemampuan membaca, menulis, menghitung, memahami dan memecahkan masalah. Di era teknologi seperti saat ini literasi digital merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh semua orang termasuk siswa.
Literasi digital bukan hanya suatu keterampilan tambahan. Namun, menjadi sebuah keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, apalagi dalam struktur kurikulum merdeka pelajaran informatika kembali dimunculkan menjadi salah satu pelajaran yang harus diajarkan di sekolah untuk memperkuat literasi digital. Sekolah mempunyai peranan penting untuk mengajarkan siswa tentang kemampuan literasi digital di zaman teknologi ini.
Meskipun teknologi dan literasi digital penting untuk dikuasai oleh siswa, tetapi tidak mudah untuk diterapkan di semua sekolah. Sebab, tidak semua sekolah mempunyai sarana dan sarana yang memadai seperti minim akses internet dan tidak danya listrik PLN. Salah satunya sekolah tempat penulis mengajar yang terletak di Desa Dusun Kecil, Kecamatan Pualau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu sekolah yang mempunyai keterbatasan susahnya jaringan internet dan tidak adanya listrik PLN.
Untuk meningkatkan literasi digital dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta mengakomodir kebutuhan belajar siswa dengan pembelajaran berdifrensiasi, perlu untuk melakukan sebuah inovasi dalam pembelajaran dengan menggunakan fasilitas yang ada. Yakni, salah satunya memanfaatkan chromebook dalam pembelajaran. Tahun 2021 sekolah mendapatkan bantuan choromebook dari pemerintah untuk digunakan dalam pembelajaran.
Chromebook merupakan salah satu teknologi yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Chromebook hampir sama denga notebook, tetapi chromebook menggunakan OS Chrome yang didesain untuk membantu proses pembelajaran.
Chromebook telah diinstall beberapa aplikasi pendidikan dan pengaturannya telah dikendalikan oleh admin kemendikbud ristek sehingga aman untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, chromebook dengan fleksibelitas dan berbagai aplikasi yang tersedia dapat mendukung implementasi pembelajaran berdifrensiasi secara efektif.
Penggunaan chromebook akan lebih efektif jika digunakan di sekolah yang ada sinyal internet stabil dan ada listrik PLN. Minimnya sinyal internet dan tidak adanya listrik PLN menjadi tantangan tersendiri bagi penulis.
Namun, dengan segala keterbatasan di sekolah bukanlah menjadi penghalang untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dengan cara memaksamalkan fasilitas yang ada guna meningkatkan keterampilan literasi digital. Selain kurangnya sarana dan prasarana tantangan lain adalah mengenai kesiapan siswa dan guru menggunakan chromebook dalam pembelajaran.
Adapun kesiapan siswa adalah berkenaan dengan bagaimana menggunakan chromebook dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik. Siswa harus mampu menggunakan peralatan digital dengan baik dalam pembelajaran. Dalam hal ini adalah penggunaan chromebook sehingga siswa dapat lebih leluasa dalam mengkonstruksi pemahamannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Selain kesiapan siswa juga kesiapan guru menggunakan chromebook dalam pembelajaran. Guru harus mampu membuat konten pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Yakni, dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran salah satunya menggunakan chromebook sehingga bisa mengakomodir gaya belajar dan minat siswa.
Guru bisa menggunakan chromebook dalam pembelajaran dengan mendesain pembelajaran yang interaktif, menampilkan video, dan menggunakankan aplikasi offline yang dapat membantu mempermudah siswa dalam memahami konsep materi pelajaran.
Langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa tantangan tersebut untuk meningkatkan literasi digital siswa dalam pembelajaran menggunakan chromebook. Pertama, mengenalkan tools yang ada pada chromebook. Sebelum melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi yaitu pembelajaran menggunakan chromebook, siswa terlebih dahulu diajarkan tools apa saja yang ada di chromebook dan bagaimana cara penggunaannya dalam proses pembelajaran.
Kedua, merancang pembelajaran berdifrensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Pada tahap ini adalah merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan, minat dan profil siswa yang bisa di integrasikan dengan chromebook. Ketiga, menyiapkan sumber belajar bagi siswa dari berbagai sumber. Pada tahap ini adalah menyiapkan sumber belajar yang beragam sesuai dengan kebutuhan siswa.
Minimnya akses internet bisa disiasati dengan mencari dahulu tempat yang mempunyai koneksi internet yang bagus. Kemudian, mencari materi yang akan diajarkan seperti video, buku teks dan sumber lainnya yang relevan dengan cara didownload terlebih dahulu setelah itu dibawa ke sekolah untuk diajarkan kepada siswa.
Guru juga bisa membuat media interaktif seperti elektonik LKPD (e-LKPD), kemudian buat dalam bentuk aplikasi yang bisa dibuka meskipun tidak ada jaringan internet. Selain itu, guru juga menggunakan aplikasi offline yang bisa diinstall di chromebook. Salah satunya adalah aplikasi geobra yang mempermudah siswa dalam memahami konsep materi khususnya dalam pembelajaran matematika.
Ketika melaksanakan pembelajaran berdifrensiasi, setelah merancang pembelajaran dan menyiapkan sumber belajar, tahap selanjutnya adalah melaksanakan pembelajaran berdifrensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa menggunakan chromebook untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa. Penggunaan chromebook dalam meningkatkan literasi digital mempunyai dampak yang baik bagi guru maupun bagi siswa.
Dampak penggunaan chromebook dalam pembelajaran berdifrensiasi bagi siswa, pertama, pembelajaran berdifrensiasi menggunakan chromebook membuat kreatifitas siswa meningkat serta siswa akan lebih mudah dalah memahami materi pelajaran. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Moh. Sholeh & Imam Rofiki (2024) bahwa pembelajaran berdifrensiasi dapat meningkatkan kreatifitas dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
Kedua, kemampuan literasi digital siswa meningkat. Penggunaan chromebook dalam pembelajaran dapat meningkatkan literasi digital siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Uli Astutik (2023) bahwa penggunaan media chromebook dapat meningkatkan kemampuan literasi digital.
Ketiga, kemampuan belajar meningkat, penggunaan chromebook dapat membantu dalam pembelajaran berdifrensiasi, siswa lebih mudah memahami materi dengan baik. Siswa dapat belajar sesuai dengan gaya belajarnya seperti menonton video, mendengarkan audio dan membaca sumber lainnya menggunakan chromebook.
Pembelajaran menggunakan chromebook juga dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian Agus Supriadi (2022) mengungkapkan bahwa penggunaan chromebook sebagai media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
Keempat, kemandirian dan kolaborasi meningkat, penggunaan chromebook dalam pembelajaran berdifrensiasi dapat meningkatkan kemandirian dan kolaborasi siswa. Penggunaan chromebook dalam pembelajaran bisa membatu siswa mengerjakan tugas secara mandiri dan bisa memilihi minat dan gaya belajarnya sendiri sesuai yang disukai, selain itu siswa bisa saling kolaborasi dan berdiskusi dalam mengerjakan tugas atau diskusi kelompok menggunakan chromebook.
Dampak penggunaan chromebook dalam pembelajaran berdifrensiasi bagi guru, pertama, lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan chromebook dalam pembelajaran berdifrensiasi mempermudah guru dalam mendesain pembelajaran yang menarik.
Membuat siswa lebih semangat dan termotivasi dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. Kedua, kemampuan literasi digital meningkat, penggunaan chromebook dalam pembelajaran membuat guru terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran.
Guru akan semakin terbiasa menggunakan teknologi sehingga kemampuan literasi digitalnya juga akan meningkat. Ketiga, budaya kolaborasi dan refleksi meningkat, pembelajaran berdifrensiasi menggunakan chromebook akan meningkatkatkan budaya kolabolarasi dan refleksi sesama rekan guru meningkat dengan cara saling sharing bagaimana cara membuat media pembelajaran yang menarik dan interaktif.
Guru akan saling sharing dan memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran kedepannya dapat meningkatkan budaya refleksi.**
*Penulis adalah guru SMPN 05 Satap Pulau Maya, Kayong utara; calon Guru Penggerak Daerah khusus Angkatan 11 Kayong Utara.
Editor : A'an