Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemimpin Baru, Jangan Lupa Sejarah PGRI

Hanif PP • Senin, 2 Juni 2025 | 10:50 WIB
Syamsiar,S.Pd.
Syamsiar,S.Pd.

Oleh: Syamsiar,S.Pd.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Sejak masa penjajahan Belanda hingga era reformasi, PGRI telah menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib guru dan kualitas pendidikan di tanah air.

Sebelum Indonesia merdeka, dunia pendidikan berada dalam cengkeraman penjajah. Kesempatan belajar sangat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Di tengah kondisi itu, para guru pribumi mulai membentuk organisasi untuk memperjuangkan hak dan martabatnya. Pada 1912, lahir organisasi guru pertama bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini menjadi cikal bakal pergerakan guru yang berlandaskan semangat kebangsaan.

PGHB beranggotakan para guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan mengedepankan solidaritas profesi di tengah tekanan kolonialisme. Namun, karena berada di bawah pengawasan Belanda, geraknya sangat dibatasi. Meskipun begitu, PGHB tetap menjadi wadah penting bagi para guru untuk saling mendukung dan memperjuangkan pendidikan yang lebih adil.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, kebutuhan akan organisasi yang mempersatukan seluruh guru semakin mendesak. Pada tanggal 24-25 November 1945, di tengah situasi revolusi kemerdekaan, para guru mengadakan Kongres Pendidik Bangsa di Sekolah Guru Puteri di Surakarta, Jawa Tengah. Kongres ini dipimpin oleh tokoh-tokoh pendidik seperti Amin Singgih, Rh. Koesnan, dan lainnya.

Dari kongres tersebut, lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah perjuangan kaum guru untuk menegakkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia. PGRI merumuskan tiga tujuan mulia, yaitu: Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran dengan dasar kerakyatan, serta membela hak dan nasib buruh umumnya, serta hak dan nasib guru khususnya

Sejak berdirinya, PGRI telah memainkan peran penting dalam memperjuangkan nasib guru dan memajukan pendidikan di Indonesia. Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak guru dan kualitas pendidikan.

PGRI Kabupaten Sambas melaksanakan Konferensi VI pada tanggal 27 Mei 2025, yang menjadi ajang demokrasi organisasi Pemilihan Kepemimpinan Baru periode 2025 – 2030, serta sebagai simbol kebangkitan pendidikan yang membawa harapan baru bahwa konferensi tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus baru, tetapi juga momentum penting untuk menyusun program kerja strategis. Kehadiran Pemimpin Baru PGRI di Kabuapeten Sambas membawa harapan besar untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik, berdaya saing, dan inklusif.

Sejarah terbentuknya PGRI adalah cerminan dari semangat perjuangan para guru Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan memajukan pendidikan di tanah air. PGRI bukan hanya sekadar organisasi profesi, tetapi juga simbol dari semangat kebangsaan dan perjuangan tanpa henti para guru Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak melupakan sejarah ini dan terus menghargai jasa-jasa para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)

 

Penulis adalah Guru Perbatasan di Kabupaten Sambas

Editor : Hanif
#Proklamasi Kemerdekaan #pgri #pemimpin baru #garda terdepan #tanah air #PGHB