PONTIANAK POST - Juara dunia bertahan Jorge Martin mengaku sangat tersentuh oleh pujian Pedro Acosta atas kebangkitannya setelah kecelakaan horor di Qatar tahun lalu.
Pembalap Aprilia itu menyebut hanya sesama rider yang benar-benar memahami perjuangan untuk kembali ke level tertinggi.
Martin mengalami kecelakaan serius di MotoGP Qatar 2025 yang membuatnya absen dalam sebagian besar musim.
Baca Juga: Marc Marquez Batal Pensiun dari MotoGP, Diam-Diam Teken Kontrak Baru Bareng Ducati hingga 2028
Bagi pembalap mana pun, situasi tersebut sudah cukup menghancurkan.
Namun bagi Martin, yang saat itu menyandang status juara dunia, insiden tersebut menjadi pukulan telak dalam kariernya.
Musim 2026 menjadi panggung pembuktian. Hingga seri terkini, Martin kembali bersaing di papan atas klasemen dan hanya terpaut empat poin dari rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi.
Kebangkitan itu bahkan disebut Pedro Acosta sebagai salah satu comeback terhebat dalam sejarah olahraga.
Baca Juga: Sekrup di Bahu Kiri Bergeser, Vinales Mundur dari MotoGP Spanyol yang Bikin KTM Kesal
Dalam wawancaranya dengan media Spanyol AS, Acosta mengatakan, “Comeback Jorge adalah salah satu yang terhebat dalam sejarah olahraga. Setelah semua yang ia alami tahun lalu, apa yang ia lakukan sekarang benar-benar luar biasa.”
Martin pun merespons dengan penuh apresiasi.
“Ya, saya membacanya. Saya membacanya dan saya sepenuhnya setuju,” ujar Martin kepada AS.
“Saya sangat menghargai kata-kata Pedro. Saya pikir hanya para pembalap yang tahu apa yang kami lalui.”
Ia menambahkan, perjuangan untuk kembali kompetitif setelah cedera berat bukanlah hal yang mudah dipahami banyak orang.
“Sedikit orang yang menghargai ketika semuanya berjalan baik, dan hanya sangat sedikit yang pernah menderita yang benar-benar tahu bagaimana rasanya harus kembali ke depan. Saya sangat bersyukur,” ucapnya.
Baca Juga: Comeback Usai Libur Sebulan, Di Giannantonio Tercepat di FP1 MotoGP Spanyol 2026
Martin bahkan mengklaim dirinya kini menjadi pembalap yang lebih baik dibanding sebelum cedera.
Ia merasa telah mencapai kondisi 100 persen dan siap memburu gelar kembali musim ini.
Persaingan internal di Aprilia pun diprediksi akan memanas. Martin dan Bezzecchi sama-sama berada dalam perebutan gelar, situasi yang berpotensi menciptakan dinamika sensitif di dalam tim.
Apalagi Martin telah dipastikan akan hengkang ke Yamaha pada musim depan.(*)
Editor : Budi Miank