Changan Rilis Teknologi Auto Pilot Antikecelakaan, Investasinya Rp157 Triliun

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 23:16 WIB
MOBIL PINTAR: Changan Nevo Q06 melaju di jalan. Mobil ini menjadi model produksi pertama yang dibekali SDA Pilot Ultra, teknologi bantuan berkendara dengan 31 fitur keselamatan aktif. (AI)
MOBIL PINTAR: Changan Nevo Q06 melaju di jalan. Mobil ini menjadi model produksi pertama yang dibekali SDA Pilot Ultra, teknologi bantuan berkendara dengan 31 fitur keselamatan aktif. (AI)

 

PONTIANAK POST — Changan Group meluncurkan Changan SDA Pilot, sistem bantuan pengemudi canggih atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dikembangkan secara mandiri. Teknologi tersebut menawarkan bantuan navigasi, parkir, dan 31 fitur keselamatan aktif untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Pengembangannya ditopang investasi riset dan pengembangan lebih dari 7,7 miliar euro atau sekitar Rp157 triliun. Changan juga membentuk tim teknologi mengemudi pintar yang kini beranggotakan lebih dari 7.500 orang.

SDA Pilot tersedia dalam tiga tingkatan, yakni Pro, Max, dan Ultra. Changan Nevo Q06 menjadi mobil produksi pertama yang menggunakan varian tertinggi, SDA Pilot Ultra.

31 Fitur Cegah Kecelakaan

SDA Pilot Ultra memiliki 31 fitur keselamatan aktif. Sistem tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi bahaya serta mencegah atau mengurangi dampak kecelakaan.

Varian ini juga dilengkapi Highway Navigation Cruise Assist dan Urban Navigation Cruise Assist. Keduanya membantu kendaraan bernavigasi di jalan tol dan kawasan perkotaan.

Fitur intelligent parking assist mendukung lebih dari 400 skenario parkir. Pengemudi tetap harus mengawasi lingkungan sekitar dan siap mengambil alih kendali apabila sistem menghadapi situasi yang tidak dapat ditangani.

ADAS Bukan Mobil Tanpa Sopir

SDA Pilot merupakan teknologi bantuan berkendara. Kehadiran navigasi otomatis dan bantuan parkir tidak berarti pengemudi dapat melepaskan perhatian dari jalan.

Kemampuan setiap fitur juga dapat berbeda bergantung pada varian kendaraan, kondisi jalan, cuaca, marka, regulasi, dan negara pemasaran. Konsumen perlu memahami batas operasional sistem sebelum menggunakannya.

LiDAR Membaca Bahaya

SDA Pilot Ultra ditopang cip komputasi berkapasitas 560 TOPS dan LiDAR 256 kanal. Perangkat tersebut memproses informasi lingkungan kendaraan dalam hitungan milidetik.

TOPS merupakan ukuran kemampuan cip melakukan triliunan operasi per detik. Kapasitas tinggi dibutuhkan untuk mengolah data dari sensor dan mengambil keputusan secara cepat.

LiDAR aktif bekerja dengan frekuensi pemrosesan hingga 10 hertz. Changan menyebut teknologi itu dapat membantu mendeteksi bahaya dalam kondisi minim cahaya, silau, hujan, dan kabut.

Klaim tersebut tetap membutuhkan pengujian pada hujan lebat, genangan, lalu lintas sepeda motor, serta marka jalan yang tidak seragam. Kondisi semacam itu lazim ditemui pengendara di Indonesia.

Dilatih dengan Data Nyata

Changan melatih model kecerdasan buatan SDA Pilot menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara nyata. Sistem end-to-end large model itu dirancang agar respons kendaraan terasa lebih natural.

Pengembangan dan pengujian dilakukan melalui Changan SDA Lab. Fasilitas tersebut beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Laboratorium itu mendukung lebih dari 400 ribu skenario simulasi virtual. Simulasi perjalanan mencapai 3,3 juta kilometer per hari dengan kondisi iklim dari 224 wilayah di dunia.

Bisa Mengenali Perintah Suara

SDA Pilot menggunakan navigasi interaktif berbasis model multimodal yang memadukan kemampuan visual dan suara. Pengguna dapat memberikan instruksi dengan bahasa sehari-hari.

Sistem juga dapat mempelajari pola dan preferensi berkendara pengguna. Penggunaan data tersebut memerlukan perlindungan privasi, keamanan siber, dan pilihan bagi pemilik kendaraan untuk mengatur penyimpanan data.

Dikembangkan Sejak 2009

President Changan Group Zhao Fei mengatakan pengembangan teknologi mengemudi pintar dimulai sejak 2009. Ketika itu, teknologi tersebut masih berada pada tahap riset laboratorium di Tiongkok.

Pada 2011, Changan membuat purwarupa fitur peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur. Perusahaan kemudian memproduksi massal Integrated Adaptive Cruise Control Level 2 pada 2018.

Pada 20 Desember 2025, Changan memperoleh pelat nomor resmi pertama di Tiongkok untuk pengemudian otomatis bersyarat Level 3. Penggunaan teknologi Level 3 tetap bergantung pada wilayah operasi dan ketentuan regulator.

“SDA Pilot merupakan hasil dari berbagai pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama proses tersebut,” kata Zhao.

Nevo Q06 Buka Pemesanan

Bersamaan dengan peluncuran SDA Pilot, Changan membuka prapemesanan Nevo Q06. Model tersebut menjadi kendaraan produksi pertama yang menggunakan SDA Pilot Ultra.

Belum dijelaskan dalam bahan yang tersedia apakah seluruh kemampuan SDA Pilot Ultra akan langsung dapat digunakan di Indonesia. Ketersediaannya perlu menyesuaikan homologasi, peta navigasi, infrastruktur, dan regulasi nasional.

Chairman Changan Group Zhu Huarong mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengembangan teknologi secara mandiri. Pertumbuhan tim menjadi lebih dari 7.500 orang memperlihatkan besarnya sumber daya yang disiapkan.

“Kami akan terus menjalankan strategi transformasi cerdas dan mengembangkan teknologi inti secara mandiri,” ujar Zhu.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Changan SDA Pilot ADAS Changan SDA Pilot Ultra fitur keselamatan mobil teknologi mengemudi pintar