Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenalkan Madrasah melalui Matsama

Hanif PP • Rabu, 16 Juli 2025 | 11:15 WIB
Santriadi.
Santriadi.

Oleh: Santriadi*

Setiap tahun pelajaran baru di hari pertama sekolah/madrasah, siswa baru pasti masih asing dengan lingkungan yang juga baru. Penyesuaian diri yang dulu masih SD/MI, sekarang sudah kelas 7 SMP/MTs, atau yang dulu masih duduk di bangku SMP/MTs, sekarang sudah kelas 10 SMA/MA/SMK. Disebabkan siswa belum mengenal seutuhnya lingkungan sekolah/madrasah barunya, maka tugas para guru untuk mengenalkannya agar para siswa baru bisa lebih jauh mengenal tempat ia menimba ilmu yang dikenal istilah Matsama, yaitu Masa Ta'aruf Siswa Madrasah. Ini adalah kegiatan pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa baru, mirip dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah umum, tetapi Matsama berorientasi pada penekanan nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter.

Berdasarkan juknis pelaksanaan Matsama tahun pelajaran 2025/2026 yang dikeluarkan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Tahun 2025 tertulis bahwa Matsama dimaksudkan untuk mengkondisikan agar siswa baru merasa senang, nyaman dan bahagia di madrasah barunya. Oleh karena itu, madrasah harus membuat pengalaman pertama yang sangat berkesan secara positif kepada siswa baru. Matsama termasuk kegiatan transisi agar siswa benar-benar siap secara mental untuk mengikuti proses pembelajaran di lingkungan belajar yang baru.

Adapun tujuan dari kegiatan Matsama bagi siswa baru MI, MTs, dan MA, pertama, mengenalkan kepada siswa baru terkait lingkungan belajar yang baru, mengenali keadaan diri dan sosialnya agar memiliki kesiapan mental, mengurangi rasa cemas dan agar dapat mudah menyesuaikan diri dalam mengikuti proses pembelajaran selanjutnya. Kedua, menumbuhkan kebanggaan kepada para siswa-siswi baru terhadap madrasah, memahami nilai-nilai madrasah, mencintai dan menjaga nama baik almamaternya. Ketiga, mengenalkan nila-nilai moderasi beragama, menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif tidak eksklusif, ramah, anti kekerasan dan anti bullying, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat-martabat kemanusiaan. Keempat, mengenalkan pola kebiasaan hidup bersih, sehat dan halal di lingkungan madrasah, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta bermental mandiri dan berprestasi.

Matsama merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur madrasah dengan menerapkan beberapa hal. Pertama, penyelenggaranya guru. Pelaksanaan Matsama sepenuhnya dilakukan oleh guru, adapun pengurus OSIS hanya diperbantukan dengan tetap di bawah pengawasan guru agar proses pengenalan lingkungan madrasah tidak dijadikan ajang pembulian terhadap siswa baru oleh kakak kelasnya. Kedua, seragam dan atribut resmi madrasah. Dikarenakan Matsama tidak ada praktik perpeloncoan, maka tidak akan ada lagi siswa baru yang dipaksa oleh kakak kelasnya untuk memakai atribut yang aneh-aneh. Barangkali maksudnya hanya untuk seru-seruan dan lucu-ucuan, misalnya menggunakan pita lima warna dan sebagainya. Namun dalam pelaksanaan Matsama, atribut yang digunakan adalah atribut resmi madrasah. Ketiga, kegiatan dilakukan di madrasah. Kegiatan Matsama dilakukan sepenuhnya di lingkungan madrasah dengan waktu yang sudah ditetapkan, yaitu 3 hari di minggu pertama tahun pelajaran baru. Keempat, kegiatan edukatif.

Materi yang diterima oleh siswa baru dalam Matsama selama 3 hari di antaranya pendidikan karakter, pembinaan mental, pengenalan kurikulum, tata tertib madrasan dan tata krama, cara belajar efektif, moderasi beragama, kesadaran berbangsa dan bernegara serta hal-hal positif lainnya yang dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan belajar siswa.

Di sisi lain, masyarakat yang berdomisili di sekitar madrasah sebagai kontrol sosial untuk mengawasi kegiatan Matsama di madrasah. Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat harus melakukan monitoring selama Matsama berlagsung. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Matsama sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pelaksanaan Matsama yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir membawa ‘angin segar’ bagi orangtua yang menitipkan anaknya di madrasah. Orangtua tidak perlu lagi cemas dan khawatir terhadap keamanan dan keselamatan anaknya, karena bisa dipastikan tidak ada lagi praktik perpeloncoan atau pembulian dalam pelaksanaan Matsama. Semoga Opini singkat ini dapat menambah keyakinan para orangtua bahwa anaknya aman-aman saja di madrasah. Wallahualam.**

 

*Penulis adalah guru Madrasah ‘Aliyah GERPEMI Tebas, Kabupaten Sambas.

Editor : Hanif
#tahun ajaran baru #Lingkungan sekolah #siswa baru #madrasah #pendidikan islam #Matsama #mpls