Oleh: Mujahir*
Pendidikan saat ini lagi mencari identitas melalui keberagaman tentunya melalui model, metode, strategi, sehingga jika ada perubahan dianggap sebuah hal yang baru. Perubahan yang baru harus dikaji, apakah yang dianggap baru itu ada hubungan dengan masa lalu. Jika dianggap ada maka perkembangan itu merupakan continuitas atau materi berkelanjutan sehingga perkebangan tak bisa berdiri sendiri. Perkembangan bisa dianalisis dari literasi ekonomi , literasi teknologi bahkan melalui literasi bidang pendidikan.
Perkembangan pendidikan yang semakin hari mengalami kemajuan di lihat dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang jelas sebagai indakator kemajuan dilihat dari sektor perkembangan industri dimulai dari perkembangan One point ziro atau 1.0 , berkembang ke two point zero atau 2.0, selanjutnya berkembang ke three point zero atau 3.0 dst. Saat ini kita berada pada posisi era industri four point zero atau (4.0 ). Four point zero adalah Revolusi Industri Keempat yang ditandai dengan digitalisasi dan otomatisasi industri melalui integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), dan big data.
Fenomena ini mengubah cara kerja, produksi, dan kehidupan sehari-hari dengan menciptakan pabrik pintar yang efisien, memungkinkan komunikasi data real-time, dan mengintegrasikan dunia siber dan fisik. Perkembangan aktivitas kekinian telah melaksanakan kegiatan secara otomatisasi, tetapi dengan penekanan baru pada kolaborasi manusia dengan teknologi, keberlanjutan, dan kesejahteraan manusia.
Pendidikan saat ini penekanannya pada pengembangan soft skill, pendidikan karakter, dan kepemimpinan yang humanis untuk membentuk generasi yang adaptif dan berempati. Dalam pencapaian untuk mencapai tujuan pendidikan saat ini telah dilakukan dengan pendekatan model mobile teaching. Dalam implementasi mobile teacher terlaksananya mobile teaching. Pendekatan mobile teacher dilakukan untuk membantu sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran, mobile teacher lebih membantu guru di satuan pendidikan.
Penyebaran satuan pendidikan yang berada di perkotaan sampai desa yang paling sulit pun harus lebih maju dan berkarakter. Pembelajaran saat ini ada yang masih dilakukan secara manual atau bersemuka antara guru dan siswa dan ada juga pembelajaran digital. Pembelajaran digital dilakukan dengan mobile learning (m-learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan perangkat bergerak seperti smartphone, tablet, atau laptop untuk mengakses konten pembelajaran dan informasi pendidikan, memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja dan di mana saja tanpa terikat ruang dan waktu. Pembelajaran ini bersifat fleksibel, interaktif, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar peserta didik. Pembelajaran saat ini mau atau tidak mau pembelajaran harus dilakukan dengan lebih eksklusif . Pembelajaran lebih eksklusif itu pembelajaran yang lebih demokratis, terbuka, dimana saja, kapan saja, pada siapa saja dan tanpa melihat ruang dan waktu.
Pembelajaran dengan pendekataan mobile learning merupakan pembelajaran yang memberikan solusi pembelajaran saat ini karena letak geografis satuan pendidikan antara desa dan kota, infrastruktur di satuan pendidikan yang sangat berbada, jumlah tenaga pendidik yang tidak seimbang. Mobile learning merupakan salah satu model yang dapat diimplementasikan pada satuan pendidikan, kelompok belajar dan kelompok kerja bidang pendidikan seperti kelompok kepala sekolah dan guru, kelompok mata pelajaran. Pembelajaran jarak jauh yang sulit dijangkau. Masih ada perbedaan karakter satuan pendidikan antara propinsi/kabupaten/kota dalam memenejemen kepemimpinan, serta perbedaan pandangan masyarakat pada pendidikan yang mempengaruhi maju mundurnya pendidikan.
Dikkers, Martin, & Coulter menyatakan m-learning merupakan suatu proses memindahkan informasi dan kapasitas berkomunikasi yang berasal dari pusat dan diberikan kepada setiap tangan individu peserta didik. Juga Quinn Clark memaparkan m-Learning is the intersection of mobile computing and elearning: accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and per formance-based assessment. E-learning independent of location in time or space.
Mobile learning merupakan suatu alat yang dapat digunakan sebagai sumber untuk mengakses informasi yang dapat dilakukan dimana saja, memiliki kemampuan yang kuat dalam mengakses, kaya akan interaksi, memberikan dukungan penuh dalam mencapai pembelajaran yang efektif dan tampilan awal yang berbasis assesment. Ketepatan penerapan mobile learning tentunya dilakukan oleh mobile teacher. Yang memiliki dua fungsi kebermanfaat sebagai pengajar yang mengajar secara keliling di daerah terpencil dan menggunakan teknologi seluler dalam proses belajar-mengajar. Dalam konteks yang pertama, mereka adalah guru yang mendidik anak-anak yang tidak bersekolah di daerah yang sulit dijangkau. Dalam konteks yang kedua, mereka adalah pengajar yang memanfaatkan perangkat seluler seperti smartphone dan aplikasi edukasi untuk menyampaikan materi dan memberikan bimbingan, baik secara langsung maupun jarak jauh.
Pembelajaran saat ini sibuk dengan perubahan kurikulum, pendekatan, aplikasi, dan (AI) semuanya baik, merupakan cara mencapai tujuan. Hal yang terpenting sejauh mana seorang guru menguasai materi ajar (seperti menguasai ilmu matematika, Bahasa Inggris, IPA, dll) . Saat ini implementasi atau penerapan pembelajaran nyata yang dibutuhkan bukan pembelajaran abstrak yang hanya membayangkan dengan penuh analisis.
Semoga pendidikan yang sudah maju dapat berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia pendidikan pada tahun 2045 atau Indonesia emas.**
*Penulis adalah mantan Widyaprada Ahli Utama BPMP Kalimantan Barat.
Editor : Hanif