Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Penguatan Budaya Belajar di SMA melalui LSBS Berbasis Active Learning

Hanif PP • Jumat, 17 Oktober 2025 | 10:43 WIB
Ary Kusmawati, S.Si., M.Pd.
Ary Kusmawati, S.Si., M.Pd.

Oleh: Ary Kusmawati, S.Si., M.Pd.*

Pembelajaran abad 21 menuntut agar murid dapat berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, kreatif, memiliki keterampilan hidup, mampu menggunakan literasi digital. Hal ini selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Seorang guru diharapkan menjadi fasilitator yang baik bagi muridnya. Dewasa ini sebagian besar guru sudah banyak melakukan beberapa transformasi berbagai pendagogi dalam melakukan proses pembelajaran dikelas. Namun, dalam hal menumbuhkan keterampilan kecakapan hidup masih perlu ditingkatkan.

Murid tidak hanya membutuhkan pengetahuan namun memerlukan dimendi profil lulusan yang kuat agar dapat menyelesaikan permasalahan sendiri di lingkungannya. Maka seorang guru harus mampu memiliki keterampilan dalam menumbuhkan dimensi tersebut kepada muridnya di kehidupan nyata. Beberapa peningkatan kompetensi yang pernah diikuti oleh guru adalah bimtek, pelatihan, workshop, seminar baik dari sekolah maupun secara mandiri. Namun, berdasarkan realita di lapangan masih sedikit guru yang menerapkan hasil pelatihannya dikelas terutama menumbuhkan dimensi profil lulusan yang berkelanjutan.

Beberapa jawaban yang diperoleh, guru memiliki keterbatasan waktu dalam mengajar, perbedaan kemampuan latar belakang baik guru dan murid, bakat dan potensi murid yang berbeda, kurangnya penguasaan tekhnologi dan inovasi pembelajaran dalam menerapkan di kelas, beban administrasi yang berlebihan, kendala dalam mengelola kelas, kesulitan melakukan penilaian autentik, kurangnya komunikasi dan kolaborasi antar sesama guru. Kurangnya budaya refleksi baik guru dan murid. Budaya bertanya terhadap rekan sejawat masih minim. Bagi murid motivasi belajar masih rendah, kesulitan dalam konsentrasi dan disiplin belajar, lingkungan belajar yang kurang kondusif, proses pembelajaran dikelas kurang bervariasi. Murid sering tidak bersemangat belajar. Hal ini merupakan gambaran sebagian besar kendala yang terjadi di sekolah-sekolah.

Berdasarkan situasi diatas harus dilakukan bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menumbuhkan sikap dan kebiasaan positip terhadap proses belajar menjadi pembiasaan. Meningkatkan efektifitas proses pembelajaran di sekolah. Menjawab tantangan zaman dan perkembangan tekhnologi. Menanamkan nilai-nilai karakter dalam pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan kolaboratif, mendukung terwujudnya pendidikan sepanjang hayat, serta mendorong peningkatan prestasi akademik dan non akademik untuk kemajuan murid dan sekolah. Dalam mewujudkan tantangan diatas makan dilakukan strategi yaitu penguatan budaya belajar disekolah. Budaya ini akan berjalan dengan baik dan bersiklus bila dikuatkan dengan LSBS berbasis active learning.

Budaya belajar adalah suatu lingkungan dimana terdapat sebuah kelompok atau organisasi yang memiliki kemauan yang kuat untuk terus berkembang, saling memotivasi, serta terus mendukung peningkatan kompetensi di bidang pengetahuan, keterampilan serta selalu melakukan praktik baik yang dilakukan secara konsisten. Keunggulan budaya belajar mampu menciptakan pembelajaran secara mandiri, kolaboratif, refleksi untuk mencapai tujuan. Maka perlu dilakukan secara konsisten, terencana, terukur dan bersiklus untuk melihat tingkat keberhasilannya. Salah satunya dengan LSBS (Lesson Studi Berbasis Sekolah). Sedangkan untuk mengaktifkan guru dan murid menggunakan metode active learning. Dengan menggunakan LSBS berbasis active learning diharapkan dapat mendukung penguatan budaya belajar di sekolah.

Lesson Studi Berbasis Sekolah merupakan kegiatan pengembangan peningkatan kompetensi guru yang dilakukan secara kolaboratif dan konsisten di lingkungan sekolah dengan fokus mengkaji perbaikan melalui sebuah siklus perencanaan (plan), pelaksanaan (do) dan pengamatan (action dan observer) serta refleksi (refleksi) dalam proses pembelajaran di sekolah. LSBS bertujuan untuk membangun komunitas belajar di sekolah, meningkatkan praktik pendagogi guru, kualitas pembelajaran dan hasil belajar murid. Perbedaan dengan lesson study adalah lebih mengembangkan pada kompetensi pendagogi guru secara umum. Sedangkan LSBS adalah bagaimana membangun sebuah budaya belajar disekolah yang berkelanjutan.

Active learning merupakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi aktif murid dalam proses pembelajaran. Murid di dorong untuk berpikir, kritis, melalui penyelidikan, pemecahan masalah, menjelaskan ide dan gagasan secara kreatif.

Budaya belajar ini di fokuskan pada sikap kolaboratif, inovatif dan refleksi agar menguatkan pembelajaran keterampilan dimensi profil lulusan kepada murid dikelas. Agar budaya tersebut berhasil maka sekolah harus mendukung dengan membuat atau merancang seguah kegiatan yang mengikutkan semua seluruh warga sekolah agar ikut berpartisipasi dan berperan serta.

Sekolah diberi kebebasan untuk merancang beberaa kegiatan yang dapat menumbuhkan penguatan budaya belajar untuk menghasilkan karakter yang sesuai dimensi profil lulusan. Program sekolah yang dibuat disesuaikan dengan karakteristik sekolah masing-masing ditinjau dari sumber daya manusia, pemanfaatan asset yang ada, sarana dan prasarana serta lingkungan belajar yang mendukung guru dan murid untuk tetap selalu belajar. Dengan adanya berbagai macam program sekolah yang berkelanjutan diharapakan akan terbentuknya budaya belajar disekolah.

Budaya belajar kolaboratif di sekolah adalah sebuah budaya lingkungan yang dapat mendorong sebuah individu untuk dapat melakukan kerja sama baik dalam berbagai ide, menyelesaikan pekerjaan dalam mencapai sebuah tujuan yang sama. Sedangkan budaya inovatif adalah bagaimana seseorang mampu membuat proses pembelajaran yang bervariasi baik menggunakan metode, model atau tekhnologi yang berbeda. Budaya reflektif adalah sebuah proses refleksi diri untuk mengetahui dan memahami apakah yang dilakukan sudah berhasil atau bahkan gagal serta bagian area mana yang masih perlu dilakukan dalam melakukan peningkatan pada proses pembelajaran.

Langkah yang dilakukan dalam penguatan budaya belajar di sekolah sekolah, pertama, tahap perencanaan. Sekolah membentuk tim LSBS, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi disekolah. Menentukan topik dan tujuan kegiatan sekolah. Merancang perencanaan kegiatan. Membuat instrument untuk lembar obeservasi. Menetapkan jadwal pelaksanaan.

Kedua, tahap implementasi. Tim dan guru melaksanakan program kegiatan sekolah sesuai dengan LSBS berbasis active learning, guru melaksanakan pembelajaran di kelas, tim melakukan observasi kegiatan-kegiatan dengan melihat perilaku murid dan aktivitas guru, mendokumentasikan kegiatan, mengumpulkan data hasil observasi untuk bahan refleksi bersama. Pengimplemntasian difokuskan pada proses pembelajaran dikelas terkait kolaborasi, refleksi dan inovasi pembelajaran.

Ketiga, tahap refleksi bersama. Memaparkan dan diskusi hasil obeservasi, refleksi, menyampaikan temuan hasil observasi, merangkum hasil refleksi, membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan kedepannya.

Hasil pelaksanaan LSBS berbasis active learning yang sudah diterpakan di beberapa sekolah di dapat berdampak bagi kepala sekolah, guru dan murid. Dampak bagi kepala sekolah melakukan kepemimpinan dengan menggunakan data dan hasil refleksi, membangun budaya belajar di kalangan guru, mengarahkan peningkatan mutu pembelajaran secara sistematis dan kolaboratif, meningkatkan budaya kolaboratif di sekolah, meningkatkan kompetensi kepemimpinan pembelajaran, meningkatkan kemampuan manajerial dan fasilitatif.

Dampak bagi guru pembuatan perencanaan pembelajaran menjadi lebih matang, mengetahui bagaimana cara menghadapi murid yang berbeda. Meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas dan mengajar, meningkatkan kompetensi professional guru. Menguasai berbagai inovasi pembelajaran, menggunakan data untuk melakukan proses pembelajaran, menumbuhkan budaya kerja sama antarguru, menumbuhkan sikap terbuka terhadap kritik dan saran, meningkatkan kepercayaan diri.

Dampak bagi murid memiliki keterampilan berpikir kritis dan inovatif, menumbuhkan sikap saling menghargai antarsesama, meningkatkan hasil belajar dan prestasi, menumbuhkan rasa empati, terbentuknya lingkungan belajar yang positip, menumbuhkan karakter murid. Meningkatkan semangat belajar murid di kelas, pembelajaran menjadi bermakna.

Dampak yang diharapkan bagi sekolah terjadinya penguatan budaya belajar di sekolah, meningkatkan profeisonal guru dalam bidang pendagogi, terbentuk komunitas belajar, murid menjadi belajar mandiri dan kolaboratif. Para kepala sekolah juga banyak memberikan berbagai macam program untuk menumbuhkan budaya belajar dengan melibatkan seluruh guru dan murid. Mewujudkan pembelajaran berbasis data, tumbuhnya budaya reflektif, meningkatnya mutu manajemen sumber daya manusia, meningkatnya professional guru dan kepala sekolah, terbangunnya kualitas pembelajaran di kelas.

Sebagai upaya dalam mengetahui sejauh mana penguatan budaya dengan LSBS berbasis active learning berjalan disekolah, maka diberikan instrument kepada sekolah. Hasilnya, guru belajar bukan karena untuk mendapatkan nilai, namun belajar untuk pengembangan dirinya. Guru dan tenaga kependidikan menciptakan suasana belajar yang positif. Seluruh warga sekolah saling menghargai dalam kegiatan belajar dikarenakan adanya budaya kolaborasi dan refleksi. Sehingga semua guru sudah terbiasa dengan saran dan umpan balik yang membangun. Guru sudah secara mandiri melakukan praktik pendagogi secara kreatif agar pembelajaran yang dilakukan menarik dan menantang tidak lagi disuruh oleh pihak sekolah untuk mengembangkan inovasi pembelajaran. Tahap implemnetasi baik perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan pengembangan professional sudah secara sadar dilakukan oleh guru. Dampak inovasi sudah dilaksanakan semua oleh guru dan berdampak juga bagi murid dalam menerima hasil dari proses pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan LSBS berbasis active learning berjalan dengan baik dan sangat mendukung dalam penguatan budaya belajar di sekolah.**

 

*Penulis adalah pengawas sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Editor : Hanif
#Active Learning #belajar #murid #profil lulusan #Meningkatkan Kecakapan Hidup #penguatan budaya