Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

The Power of Silaturahmi

Hanif PP • Senin, 7 April 2025 | 11:44 WIB
H. Abdul Hamid
H. Abdul Hamid

Oleh: H. Abdul Hamid*

ALHAMDULILLAH, kita sedang memasuki Ahad kedua Syawal 1446 H, bulan yang penuh persaudaraan, kekerabatan, kasih sayang, saling memaafkan, sebagai salah satu “hasil”  dari menunaikan ibadah puasa Ramadan. Suasana seperti ini setidaknya akan terasa sampai akhir Syawal. Mayoritas umat Islam menunjukkan keceriaan, kegembiraan, ketika saling bersilaturahmi, meski-tentu saja- ada yang sebaliknya karena sesuatu dan lain sebab.

Usai Ramadan memang umat Islam umumnya merayakan “kemenangan” bersama keluarga besar, tetangga, kerabat dekat, bersilaturahmi, saling maaf. Dua kata ini: silaturahmi, dan maaf adalah kata yang populer setiap bulan Syawal.  

Bersilaturahmi, mengikat tali persahabatan (persaudaraan), dan memelihara ikatan tersebut, merupakan salah satu perintah-Nya untuk manusia umumnya. Setiap perintah dari Yang Mahakuasa tentu saja sangat banyak manfaatnya bagi sesama manusia yang mengikat tali persaudaraan itu, siapapun dia/mereka, sebagaimana difirmankan-Nya dalam QS an-Nisa’ 4:1 yang terjemahannya :

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Yang Mahakuasa, Sang Pencipta,  menyuruh manusia untuk memelihara hubungan silaturahmi setiap ada kesempatan tentunya, tidak hanya ketika berhari raya, berlebaran  saja.

Mengapa Bersilaturahmi?

Suruhan-Nya tentu saja mengandung banyak manfaat, memberikan power atau kekuatan baik bagi  yang disuruh-Nya maupun bagi mereka yang dikunjungi ketika bersilaturahmi.

Kekuatan  silaturahmi yang sangat dirasakan tentu saja cukup banyak, yang diantaranya adalah:

Pertama, dengan memenuhi perintah-Nya bersilaturahmi, berarti mendorong seseorang untuk kian mendekatkan diri kepada-Nya, menjadikan Dia sebagai satu-satunya pelindung, penolong, pemberi petunjuk. Membangun, mempererat silaturahmi akan memberikan atau meningkatkan kualitas keimanan. Sebaliknya, memutuskan silaturahmi berarti  manusia tersebut akan menjauh dari Tuhannya, dan karenanya sangat dibenci-Nya, dibenci karena merusak kehidupan manusia, sebagaimana difirmankan-Nya dalam QS Muhammad, 47: 22-23 yang terjemahannya: 

 “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)?

Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka,”

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2025: Bandara Soekarno-Hatta Catat 182.843 Penumpang!

Para perusak bumi dan pemutus tali siraturahmi adalah diantara mereka yang dibenci-Nya. Ciri mereka ini antara lain susah menerima kebenaran yang nyata, mau “menang sendiri”, tidak mau mendengar pendapat orang lain.

 Rasulullah SAW telah mengingatkan kita melalui sabdanya dalam satu HR Imam Ali agar

Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu, dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Kedua, membuat seseorang menjadi mulia, terlebih apabila dilakukan disebabkan pernah terputusnya silaturahmi karena satu dan lain hal.  Hadis di atas juga mengingatkan tentang pentingnya memuliakan seseorang.

Ketiga,menjauhkan diri dari menempati neraka kelak, dijauhkan dari api neraka.

Baca Juga: PT PELNI Proyeksikan Puncak Arus Balik Lebaran 2025 pada 7 April

Sebagaimana dalam salah satu HR Bukhari dan Muslim, berikut ini, yang artinya:

“Engkau menyembah Allah SWT, dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi..

Keempat,memberikan peluang untuk kelak ditempatkan dalam surga, mengingat silaturahmi merupakan satu bentuk usaha menunaikan apa yang diperintahkan-Nya

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR Ibnu Majah).

Kelima, menggugurkan dosa. Sebagaimana diungkapkan dalam HR. Abu Daud, dan at-Tirmidzi, yang disahihkan oleh al-Alban:  “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah.” 

Keenam, silaturahmi  Insya Allah akan menunjukkan/meningkatkan keimanan, dan ketakwaan, yang juga merupakan tujuan dari berpuasa Ramadan sebagaimana difirmankan-Nya dalam QS al-Baqarah, 2:183 yang selalu disampaikan para pendakwah dalam setiap bulan Ramadan. Dalam HR Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda bahwa: “barangsiapa yang beriman kepada Allah, dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, dan hari akhir maka hendaklah dia menyambung hubungan silaturahmi.”

Ketujuh, dapat memperpanjang umur dan melapangkan rejeki, sebagaimana yang dijanjikan-Nya bahwa : barang siapa yang selalu menjaga silaturahmi, Allah akan menambah rizki, dan memperpanjang umurnya. Juga dalam sabdanya dari HR Bukhari-Muslim : “barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” 

Kedelapan, keikhlasan bersilaturahmi akan mampu menenangkan, menenteramkan pikiran, dan akan menyehatkan rohani, yang berujung juga kepada kesehatan fisik/jasmani.

Kesembilan, mampu menghibur teman, atau keluarga, terlebih jika cukup lama tidak berjumpa.

Kesepuluh, bisa menghasilkan balasan yang lebih besar, sebagaimana difirmankan-Nya,

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Q.S Ar-Rahmaan, 55 : 60).

Kesebelas, menambah, memperluas ilmu, dan hikmah sebagai hasil dari interaksi ketika bersilaturahmi.

Keduabelas, dapat mengembalikan kemampuan daya ingat terutama  ketika bersilaturahmi langsung/ bertatap muka.  

Sungguh cukup banyak lagipower dari bersilaturahmi dalam bulan Syawal ini selain dari yang disebutkan di atas. Momen silaturahmi bisa juga digunakan untuk menolong keluarga/kerabat yang mungkin sedang mendapatkan cobaan musibah yang membutuhkan bantuan.

Jadikanlah mohon berlebaran dalam bulan Syawal ini guna memperoleh kekuatan bersilaturahmi, yang mampu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, yang insya Allah sangat berguna selama hidup di dunia, dan di akhirat kelak. Selamat Idul Fitri 1446 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 

*Anggota Dewan Pembina Yayasan Masjid Mujahidin Kalbar,

Anggota Dewan Penasihat Masjid Almuhtadin Untan,

dan Pengasuh Bacaan Ringan Salam Pontianak.

Editor : Hanif
#ibadah puasa ramadan #Syawal 1446 H #kasih sayang #Silaturahmi #saling memaafkan #Persaudaraan