PONTIANAK POST – Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia membuat curah hujan menjadi tidak menentu.
Bagi pengendara sepeda motor, persiapan ekstra sangat diperlukan agar tetap aman dan nyaman saat berkendara di tengah hujan.
Selain membawa jas hujan, pengecekan motor secara berkala juga sangat penting.
Pasalnya, air hujan mengandung zat asam yang dapat merusak beberapa komponen motor, mulai dari bodi, rantai, hingga sistem kelistrikan.
Jika dibiarkan, motor bisa cepat rusak dan bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Melansir dari Astra Honda (17/3), berikut adalah bagian motor yang perlu dicek secara rutin selama musim hujan agar tetap dalam kondisi optimal.
- Periksa Kondisi Ban Motor
Ban motor merupakan bagian paling vital saat berkendara di jalan basah. Pastikan tekanan angin sesuai standar:
- Motor matic & bebek: 28–30 psi (depan), 31–33 psi (belakang).
- Motor sport: 39–41 psi (depan dan belakang).
Jangan abaikan kondisi ban! Jika sudah gundul, segera ganti. Cek Tread Wear Indicator (TWI) di dinding ban.
Jika sudah tersentuh permukaan, artinya ban harus diganti untuk menghindari selip atau pecah ban.
- Cek Rem Cakram dan Tromol
Rem yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat jalanan licin.
Pastikan kampas rem tidak aus dan bersihkan cakram dari kotoran atau lumpur agar tidak mengurangi daya cengkramnya.
Jika motor menggunakan rem tromol, cek apakah tuas panel belakang masih dalam kondisi baik atau sudah perlu disetel ulang.
- Pastikan Busi dan Cop Busi dalam Kondisi Kering
Busi berperan penting dalam sistem pembakaran motor.
Air hujan yang masuk ke area busi dapat menyebabkan mesin motor sulit dinyalakan.
- Cara mengecek busi:
- Lepaskan cop (karet penutup busi) dan pastikan tidak ada air atau kotoran.
- Jika busi sudah aus, segera ganti untuk menghindari motor mati mendadak di tengah jalan.
- Periksa Kelistrikan Motor
Sistem kelistrikan juga rentan terhadap air hujan.
Pastikan lampu depan, klakson, dan indikator lainnya berfungsi dengan baik.
Lampu sangat penting saat hujan karena membantu visibilitas pengendara lain. Jika ada lampu redup atau mati, segera ganti untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Rawat Rantai atau CVT Motor
Bagi motor manual:
- Air hujan bisa menyebabkan rantai berkarat. Oleh karena itu, lakukan pelumasan rantai secara berkala dengan chain lube agar tidak cepat aus.
- Pastikan rantai tidak terlalu kendor. Jika terlalu longgar, rantai bisa mudah lepas dan menyebabkan kecelakaan.
Bagi motor matic:
- Hindari melewati genangan air yang terlalu dalam karena bisa merusak sistem CVT. Jika air masuk ke CVT, efeknya transmisi bisa mengalami slip dan komponen bisa cepat aus.
Dengan melakukan pengecekan motor secara rutin, Anda tidak perlu khawatir berkendara saat hujan.
Motor tetap aman, nyaman, dan tahan lama.
Jangan lupa juga untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, sarung tangan, dan jaket anti air.
Jangan biarkan hujan menghambat aktivitasmu, tetap berkendara dengan aman dan nyaman! (mif)
Editor : Miftahul Khair