PONTIANAK POST - Spekulasi mengenai masa depan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, di kubu Ducati memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.
Meski laporan menyebut sang pembalap Spanyol telah sepakat untuk bertahan di Borgo Panigale untuk musim 2027, format kontrak yang diajukan dikabarkan menjadi batu sandungan besar bagi pabrikan asal Italia tersebut.
Melansir laporan dari GPOne, Marquez disebut-sebut hanya bersedia menandatangani kesepakatan dengan format "1+1".
Baca Juga: Jack Miller Terancam Out! Yamaha Siapkan Senna Agius Gantikan di Pramac MotoGP 2027
Artinya, The Baby Alien hanya berkomitmen penuh untuk musim 2027, dengan opsi perpanjangan atau hengkang pada musim 2028.
Hal ini berbanding terbalik dengan keinginan Ducati yang ingin menduetkan Marquez dengan bintang muda Pedro Acosta dalam kontrak durasi dua tahun langsung.
Kondisi fisik dan daya saing motor menjadi alasan utama Marquez bersikap hati-hati.
Hingga April 2026, Marquez diketahui belum mampu menembus podium Grand Prix, sementara motor Ducati tidak lagi sedominan musim lalu dibandingkan pesaing seperti Aprilia.
Cedera yang membekas sejak musim 2025 juga dikabarkan membuat Marquez ragu untuk berkomitmen terlalu lama jika dirinya tidak lagi mampu bertarung di barisan depan.
Marquez akan pensiun dari MotoGP saat ia tidak lagi bisa memperebutkan kemenangan dan podium.
Ia ingin menghindari situasi yang tidak tertahankan di mana ia tidak kompetitif pada 2028.
Analis balap Ricard Jove menilai langkah Marquez sebagai strategi yang sangat cerdas.
"Marquez akan bebas menilai masa depannya setelah menguji regulasi mesin 850cc baru dan melihat kondisi fisiknya di tahun 2027," ungkap Jove dalam ulasannya.
Di sisi lain, rumor kepulangan Marquez ke Honda kembali berembus kencang di paddock.
Meski Honda dikabarkan telah mengamankan Fabio Quartararo dengan nilai kontrak fantastis, pabrikan Jepang itu diyakini tetap menyediakan ruang bagi anak emas mereka jika sang pembalap memutuskan hengkang dari Ducati akhir tahun depan.
Penundaan pengumuman resmi kontrak ini diduga karena tim masih menunggu kesepakatan regulasi baru MotoGP yang sedang dinegosiasikan. (*)
Editor : Budi Miank