Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bendera One Piece: Simbol Hiburan atau Kontroversi?

Hanif PP • Kamis, 14 Agustus 2025 | 10:31 WIB
Septian Utut Sugiatno, M.Pd
Septian Utut Sugiatno, M.Pd

Oleh: Septian Utut Sugiatno, M.Pd*

Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan tautan, sorotan, maupun postingan mengenai pengibaran bendera One Piece, salah satu film anime yang populer di kalangan remaja maupun masyarakat Indonesia. Sejak penulis menyusun artikel ini beberapa postingan tersebut bertebaran di media sosial baik itu Instagram, TikTok, ataupun Facebook. Entah apa yang mendasari dan melatarbelakangi hal tersebut, tetapi sebagian masyarakat yang menggemari film anime One Piece menyebutnya sebagai bentuk ekspresi fanatisme terhadap ikon bendera bajak laut yang ada di film itu.

Lalu pertanyannya, mengapa sorotan tentang pengibaran bendera One Piece menjadi heboh di masyarakat bahkan sempat menjadi trending topik di Indonesia? Sebelum semua itu dijawab, izinkan penulis coba menguraikan makna simbol bendera One Piece berdasarkan pemahaman yang ada di film anime tersebut. Singkatnya, dalam dunia One Piece, setiap kelompok bajak laut memiliki pemimpin dan bendera khas yang disebut Jolly Roger, gambar tengkorak dengan ornamen spesial yang khas melambangkan karakter dan identitas setiap kelompok bajak laut.

Salah satu bendera bajak laut yang banyak menjadi sorotan di film tersebut yaitu Topi Jerami (Straw Hat Pirates), simbol personal dan magis milik Luffy (tokoh utama). Bendera yang bergambarkan tengkorak dengan menggunakan topi Jerami. Topi Jerami yang biasa digunakan Luffy merupakan pemberian dari Shanks. Topi tersebut tidak hanya benda biasa bagi Luffy, namun juga menjadi inspirasi dan pendorong utama impian Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Wajar jika Luffy mengibarkan bendera bajak laut, hal tersebut bukan hanya penanda formal biasa, namun lebih dari itu, sebuah simbol kuat yang menandakan semangat, tekad, harapan, dan mimpi besar menaklukkan Grand Line dan menemukan One Piece.

Pantas saja jika Luffy sangat marah apabila ada yang menghina bahkan merusak bendera bajak lautnya. Dalam beberapa momen di film tersebut, Luffy dan teman kru bajak lautnya berperang sekaligus mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mempertahankan bendera magis tersebut.

Bendera bajak laut di film ini seakan menjadi simbol penghormatan tentang representasi dari mimpi, identitas, dan harga diri. Bendera tersebut juga menjadi simbol kebebasan di tengah lautan samudera yang jika dikibarkan ingin menunjukkan pada dunia bahwa bajak laut bukan hanya pencari harta tapi juga pejuang kebebasan yang mencari takdirnya sendiri.

Dari sini setidaknya kita bisa sedikit memahami bahwa viralnya pengibaran bendera One Piece di media sosial kemungkinan ada kaitannya dengan makna tersirat dari simbol bendera tersebut. Seandainya bendera One Piece berkibar di tiang yang biasanya diperuntukkan untuk mengibarkan sang saka merah putih atau dikibarkan pada momen sakral seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, bisa jadi sebagian masyarakat akan menganggap hal tersebut sebagai pelecehan pada simbol negara. Secara tidak langsung memantik kontroversi. Meskipun niat awalnya hanya sebagai hiburan semata. Apalagi dalam konteks ini, kita tidak bisa mengeneralkan persepsi masyarakat terhadap bendera One Piece. Mereka yang tidak begitu familiar dengan Film One Piece akan menganggap pengibaran bendera tersebut sebagai provokasi, bukan bentuk ekspresi fanatisme kepada film tersebut.

Namun di sisi lain, penulis justru menemukan fenomena menarik dalam proses masyarakat Indonesia memahami dan merespon simbol-simbol ini? Khususnya yang berkaitan dengan bahasa identitas nasional?

Dalam kajian semiotika, simbol merupakan bahasa nonverbal yang memiliki makna tersirat di dalamnya. Biasanya disesuaikan berdasarkan konteks situasi dan kondisi ataupun budaya yang biasa dan dipahami oleh masyarakat (Barthes 1957: 216). Apabila dikaitkan dengan bendera bajak laut Luffy dalam Film One Piece, hal tersebut memiliki makna berupa identitas, karakteristik, perjuangan, pengorbanan, kebanggaan, dan kebebasan. Sedangkan jika merujuk pada bendera merah putih kebanggaan masyarakat Indonesia yaitu lambang negara, representasi sejarah, kemerdekaan, dan tumpah darah bangsa Indonesia.

Menariknya pemahaman sebagian masyarakat terhadap simbol bendera tertentu menjadikannya sebagai bentuk penghargaan terhadap suatu fenomena yang awalnya muncul dari ‘benda mati’. Fenomena ini memberi harapan bahwa simbol harus dipahami dan dihargai oleh setiap masyarakat. Termasuk bagaimana proses penanda simbol dibangun dan dibentuk mulanya. Kasus bendera One Piece misalnya, makna pengibaran bendera tersebut dipandang sebagai wujud dominasi budaya pop global terhadap generasi muda Indonesia. Budaya populer tidak bisa dipandang sepenuhnya sebagai hal negatif, namun justru menjadi penghubung kreativitas dan solidaritas. Justru yang tidak diperkenankan apabila budaya ini mengarah pada penggantian, penyetaraan, dan pelecehan terhadap simbol-simbol negara dan bahasa nasional.

Sejatinya masyarakat dapat memahami dan membuka pandangannya pada literasi simbolik yaitu kemampuan menginterpretasikan lambang, ikon, dan makna dalam konteks sosial budaya (Sobur, 2004:157). Tidak ada masalah apabila pengibaran bendera One Piece di ruang publik sekedar acara hiburan semata. Namun, menjadi masalah apabila aktivitas itu merujuk pada intrik-intrik tertentu yang nantinya dipahami sebagai beban simbolik, terutama dilakukan di situasi dan kondisi khusus seperti saat perayaan HUT RI 17 Agustus 2025, maka hal ini akan menjadi persoalan serius tentang bagaimana selayaknya dan seharusnya masyarakat menghargai sekaligus menghormati makna simbol-simbol negara.

Dalam momen penting dan sakral yang akan kita jalani bersama ke depan, penulis mengajak untuk mengevaluasi diri bersama tentang apa arti menghargai dan menghormati simbol-simbol negara. Menghargai dan membanggakan bendera One Piece sah-sah saja, asalkan disertai dengan pemahaman bahwa ada bendera merah putih sebagai simbol bahasa Indonesia yang di dalamnya terdapat sejarah dan makna jati diri bangsa. Tidak ada salahnya setiap kita senantiasa menghargai dan menghormati simbol apapun, termasuk simbol yang lahir dari budaya global populer maupun nasional. Sebab dari situlah kita dapat menikmati setiap perkembangan budaya tanpa melupakan akar dasar Indonesia.**

 

*Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak.

Editor : Hanif
#heboh #penggemar anime #Fanatisme #Jolly Roger #ekspresi #pengibaran bendera #one piece