Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Bahaya Penyakit Menular Gondongan

Miftahul Khair • Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:39 WIB
Nabilla Rizka Aulia
Nabilla Rizka Aulia

Oleh: Nabilla Rizka Aulia*

Penyakit gondongan atau parotitis adalah penyakit menular  yang disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus yang akan menyerang pada kelenjar parotis. Yaitu, kelenjar yang memproduksi air liur yang berada di dekat telinga dan sehingga akan memicu pembengkakan pada area pipi. Gondongan biasanya sering terjadi pada anak - anak, tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi jika belum mempunyai kekebalan.

Penyakit gondongan merupakan kondisi ketika terdapat benjolan di leher akibat kelenjar tiroid yang membesar. Kelenjar tiroid dimiliki oleh pria maupun wanita. Pada kondisi normal, kelenjar tiroid tidak tampak menonjol. Fungsi kelenjar ini adalah untuk menghasilkan hormon tiroid, yang mengatur berbagai fungsi normal tubuh, seperti denyut jantung, suhu tubuh dan kekuatan otot. Gejala yang dialami oleh penderita penyakit gondok dapat berbeda-beda, tergantung dari pengaruhnya terhadap hormon tiroid dalam tubuh, apakah meningkat, menurun atau tetap normal.

Cara Penularan Penyakit Gondongan

Gondongan atau parotitis dapat ditularkan melalui droplet atau butiran kecil dari percikan ludah atau air liur yang keluar dari mulut atau hidung penderita parotitis atau gondongan saat berbicara, batuk dan bersin yang dihirup oleh orang-orang sekitarnya. Menyentuh benda yang tercemar (tertempel) dengan permukaan yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Dan berbagi alat makan dan minum dengan penderita yang terpapar penyakit gondongan.

Ada beberapa penyebab gondongan. Pertama, autoimun. Pada penyakit ini tubuh mempunyai zat yang menolak keberadaan kelenjar tiroid dengan cara mengganggu/merusak kelenjar ini. Pada penyakit basedow (graves), zat anti ini merangsang produksi tiroid berlebihan tanpa menghiraukan pengaturan umpan balik (autonom) sehingga kadar tiroid darah tinggi (hipertiroid). Sebaliknya pada penyakit hashimoto, zat anti merusak sel-sel tiroid sehingga kadar tiroid darah turun (hipertiroid).

Kedua, infeksi. Penyebab tiroiditis infeksiosa dapat bakteri/virus. Gondok dalam hal ini karena mengalami peradangan, maka pada perabaan terasa nyeri. Suhu tubuh naik. Ketiga, degenerasi. Yaitu, penurunan mutu jaringan tiroid sehingga bentuk dan/kinerjanya abnormal (disfungsi). Keempat, defisiensi nutrisi, kekurangan yodium atau mineral tertentu menyebabkan kinerja tiroid tidak efisien sehingga memicu gondok. Kelima, dishormonogenesis, defek enzim pada tahapan tertentu, biasanya sejak lahir/turunan.

Meski sering sembuh sendiri dalam beberapa minggu, gondongan dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada orang dewasa,komplikasi yang mungkin akan terjadi meliputi: Meningitis (radang selaput otak), Ensefalitis  (radang otak), kehilangan pendengaran permanen, meskipun jarang terjadi.

Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Dan yang akan ditandai dengan pembengkakan di salah satu atau kedua sisi wajah (biasanya area rahang bawah dekat telinga), nyeri saat mengunyah atau menelan, mulut kering, demam ringan hingga tinggi,sakit kepala,kelelahan dan nyeri otot,hilang nya nafsu makan

Cara untuk mencegah gondongan adalah dengan vaksinasi. Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) yang diberikan pada anak-anak sebagai bagian dari imunisasi wajib. Vaksin ini efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap gondongan. juga menjaga kebersihan tangan,menghindari kontak dengan penderita gondongan, menutup mulut saat batuk atau bersin.

Jika sistem imun penderita baik, gondongan dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sedangkan untuk meredakan keluhan dan mengurangi gejala sakit dapat dilakukan dengan pemberian obat pereda demam dan nyeri, memperbanyak minum air putih, mengkonsumsi makanan yang lunak untuk menghindari rasa nyeri saat menelan, mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol. Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh, mengkompres area bengkak untuk meredakan rasa sakit dengan air hangat atau air dingin. Tidak berinteraksi atau membatasi interaksi dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Kesimpulan dari penyakit gondongan yang dapat kita ambil yaitu, gondongan adalah penyakit yang masih dapat kita cegah dengan vaksinasi dan menjaga kebersihan pola hidup. Meski sering dianggap ringan, gondongan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Jika mengalami tanda-tanda gejala penyakit gondongan, hendaknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mencegah komplikasi dan penanganan yang tepat.**

 

*Penulis adalah mahasiswa D3 Keperawatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat

Editor : Miftahul Khair
#opini #gondongan