Oleh: Sholihin HZ*
DALAM Islam, ada waktu-waktu tertentu di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Salah satunya adalah ketika seseorang sedang berpuasa. Ini adalah kabar gembira bagi setiap Muslim, karena sepanjang hari puasa sebenarnya kita berada dalam keadaan yang sangat dekat dengan rahmat Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).”
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya orang yang berpuasa. Sejak ia memulai puasanya hingga waktu berbuka tiba, ia berada dalam kondisi yang penuh keberkahan.
Mengapa doa orang yang berpuasa begitu istimewa? Karena saat berpuasa, seseorang sedang dalam keadaan taat dan tunduk kepada Allah. Ia meninggalkan makan, minum, dan keinginan lainnya demi menjalankan perintah-Nya. Rasa lapar dan haus yang dirasakan bukanlah penderitaan tanpa makna, melainkan bentuk ibadah. Dalam kondisi seperti itu, hati biasanya lebih lembut dan lebih khusyuk.
Ketika perut kosong, seseorang lebih mudah merasakan ketergantungan kepada Allah. Ia sadar bahwa kekuatan dirinya terbatas. Ia tidak bisa hidup tanpa rezeki yang Allah berikan. Kesadaran inilah yang membuat doa menjadi lebih tulus. Tidak sekadar ucapan di lisan, tetapi benar-benar keluar dari hati.
Waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa adalah menjelang berbuka puasa. Beberapa menit sebelum azan Maghrib adalah saat yang penuh harap. Dalam keadaan lelah dan haus, seorang Muslim mengangkat tangan dan memohon kepada Allah. Ia tahu bahwa sebentar lagi ia akan berbuka, tetapi sebelum itu ia memanfaatkan momen istimewa tersebut untuk berdoa.
Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan doa ketika berbuka puasa. “Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruq wa tsabatal ajru insya Allah.” Artinya, telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.
Doa ini mengajarkan rasa syukur setelah seharian menahan diri. Doa orang yang berpuasa tidak hanya tentang permintaan duniawi. Kita boleh memohon rezeki, kesehatan, atau kemudahan urusan. Namun puasa juga waktu yang tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan meminta hati yang lebih bersih. Saat hati sedang lembut karena puasa, doa untuk perubahan diri terasa lebih dalam.
Banyak orang merasakan perubahan dalam hidupnya karena memanfaatkan momen puasa untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Ada yang berdoa agar diberi ketenangan dalam keluarga, lalu Allah mudahkan komunikasi di rumah. Ada yang berdoa agar dimudahkan dalam pekerjaan, lalu Allah bukakan jalan rezeki. Semua itu menunjukkan bahwa doa di waktu puasa bukanlah hal yang sia-sia.
Namun, penting juga untuk menjaga adab dalam berdoa. Berdoalah dengan yakin bahwa Allah Maha Mendengar. Jangan tergesa-gesa dan jangan berputus asa jika belum langsung melihat hasilnya. Allah bisa mengabulkan doa dengan berbagai cara: mengabulkan sesuai permintaan, menggantinya dengan yang lebih baik, atau menyimpannya sebagai pahala di akhirat. Puasa mengajarkan kita untuk sabar, dan doa mengajarkan kita untuk berharap. Ketika keduanya digabungkan, lahirlah kekuatan spiritual yang luar biasa. Seorang Muslim tidak hanya kuat secara fisik menahan lapar, tetapi juga kuat secara rohani karena selalu terhubung dengan Allah melalui doa.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan emas ini. Saat berpuasa, perbanyaklah doa. Mintalah kebaikan dunia dan akhirat. Curahkan isi hati kepada Allah dengan penuh keyakinan. Karena sebagaimana sabda Rasulullah, doa orang yang berpuasa termasuk yang tidak tertolak. Semoga setiap doa yang kita panjatkan di bulan Ramadan dan di hari-hari puasa lainnya menjadi jalan turunnya rahmat dan keberkahan dalam hidup kita.**
*Penulis adalah Kepala MAN 1 Pontianak.
Editor : Miftahul Khair