PONTIANAK POST - BMW X5 dan Audi Q7 memasuki generasi terbaru dengan pembaruan besar di berbagai sektor.
Keduanya tetap menyasar segmen SUV premium, namun mengusung filosofi yang berbeda.
BMW memilih pendekatan futuristis dengan beragam pilihan sistem penggerak, sedangkan Audi mempertahankan karakter SUV mewah yang lebih konvensional dengan fokus pada ruang kabin dan kenyamanan.
Baca Juga: BMW X5 Baru Hadir Lebih Modern Tanpa Menambah Kemampuan Off-Road Ekstrem
Dilansir dari Motor1, dari sisi desain, BMW X5 mengadopsi bahasa desain Neue Klasse dengan garis bodi yang lebih bersih, lampu depan tipis, grille kidney berlampu, serta gagang pintu yang menyatu pada trim jendela.
Sebaliknya, Audi Q7 tetap mempertahankan identitas khasnya melalui grille Singleframe, kap mesin tinggi, dan fender berotot yang memberikan kesan kokoh.
Audi juga membekali Q7 dengan lampu Digital Matrix LED dan lampu belakang OLED generasi ketiga yang dapat menampilkan berbagai pola pencahayaan.
Baca Juga: Audi, Porsche, hingga Lamborghini Ikut Terdampak Restrukturisasi Volkswagen
Ukuran kedua SUV juga berbeda. Audi Q7 memiliki panjang 5.057 mm, lebar 2.012 mm, dan tinggi 1.808 mm dengan jarak sumbu roda 2.995 mm.
BMW X5 sedikit lebih pendek dengan panjang 4.994 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.748 mm, namun memiliki wheelbase lebih panjang, yakni 3.035 mm.
Masuk ke kabin, BMW menghadirkan perubahan paling signifikan melalui Panoramic Vision Display yang membentang di dasar kaca depan.
Baca Juga: BYD Racco Hadir 28 Juli, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh 320 Km
Sistem infotainmen menggunakan layar sentuh 17,9 inci dengan BMW Operating System X serta opsi layar penumpang berukuran 14,6 inci.
Audi memilih pendekatan yang lebih konservatif dengan MMI Panorama OLED Display, layar khusus penumpang, serta sistem perintah suara yang telah terintegrasi dengan ChatGPT.
Material kayu asli dan panoramic roof elektrokromatik menjadi bagian dari peningkatan kualitas interior Q7.
Dalam aspek kepraktisan, Audi Q7 menawarkan fleksibilitas lebih tinggi berkat konfigurasi lima, enam, atau tujuh penumpang.
Baris kedua juga dapat digeser untuk menyesuaikan ruang kaki maupun kapasitas bagasi.
Kapasitas bagasinya mencapai 73,3 kaki kubik saat kursi belakang dilipat, lebih besar dibanding BMW X5 yang mencapai 65,3 kaki kubik pada versi bermesin bensin dan mild hybrid.
Di sektor performa, BMW X5 menawarkan pilihan mesin paling beragam.
Konsumen dapat memilih mesin bensin enam silinder segaris 3.0 liter bertenaga 394 hp, versi plug-in hybrid 483 hp, hingga model listrik iX5 dengan tenaga 578 hp.
BMW bahkan telah mengonfirmasi varian hidrogen akan hadir pada 2028. Seluruh varian menggunakan sistem penggerak semua roda xDrive sebagai standar.
Sementara itu, Audi Q7 mengandalkan mesin V6 2,9 liter twin-turbo yang menghasilkan 429 hp dan torsi 442 lb-ft.
Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis Tiptronic delapan percepatan dan sistem penggerak quattro permanen. SUV ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 96 km/jam (60 mph) dalam 4,8 detik.
Dari sisi harga, BMW X5 dipasarkan mulai 69.800 dolar AS untuk varian bermesin bensin.
Versi plug-in hybrid dibanderol 77.500 dolar AS, sedangkan iX5 listrik mulai 79.800 dolar AS. Audi belum mengumumkan harga final, namun diperkirakan mulai sekitar 75.000 dolar AS.
Motor1 menyimpulkan bahwa BMW X5 lebih cocok bagi konsumen yang menginginkan teknologi terbaru dan pilihan sistem penggerak yang lebih luas, termasuk listrik dan hidrogen.
Baca Juga: Kecelakaan Pertama BYD Seal 08 Perlihatkan Beda Kerusakan dengan Mobil Lawan Tabrakan
Di sisi lain, Audi Q7 lebih unggul bagi pembeli yang membutuhkan kabin lebih lapang, konfigurasi hingga tujuh penumpang, serta karakter SUV premium yang lebih tradisional. (*)
Editor : Chairunnisya