Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perlu Mempertajam Visi Kota 2030

Hanif PP • Senin, 3 November 2025 | 10:49 WIB
H. Abdul Hamid
H. Abdul Hamid

Oleh : Abdul Hamid*

Alhamdulillah, setiap ulang tahunnya, Kota Pontianak terlihat semakin menarik baik bagi warga kotanya, maupun bagi para pendatang, wisatawan  nasional maupun internasional. Pada peringatan ulang tahunnya yang ke-254 (23 Oktober 1771-2025), beberapa hari yang lalu, kemeriahan warganya semakin nyata, walaupun tentu saja tetap ada warga yang berduka karena kondisi negeri yang oleh sebagian warga negeri menyebutnya sebagai “memiliki dua matahari”. Satu matahari saja sudah membuat banyak orang yang kepanasan, apalagi dua. Namun semoga saja matahari yang satu, kalau benar-benar ada, segera tenggelam, ataupun meredup sinarnya seiring pergantian waktu.

Kota Pontianak, berdasarkan data yang dimiliki,  tercatat memiliki  luas wilayah  118, 209 km2, dengan jumlah penduduknya sekitar 690.277 jiwa. Dari hasil googling, ada ada tiga kota di Indonesia dengan luas wilayah, dan jumlah penduduknya yang mendekati Kota Pontianak. Ketiga kota tersebut adalah: Banjarmasin (98,46 km2; 682.360 jiwa),  Malang (110,06 km2,  891.859 jiwa), dan Bogor (118,50 km2, 1.083.780 jiwa).

Malang dan Bogor meskipun dari sisi luas wilayah kotanya tidak jauh berbeda dengan Kota Pontianak, tetapi jumlah penduduknya jauh lebih banyak. Banjarmasin ternyata mendekati Kota Pontianak, dengan kontur juga hampir mirip, dataran rendah dengan sungai utama Sungai Baritonya yang lebar,  seperti Sungai Kapuas. Keempat kota ini tentu punya kekhususan, ikon masing-masing, yang bisa di searching  di medsos.

Namun setidaknya ada sejumlah permasalahan yang sama tetapi berbeda pada keempat kota ini.

Kemacetan Lalu Lintas

Kemacetan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor, kendaraan pribadi maupun angkutan kota. Sistem angkutan umum yang belum ideal, tampaknya  tidak mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan secara maksimal. Penambahan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan luas badan jalan, menjadi akar masalah kepadatan lalu lintas. Kemacetan kian sering terjadi, termasuk akibat pedagang di sepanjang jalan-jala  tertentu, serta kurang disiplinnya pengemudi dalam berlalulintas. Sistem angkutan umum yang belum ideal tidak mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan secara maksimal. Berkembangnya angkutan orang dan barang seperti gojek, dan grabs, maksim atau sejenis, menambahkan padatnya lalulintas dalam kota.

Pengelolaan Persampahan

Volume sampah terus meningkat seiring pertambahan jumlah  penduduk, dan aktivitas industri/ perdagangan di dalam, dan ke luar kota, sementara kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) terbatas, belum terkelola dengan baik; serta keterlibatan  masyarakat dengan gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) masih terbatas. Solusi efektif boleh dikatakan belum ada. Tampaknya belum ditemukan cara yang tepat lagi efisien untuk keempat kota ini dalam jangka menengah dan panjang.

Banjir, termasuk genangan

Akibat kombinasi faktor alami seperti curah hujan, dan pasang air laut, serta masalah perkotaan seperti pertumbuhan penduduk, dan sedimentasi sungai/parit/saluran. Sungai-sungai besar mengalami masalah, sedimentasi, dan pencemaran. Hal ini diantaranya terjadi akibat tata kelola kota yang kurang optimal, perubahan fungsi ruang terbuka hijau menjadi permukiman, serta sistem drainase yang kurang memadai. Alih fungsi lahan, dan aktivitas pemukiman kumuh di sepanjang aliran sungai dalam kota, menyebabkan pencemaran sungai oleh limbah domestik, yang selanjutnya meningkatkan risiko banjir, dan merusak ekosistem air.

Sistem drainase yang kurang tepat. Tertutupnya lapisan permukaan tanah akibat bangunan perumahan, dan permukiman oleh aspal dan beton, menyebabkan air lebih banyak mengalir ke permukaan jalan/ halaman dibandingkan dengan meresap.  Saluran drainase yang tersumbat/ sengaja ditutup/ tertutup, dangkal, atau tidak terintegrasi dengan baik menyebabkan genangan air saat hujan maupun pasang. 

Permasalahan lain pada ke empat kota ini tentunya masih banyak, dan dapat berbeda, seperti yang dapat dibaca dari medsos, yang diantaranya adalah: pencemaran air (sungai/ parit/ saluran), dan pencemaran udara akibat pertambahan jumlah kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan penggunaan batubara sebagai pembangkit tenaga listrik, kerusakan lingkungan akibat erosi, serta kian berkurang/ hilangnya keanekaragaman hayati. Juga permasalahan pembangunan perumahan, dan permukiman yang terkesan kurang koordinasi serta pengawasan. Di samping itu ada juga permasalahan sosial-ekonomi (kemiskinan, pengangguran), kesehatan, pertumbuhan antar wilayah kota yang belum seimbang, dan tata ruang heritage-bangunan bangunan lama yang mempunyai nilai sejarah.  Selain permasalahan-permasalahan di atas,  dihadapi pula tantangan pertambahan jumlah penduduk, serta kendaraan bermotor, serta kebutuhan infrastruktur dasar/utama.

Memperhatikan hal-hal di atas , khusus untuk Kota Pontianak, Wali Kota dan Wakilnya, sebagai manajer utama wilayah kota, tentu saja harus  setidaknya terus berupaya untuk mencari solusi pemecahan permasalahan, dan menyusun konsep menjawab tantangan yang akan dihadapi yang disesuaikan dengan potensi/kemampuan pendanaan dalam berbagai aspek, guna mewujudkan visi kota:  "Pontianak Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan, dan Humanis".

Mengingat terbatasnya periode kepemimpinan wali kota/ wakilnya, disarankan sebagai berikut:

Pertama: Menyusun/ mempertajam visi kota, sebut saja visi kota Pontianak 2030 sesuai dengan kekuatan, kelemahan, peluang, tantangannya, agar mudah dievaluasi tingkat keberhasilannya kelak, pada akhir masa jabatan.

Kedua  : Memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi secara bertahap berdasarkan hirarki/prioritas, disesuaikan dengan pendanaan, dengan terus melakukan pembenahan infrastruktur dasar, permukiman kumuh.

Ketiga: Menyusun/ memperkuat perencanaan strategis kota,  yang jelas dan terarah untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kota, termasuk masalah anggaran dan infrastruktur, yang terfokus pada jasa dan perdagangan itu.

Keempat: Menggunakan/ mengembangkan pendekatan multi segi yang melibatkan pemerintah, teknologi, dan partisipasi warga kota;  seperti melanjutkan konsep kota pintar (smart city) sesuai dengan kondisi kota/prioritas, mengembangkan layanan transportasi cerdas, layanan digital yang terintegrasi; layanan publik digital berbasis aplikasi dan web, guna kian memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya menggunakan HP,  seperti perizinan, pengurusan dokumen, dan mempermudah dalam memberikan masukan.

Kelima: Mempersiapkan rencana menghadapi tantangan pertumbuhan kota dengan mempelajari kelebihan dan kekurangan kota Malang dan Bogor, atau kota lainnya yang relevan. Pertumbuhan kota yang pesat dapat membebani infrastruktur, meningkatkan permasalahan yang telah terjadi.  

Keenam: Menyusun atau mengembangkan basis data terpusat dengan membangun basis data kota yang terpadu, berbasis teknologi awan (cloud), atau yang lain, untuk mendukung perencanaan proyek infrastruktur yang lebih baik;

Ketujuh: Memanfaatkan/Menggunakan  data spasial dalam mengatasi kemiskinan, penganggur, kian melibatkan warga dalam perencanaan, penyelesaian permasalah wilayah kota.

Kedelapan: Peningkatan keterbukaan/transparasi  transparansi pembangunan, penggunaan dana, di mana warga bisa mengakses langsung, teruma dalam menggunakan dana , dan penggunaan dana oleh para wakil rakyat yang kian disorot baik di pusat maupun daerah, guna meningkatkan akuntabilitas.   

Kesembilan: Meningkatkan keterampilan, SDM di tingkat pemerintah kota, kecamatan/kelurahan berbasis kemajuan teknologi digital.

Siapa tahu sebelum tahun 2030, zapin massal warga kota yang mendapat penghargaan MURI, akan meningkat menjadi zapin massal se Indonesia, bahkan se ASEAN, dengan penyelenggaranya masyarakat Kota Pontianak, dengan mengembangkan ikon Waterfront City nya.  Insya Allah bisa. Semoga bermanfaat.

 

*) Penulis: Purnatugas Dosen Fak Teknik UNTAN sejak 2020, pemerhati masalah teknik sipil, infrastruktur, lingkungan hidup, Anggota PII

Editor : Hanif
#Kemeriahan #Mancanegara #pesona wisata #kota pontianak #ulang tahun #wisatawan lokal