Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Diabetes Lebih Dekat

A'an • Rabu, 15 Januari 2025 | 10:50 WIB
Etty Fatmawati.
Etty Fatmawati.

Oleh : Etty Fatmawati

 

GULA darah merupakan komponen penting dalam tubuh sebagai sumber energi agar fungsi tubuh lebih maksimal saat beraktivitas. Namun, yang menjadi masalah adalah sering kali jumlah asupan gula yang masuk kedalam tubuh tidak sesuai dengan aktivitas harian sehingga menyebabkan timbulnya penyakit gula darah seperti diabetes.

Diabetes atau penyakit gula (gula darah tinggi) dahulu pengidapnya kebanyakan orang dewasa. Namun, sekarang remaja bahkan anak kecil menjadi korban diabetes. Sudah banyak kasus yang tersebar di Indonesia. Pada tahun 2021, Indonesia berada diperingkat ke-5 negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak didunia, dengan 19,5 juta penderita, pada tahun 2023, prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 11,7 persen. Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kasus diabetes, diantaranya seperti gaya hidup yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta faktor genetik.

Secara umum, diabetes dibagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat sehingga memicu kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 biasa dikenal juga dengan autonium. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi yakni 90-95%. Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik.

Diabetes yang bersifat sementara yang kerap dikenal dengan diabetes gestasional penyakit ini sering menyerang ibu hamil biasanya mulai menyerang di minggu ke-24 usia kehamilan dan biasanya akan sembuh sendiri setelah melahirkan. Walaupun bisa sembuh sendiri, bukan berarti diabetes gestasional tidak berbahaya. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan berlebih, kelahiran prematur, atau lahir dengan gula darah rendah atau hipoglikemia.

Ada beberapa gejala yang akan dialami pengidap diabetes diabetes baik itu tipe 1 maupun tipe 2, yaitu peningkatan rasa haus, peningkatan rasa ingin buang air kecil dan mudah lelah atau rasa kelelahan terus-menerus. Adanya gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur. Terjadinya infeksi pada tubuh terus-menerus, yang umum terjadi pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita).

Gejala diabetes gestasional pada dasarnya memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan gejala diabetes tipe 1 dan 2. Yang menjadi pembeda ialah penderita diabetes gestasional merasakan penurunan berat badan meskipun merasa lapar, merasa mual dan muntah, dan vertigo atau sensasi pusing yang luar biasa. Diabetes merupakan penyakit yang sangat serius dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani, diabetes dapat dapat menyebabkan komplikasi yang serius, bahkan kematian. Berikut beberapa komplikasi diabetes yang dapat menyerang tubuh seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, kebutaan, gangguan saraf.

Seperti kata patah pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Sebelum kita semua terkena dampaknya, sebaiknya kita cegah dari awal dapat melakukan dengan menjaga pola makan sehat. Misalnya, membatasi konsumsi makanan manis dan perbanyak konsusmsi buah dan sayur serta serat, rutin berolahraga dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 30 menit setiap hari. Tak  lupa untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala agar selalu mengetahui keadaan kesehatan tubuh dan kita dapat mencegah lalu mengontrol diabetes.

Pengobatan umum yang dapat dilakukan untuk diabetes tipe 1 dan 2 dengan cara monitoring gula darah agar bisa mengatur dosis atau obat insulin. Perbedaan cara pengobatan diabetes tipe 1 dan 2 adalah jika tipe 1 tubuh tidak menghasilkan insulin sama sekali jadi pengobatan utamanya dengan suntik insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik atau produksi insulin kurang jadi pengobatannya dengan cara perubahan gaya hidup, obat-obatan oral, dan insulin. Sedangkan diabetes gestasional dapat dilakukan dengan perubahan pola makan, olahraga, pemantauan kehamilan, pemantauan kadar gula darah, dan penentuan proses persalinan.

Dari pemaparan di atas, kita diajak untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga jumlah asupan gula dan gaya hidup agar meminimalisir timbulnya penyakit diabetes pada diri kita. Mari kita bersama sama meningkatkan kesadaran akan bahaya diabetes dan mengajak orang-orang di sekitar kita untuk hidup sehat.**

 

*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan, ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Editor : A'an
#diabetes