Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Guru Tidak Harus Jago Teknologi untuk Mengajar di Era Digital

Hanif • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

 

Oleh: Nuraiman, S. Pd., M. Pd.*

"Maaf, saya gaptek." Kalimat itu masih sering terdengar ketika pelatihan teknologi dimulai. Sebagian guru bahkan merasa minder sebelum mencoba. Seolah-olah pembelajaran digital hanya diperuntukkan bagi mereka yang mahir menggunakan komputer, membuat video, atau menguasai berbagai aplikasi. Akibatnya, teknologi dipandang sebagai beban, bukan sebagai alat yang membantu proses pembelajaran.

Padahal, memasuki era digital tidak berarti setiap guru harus menjadi kreator konten. Guru juga tidak harus membuat sendiri seluruh media pembelajaran. Yang lebih penting adalah kemampuan memilih, memanfaatkan, dan mengelola sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Kabar baiknya, kini tersedia platform yang dirancang untuk memudahkan guru memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah Portal Ruang Murid dalam superaplikasi Rumah Pendidikan. Portal ini dapat diakses menggunakan akun belajar.id yang telah dimiliki seluruh guru di Indonesia. Guru tidak perlu membuat akun baru. Cukup masuk menggunakan akun tersebut, berbagai sumber belajar siap dimanfaatkan. Di dalamnya tersedia buku digital, video pembelajaran, media interaktif, serta latihan soal.

Tampilan Portal Ruang Murid juga sederhana sehingga mudah dipelajari. Guru cukup memilih materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Materi tersebut dapat digunakan di kelas maupun sebagai bahan pengayaan di rumah. Guru tidak perlu mendesain media, membuat animasi, atau menguasai aplikasi yang rumit. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus membimbing diskusi, mengamati perkembangan belajar, memberikan umpan balik, serta mendampingi murid yang masih mengalami kesulitan.

Keunggulan lainnya terletak pada kualitas sumber belajar. Di tengah melimpahnya materi di internet, guru sering kali ragu menentukan sumber yang tepat. Portal Ruang Murid membantu mengatasi keraguan tersebut. Konten yang tersedia telah melalui proses penelaahan, kurasi, dan penjaminan mutu sehingga lebih tepercaya serta relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Portal Ruang Murid juga mendukung penguatan literasi. Guru dapat memanfaatkan koleksi buku digital untuk membangun budaya membaca, misalnya melalui program membaca selama lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai. Setelah membaca, murid dapat menyampaikan gagasan utama, membuat ringkasan, atau menulis refleksi. Kegiatan sederhana ini melatih kemampuan memahami informasi, menganalisis bacaan, dan berpikir kritis.

Pada aspek numerasi, portal ini menyediakan video pembelajaran, media interaktif, serta gim edukatif. Berbagai media tersebut membantu murid memahami konsep matematika secara lebih konkret. Materi seperti pecahan, geometri, dan logika disajikan melalui visualisasi yang menarik serta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi berpusat pada hafalan rumus, melainkan pada kemampuan bernalar dan memecahkan masalah.

Portal Ruang Murid juga mendukung asesmen formatif. Latihan singkat disajikan sepanjang proses pembelajaran sehingga guru dapat mengetahui tingkat pemahaman murid sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Jika ditemukan kesulitan atau miskonsepsi, guru dapat segera memberikan penguatan. Dengan cara ini, asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar alat untuk memberikan nilai.

Pendekatan tersebut selaras dengan arah kebijakan asesmen yang menekankan kemampuan bernalar. Dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), murid tidak hanya dituntut mengingat informasi, tetapi juga memahami bacaan, menganalisis data, menarik kesimpulan, serta memecahkan masalah. Melalui berbagai latihan yang tersedia di Portal Ruang Murid, murid dibiasakan menghadapi soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Semakin sering mereka berlatih, semakin siap pula mereka menghadapi berbagai bentuk asesmen yang mengukur kemampuan akademik secara komprehensif.

Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas belajar. Murid dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja melalui gawai atau komputer yang terhubung ke internet. Materi dapat dipelajari kembali sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. Kebiasaan ini menumbuhkan kemandirian sekaligus membangun budaya belajar sepanjang hayat.

Transformasi digital bukan tentang menghadirkan teknologi yang semakin rumit. Tujuannya adalah mempermudah pekerjaan guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Portal Ruang Murid membuktikan bahwa pembelajaran digital dapat dimanfaatkan oleh semua guru. Terlebih, aksesnya cukup menggunakan akun belajar.id yang telah dimiliki setiap guru. Yang dibutuhkan bukanlah menjadi ahli teknologi, melainkan kemauan untuk memanfaatkan teknologi demi membantu murid belajar dengan lebih baik.

Era digital bukan hanya milik guru muda atau mereka yang terbiasa menggunakan berbagai aplikasi. Setiap guru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Murid tidak membutuhkan guru yang paling mahir menggunakan teknologi. Mereka membutuhkan guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak.

 

*Penulis adalah Pengawas SMP Disdikbud Kabupaten Sambas.

Editor : Hanif
#ruang murid #teknologi #literasi #guru #Pembelajaran Digital