Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Makrifatul Quran Surah Ar-Ra'd dan Arrahman

Hanif PP • Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:29 WIB
H. Burhansyah, S Ag, M Pd.
H. Burhansyah, S Ag, M Pd.

Oleh: H. Burhansyah, S Ag, M Pd.*

Alquran dalam banyak ayatnya menggambarkan diri sebagai mukjizat yang mampu mengubah kehidupan manusia. Salah satu ayat yang sangat menarik perhatian adalah firman Allah dalam QS Ar-Ra’d ayat 31, “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digerakkan, atau bumi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (maka itulah Alquran). Tetapi, semua urusan itu adalah hak Allah seluruhnya.”

Ayat ini pada masa turunnya merupakan jawaban bagi kaum musyrikin yang menuntut Rasulullah menunjukkan mukjizat fisik, memindahkan gunung, membelah bumi, atau menghidupkan orang mati. Allah menegaskan bahwa jika ada bacaan yang mampu melakukan semua itu, maka itulah Alquran. Namun, persoalan utama manusia bukanlah kurangnya bukti, tetapi hatinya yang enggan tunduk pada kebenaran.

 

Menggerakkan Gunung di Zaman Modern

Di masa lalu, menggerakkan gunung dianggap mustahil. Kini, manusia dengan kecerdasan yang Allah karuniakan mampu memindahkan batu-batu dan tanah dalam jumlah besar untuk membangun jalan raya, rel kereta, bendungan, dan terowongan yang menembus perut gunung. Semua ini adalah hasil dari ilmu pengetahuan dan teknologi, buah dari potensi akal yang Allah berikan. Potensi ini ditegaskan dalam QS Al-Mujādalah:11, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”

Ilmu pengetahuan yang digunakan dengan benar menjadi jalan untuk memakmurkan bumi, bukan merusaknya.

 

Membelah Bumi dan Kota di Perut Tanah

“Bumi terbelah” kini bukan sekadar metafora. Terowongan raksasa dibangun di bawah kota, mall dan bunker pertahanan berdiri megah di perut bumi, bahkan terowongan bawah laut menghubungkan dua negara. Teknologi konstruksi modern telah mengubah lanskap dunia, menjadikan hal yang dulu mustahil kini menjadi nyata.

Jika manusia mau merenung, semua pencapaian ini adalah bagian dari amanah kekhalifahan di bumi, seperti yang diisyaratkan dalam banyak ayat Alquran.

 

Makna Menghidupkan Orang Mati

Secara biologis, menghidupkan orang mati adalah kekuasaan mutlak Allah, seperti yang dicatatkan-Nya dalam Qs Al Baqarah : 67-73. Namun, di era digital, makna kiasannya terlihat jelas rekaman video, film, dan arsip digital membuat orang-orang yang sudah lama wafat seakan masih hadir di tengah kita. Generasi kini bisa melihat, mendengar, dan belajar dari kehidupan mereka.

Bahkan dalam perspektif Islam, seseorang “hidup” melalui warisan ilmunya, amal jariyahnya, dan doa anak-anak yang saleh untuknya (HR. Muslim).

 

Tantangan Menembus Langit

Kemajuan teknologi modern, dari penjelajahan luar angkasa hingga eksplorasi kedalaman laut, mengingatkan kita pada tantangan Allah dalam QS Ar-Rahmān:33. “Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah; kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu dan kekuasaan dari Allah).”Ayat ini bukan hanya mengizinkan, tetapi juga memotivasi manusia untuk melintasi batas-batas pengetahuan, asalkan menyadari bahwa semua keberhasilan adalah dengan izin-Nya.

Benang Merah: Iman, Ilmu, dan Peradaban

QS Ar-Ra’d:31 mengajarkan bahwa mukjizat Alquran tidak hanya di masa lalu, tetapi tetap relevan di setiap zaman. Kemajuan teknologi manusia, dari memindahkan gunung hingga menjelajah luar angkasa, adalah wujud aktualisasi potensi akal yang Allah karuniakan.

Namun, kemajuan sejati bukan hanya soal prestasi fisik, melainkan perubahan hati dan perilaku. Gunung bisa kita gerakkan, bumi bisa kita belah, langit bisa kita jelajahi, tetapi semua itu akan bermakna jika hati kita tetap tunduk kepada Allah dan menjadikan Alquran sebagai panduan hidup.**

 

*Penulis adalah Pengurus LPTQ Kalbar.

 

Editor : Hanif
#agung #alquran #musyrik #Fisik #hati manusia #mukjizat