Oleh: Santriadi
“GURU bukan hebat, tapi orang hebat berkat jasa guru.” Tentu kita tidak asing lagi dengan ungkapan tersebut. Sadar atau tidak, secara langsung atau tidak, guru memiliki andil yang sangat menentukan dalam mengantarkan siswanya menyelesaikan proses pendidikan hingga meraih kesuksesan. Tentu saja lembaga pendidikan tidak hanya di bangku sekolah sebagai lembaga formal, melainkan juga lembaga pendidikan non-formal. Oleh karena itu, janganlah melupakan jasa gurumu wahai para siswa, dan berterima kasihlah kepadanya.
Mengapa harus berterima kasih kepada guru?Karena guru adalah salah satuprofesi tersulit bahkan paling kompleks di dunia ini. Para guru bekerja tidak hanya mentransfer ilmu namun juga membentuk kepribadian siswa dengan segala keunikan yang dimilikinya hingga menjadi pribadi yang berbudi pekerti luhur. Bahkan guru akan merasa sukses ketika anak didiknya lebih baik dari dirinya.Pernahkah siswa berpikir apa jadinya jika tidak ada guru di dunia ini? Sungguh, guru adalah sosok yang sangat diperlukan. Gurulah yang siap mengantarkan siswanya menuju gerbang masa depan yang indah dan cerah dengan apa yang dimilikinya dari hati, kecerdasan, dan ilmunya.
Guru diperlukan bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tapi ilmu dan pengalaman yang beragam. Siapa yang akan mengajarkan kita tentang sejarah bangsa, cara menulis, cara bicara yang baik, cara menghitung dan cara memecahkan masalah disetiap harinya kalau bukan guru?Orangtuatidak bisa setiap hari bersama anaknya yang mulai tumbuh besar, apalagi orangtua karier yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Orangtua harus bekerja mencari nafkah untuk kehidupan keluarga. Orangtua tidak selamanya 24 jam memberikan pendidikan dan wawasan yang luas kepada anak-anaknya, maka jasa guru sangat diperlukan bagi generasi penerus bangsa.
Lebih dari setengah hari, siswa berada di sekolah menimba ilmu dan berinteraksi dengan guru. Saat itu guru adalah orangtua kedua yang harus dipatuhi, dihargai dan dihormati. Masih ingatkah kita ketika masih TK atauSD kelas 1 dan 2, gurulah yang siap sedia mengantarkan ke toilet untuk BAK atau BAB. Gurulah yang mengajarkan banyak hal, mulai dari cara menulis huruf/abjad, mengeja huruf, menuliskan angkahingga menghitung dan sebagainya.
Tidak hanya itu, guru juga yang selalu menjaga para siswanya untuk tetap berada dalam lingkungan yang baik, lingkungan yang nyaman dan bersahabat dalam sekolah dan menjaga dari perilaku buruk serta melerai di saat ada masalah dengan teman lainnya (berkelahi).
Di sisi lain, guru menjadi problem solving dan jalan penengah sekaligus sosok yang selalu mengkonfirmasi dalam menemukan titik terang sebuah informasi dari beragam sumber. Membantu siswanya menemukan dan mengumpulkan informasi dengan baik dan tepat. Meski kadang guru bukanlah ‘search engine’ layaknya ‘mbah google’ yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan sempurna, karena guru bukanlah ‘kamus berjalan’. Namunsetidaknya ia memberikan jalan untuk mencapai apa yang ingin diketahui oleh para siswanya.
Tentu ini menjadi hal yang sangat sulit dilakukan mengingat guru bukanlah manusia sempurna.Namun guru selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang terbaik, yang memberikan inspirasi serta teladan yang baik kepada muridnya untuk melakukan hal baik pula dan bersikap dengan santun, bertutur kata baik hingga memberikan motivasi untuk meraih cita-cita yang ingin dicapai.
Dewasa iniperan guru makin terekspos di berbagai media, baik-buruknya guru seolah mudah sekali tampak di media terlebih disaat sesuatu yang negatif menjadi fokus utama. Semoga saja hal tersebut jadi pelajaran untuk lebih arif, terlebih peran guru yang sangat kompleks baik di sekolah maupun di luar sekolah.Begitupulasiswayang saat ini kurang peka terhadap nasihat gurunya, barangkalidampak dari tontonan televisi,film, drama, sinetron, HP, game dan media sosial lainnya.
Melalui Opini ini, saya ingin berterima kasih kepada para guru sekaligus mendedikasikan tulisan ini sebagai rasa tanda terima kasih kepada para guru di hari guru yang setiap tahun diperingati pada tanggal 25 November. Penulis yakin dan percaya, tidak ada satupun guru di dunia ini yang mengharapkan ucapan terima kasih dari siswanya. Sebab, guru yang baik adalah guru yang tidak mau mengungkit kebaikan yang pernah dilakukannya, melainkan yang selalu diingat oleh guru adalah kesalahan yang pernah dilakukannya kepada siswanya. Wahai guru, tanpamu siapalah aku. Terima Kasih Guruku, Selamat Hari Guru!
*) Penulis adalah Guru SMP Negeri 1 Tebas, Kabupaten Sambas
Editor : A'an