Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Diare Ancaman Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Miftahul Khair • Rabu, 5 Februari 2025 | 14:22 WIB
Indriyani Miftahul
Indriyani Miftahul

Oleh: Indriyani Miftahul*

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi dan menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi cair atau encer.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diare adalah penyebab kematian kedua tertinggi pada anak balita setelah pneumonia, dengan lebih dari 1,5 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Meskipun diare sering dianggap sepele, kondisi ini dapat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, bakteri, atau parasit, serta konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Selain itu, stres dan alergi makanan juga dapat memicu diare. Penting untuk diketahui bahwa diare dapat menyebabkan dehidrasi, yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, saat mengalami diare, kita harus memastikan untuk tetap terhidrasi dengan baik, mengonsumsi cairan yang cukup, dan, jika perlu, menggunakan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Pencegahan diare bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, serta memastikan makanan dan air yang dikonsumsi bersih dan aman. Selain itu, menghindari konsumsi makanan sembarangan serta menjaga pola makan yang sehat juga merupakan langkah penting dalam pencegahan diare.

Diare yang berlangsung lama atau berulang dapat menyebabkan malnutrisi, karena tubuh kehilangan banyak vitamin, mineral, protein, dan lemak. Hal ini mengganggu proses penyerapan gizi dan mengakibatkan penurunan berat badan secara tidak sehat. Jika tidak segera ditangani, diare kronis bisa menyebabkan iritasi pada usus besar atau rektum, yang bisa mengarah pada luka atau perdarahan.

Selain itu, diare yang terus-menerus bisa menyebabkan dehidrasi berat, yang berbahaya. Gejala dehidrasi parah antara lain penurunan volume urin, kelelahan, sakit kepala, penurunan tekanan darah, dan bahkan kejang atau syok hipovolemik akibat kehilangan cairan tubuh secara berlebihan. Pada kasus yang sangat serius, diare dapat memicu septikemia, infeksi bakteri yang menyebar ke aliran darah dan menyebabkan kegagalan organ.

Jenis-jenis Diare

Diare dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan durasi dan penyebabnya. Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari dan sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, atau konsumsi makanan yang terkontaminasi. Sementara diare kronis berlangsung lebih dari 14 hari dan biasanya disebabkan oleh gangguan pencernaan atau kondisi medis lainnya.

Diare juga dapat disertai dengan darah dan lendir, yang dikenal sebagai disentri. Penyebabnya umumnya adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini bisa terjadi karena konsumsi makanan yang terkontaminasi, sanitasi yang buruk, atau akses terbatas terhadap air bersih.

Gejala utama diare adalah peningkatan frekuensi BAB (lebih dari tiga kali sehari) dengan konsistensi tinja yang cair. Selain itu, gejala dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, dan penurunan berat badan juga sering menyertai.

Penanganan diare yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Salah satu langkah pertama adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan oralit atau cairan lain yang mengandung elektrolit. Untuk bayi, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, pemberian makanan bergizi dan pemantauan penggunaan obat-obatan, seperti antibiotik, harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

Seperti pepatah yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, pencegahan diare seharusnya dimulai dari langkah-langkah sederhana namun penting, seperti menjaga kebersihan pribadi. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi, serta memastikan akses terhadap air bersih adalah langkah-langkah preventif yang efektif. Selain itu, penting bagi kita untuk menjaga pola makan sehat, menghindari makanan yang terkontaminasi, dan berolahraga secara rutin.

Pencegahan diare tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersihan dan pencegahan diare, kita dapat mengurangi risiko penularan penyakit ini dan menjaga kesehatan keluarga kita.

Diare adalah masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Dengan pemahaman yang tepat tentang penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko diare. Semoga dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat, kita dapat meminimalkan dampak dari penyakit ini dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik.**

 

*Penulis adalah mahasiswa D-3 ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Editor : Miftahul Khair
#opini #diare