Pertalite Ditata, 139 Juta Motor Siap Beralih ke Listrik? Ini Proyeksinya!

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:02 WIB
Ilustrasi syarat konversi motor listrik. (ANTARA)
Ilustrasi syarat konversi motor listrik. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Penataan kembali penyaluran Pertalite dinilai dapat menjadi momentum untuk mempercepat peralihan masyarakat dari motor berbahan bakar minyak ke sepeda motor listrik.

Peluang tersebut cukup besar karena Indonesia memiliki sekitar 139,45 juta sepeda motor, sehingga perubahan pada kendaraan roda dua berpotensi ikut memengaruhi konsumsi BBM nasional.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi mengatakan penataan Pertalite seharusnya tidak hanya dilihat sebagai upaya memperbaiki penyaluran subsidi.

Baca Juga: Motor Bensin Disulap Jadi Listrik, PLN Libatkan Siswa SMK dalam Pelatihan Konversi

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya memperluas pilihan kendaraan yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang,” kata Budi dikutip dari Antara (14/8).

139 Juta Motor Jadi Peluang Besar

Besarnya jumlah sepeda motor yang digunakan masyarakat menjadi salah satu alasan AISMOLI melihat elektrifikasi roda dua memiliki potensi besar.

Berdasarkan data BPS 2025 yang disampaikan AISMOLI, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 139,45 juta unit.

Baca Juga: Pertalite Bakal Dibatasi untuk Mobil, Roda Dua Aman

Angka tersebut membuat perubahan dari motor bensin ke motor listrik berpotensi memberikan dampak terhadap konsumsi energi apabila dilakukan dalam jumlah besar.

Namun, AISMOLI tidak menyebut seluruh sepeda motor tersebut akan langsung beralih ke listrik. Peralihan dipandang sebagai proses yang membutuhkan dukungan produk, infrastruktur dan ekosistem yang memadai.

Dengan kata lain, penataan Pertalite dapat menjadi salah satu momentum, tetapi keputusan masyarakat untuk mengganti kendaraan tetap bergantung pada berbagai faktor.

900 Ribu Motor Listrik Bisa Kurangi 320 Juta Liter BBM

Potensi penghematan tersebut sebelumnya telah dihitung Kementerian ESDM. Pada 2022, Kementerian ESDM memperkirakan penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun.

Penggunaan kendaraan listrik dalam jumlah tersebut juga diperkirakan dapat menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar.

Dari sisi pengguna, penghematan biaya BBM juga menjadi salah satu keuntungan yang dihitung pemerintah. Pengguna sepeda motor listrik diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp2,68 juta per tahun.

Baca Juga: Motor Trail Listrik Sprint-3K Karya Anak Bangsa: Dirancang Khusus untuk Operasi TNI dan Polri

Angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, sehingga penghematan yang diterima masing-masing pengguna dapat berbeda sesuai pola pemakaian kendaraan.

Motor Listrik Harus Punya Alasan untuk Dipilih

Meski peluangnya besar, AISMOLI menilai peralihan dari motor bensin ke listrik tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan terkait BBM.

Masyarakat tetap membutuhkan produk yang aman dan berkualitas dengan harga kompetitif. Ketersediaan suku cadang serta layanan purnajual juga menjadi faktor penting sebelum konsumen memutuskan berpindah teknologi.

Selain itu, infrastruktur pengisian dan penukaran baterai perlu diperkuat agar penggunaan motor listrik semakin praktis.

Baca Juga: Motor Listrik Mulai Dilirik karena Efisiensi Biaya, Bukan Sekadar Tren Kendaraan Hijau

Perlindungan konsumen juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap kendaraan listrik. Artinya, peralihan tidak berhenti pada persoalan membeli motor baru, tetapi menyangkut pengalaman pengguna selama kendaraan tersebut digunakan.

Industri Nasional Juga Harus Bersiap

AISMOLI juga menilai percepatan elektrifikasi perlu dibarengi dengan penguatan industri dalam negeri.

Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri serta pengembangan pemasok lokal menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan demikian, pertumbuhan motor listrik tidak hanya mendorong perubahan pola konsumsi energi, tetapi juga dapat memperkuat rantai industri nasional.

Momentum kendaraan listrik nasional juga semakin terlihat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional (MOLINAS) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Pada akhirnya, penataan Pertalite belum berarti era motor bensin akan langsung berakhir. Namun, dengan populasi sepeda motor yang mencapai 139,45 juta unit, peralihan sebagian kendaraan ke listrik memiliki potensi besar untuk mengurangi konsumsi BBM.

Bagi industri, tantangannya kini bukan sekadar membuat masyarakat tertarik terhadap motor listrik. Produk harus semakin aman, terjangkau, mudah dirawat dan didukung ekosistem yang membuat konsumen benar-benar memiliki alasan untuk meninggalkan motor bensin.

Editor : Miftahul Khair
penataan pertalite Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia kementerian esdm konversi motor listrik Aismoli