Oleh: Najwatul Afifah
STRES bisa menjadi beban yang sangat berat, dan jika tidak ditangani, bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Stres adalah respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman. Namun, ketika stres tidak dikelola dengan baik, ia dapat berujung pada masalah kesehatan mental yang serius, termasuk risiko "gila" atau gangguan mental yang lebih berat. Stres dapat muncul dari berbagai sumber, seperti pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan.
Gejala fisik dan emosional stres meliputi kecemasan, depresi, kelelahan, dan masalah tidur. Dalam jangka panjang, stres kronis dapat mengganggu fungsi otak, memperburuk kondisi mental, dan bahkan menyebabkan penyakit fisik. Berdasarkan data dari Gallup State of the Global Workplace 2024, tingkat stres harian pekerja di Indonesia pada tahun 2024 adalah 16 persen. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-9 di Asia Tenggara dan ke-4 terendah di dunia.
Alasan mengapa tingkat stress di Indonesia itu rendah salah-satunya, yaitu makanan enak. Siapa yang bisa stres setelah makan nasi goreng atau rendang? Makanan enak adalah obat ampuh! Selain itu,
filosofi hidup “santai aja” membuat banyak orang memilih untuk tidak terlalu memikirkan masalah, karena nanti juga berlalu. Seperti saya contohnya, diberi tugas malah berleha-leha! Untung saya tidak gila!
Tanda-tanda orang yang mengalami stres bisa bervariasi, tetapi beberapa yang umum. Pertama, perubahan emosional, yakni mudah marah, cemas, atau merasa tertekan. Kedua, masalah tidur, yaitu insomnia atau tidur berlebihan. Ketiga, kelelahan, kesulitan Fokus. Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan. Jika salah satu dari kita atau seseorang yang dikenal menunjukkan tanda-tanda ini, penting untuk mencari dukungan atau bantuan profesional. Karena, untuk mencegah risiko menjadi gila.
Menangani stres bisa dilakukan dengan beberapa cara efektif. Pertama, meditasi dan mindfulness. Luangkan waktu untuk meditasi atau latihan pernapasan untuk menenangkan pikiran. Kedua, tidur yang cukup. Pastikan mendapatkan istirahat yang baik untuk menjaga kesehatan mental. Ketiga, hobi. Luangkan waktu untuk melakukan hal yang Anda nikmati, seperti membaca atau traveling. Keempat, pengaturan waktu. Buat jadwal yang realistis untuk mengurangi tekanan pada diri sendiri.
Stres adalah bagian dari kehidupan, tetapi penting untuk mengenali tanda-tanda ketika stres mulai mengganggu kesehatan mental. Dengan pengelolaan yang tepat, seseorang dapat mengurangi dampak negatif stres dan mencegahnya menjadi jalan menuju gangguan mental yang lebih serius. Mengambil langkah proaktif untuk mengatasi stres dapat membantu menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.**
*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Editor : A'an