Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kans Besar Ekonomi RI di 2026 Tembus 6 Persen

Hanif PP • Selasa, 6 Januari 2026 | 12:09 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

Oleh: Purbaya Yudhi Sadewa*

Saya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mampu menembus 6 persen. Sebab, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter semakin solid pada akhir 2025.

Perekonomian nasional memang sempat mengalami perlambatan cukup tajam sepanjang awal hingga triwulan III tahun lalu. Namun, perubahan kebijakan fiskal yang dilakukan Kementerian Keuangan serta dukungan Bank Sentral berhasil mendorong pemulihan signifikan pada triwulan IV.

Salah satu hambatan yang sempat muncul adalah kurang optimalnya penempatan Saldo Anggaran Lebih di perbankan, yang biasanya dana tersebut disimpan di Bank Indonesia. Kendala itu terjadi karena kebijakan fiskal dan moneter belum sepenuhnya selaras.

Tapi, kendala tersebut sudah dibereskan. Jadi, satu bulan terakhir sudah amat baik.

 

Sinkronisasi Kebijakan

Ke depan, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Sentral akan terus diperkuat. Dengan koordinasi yang semakin solid, perekonomian nasional memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh lebih cepat.

Jadi, pada 2026, harusnya pertumbuhan ekonomi 6 persen tidak akan terlalu sulit dicapai. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah akan mendorong belanja fiskal lebih cepat sejak awal tahun.

Selain itu, koordinasi kebijakan moneter dengan Bank Sentral juga akan ditingkatkan melalui komunikasi yang lebih intensif. Tak hanya itu, perbaikan iklim usaha dan investasi menjadi kunci utama.

Kementerian Keuangan juga telah membentuk Satgas Debottlenecking untuk mengurai berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Pada 23 Desember 2025, saya memimpin sidang perdana aduan debottlenecking melalui kanal Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah.

Dari sidang pertama itu, sudah bisa dilihat masalah yang dihadapi pebisnis. Tahun 2026 nanti, sidangnya akan semakin sering, seminggu sekali. Bakal kita hilangkan hal-hal yang menghambat para pelaku usaha.

Langkah tersebut juga mulai mendapat respons positif dari investor asing. Kalau ini dijalankan konsisten, iklim investasi bakal semakin membaik. Aturan-aturan yang mengganggu akan kami deteksi dan perbaiki secepatnya. Dengan bekal itu saja, sudah cukup untuk mendorong pertumbuhan 6 persen atau lebih. (*)

 

*) Menteri Keuangan Republik Indonesia

 

Editor : Hanif
#perekonomian indonesia #Moneter #kebijakan fiskal