PONTIANAK POST - Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer, kini mulai memahami secara langsung mengapa Francesco Bagnaia begitu kesulitan menaklukkan motor Ducati GP25 pada musim MotoGP 2025.
Mengendarai motor yang sama musim ini, Aldeguer mengeluhkan persoalan serupa, terutama pada bagian depan motor dan manajemen ban.
Dalam wawancara usai tes di Jerez yang dikutip Speedweek, Aldeguer menegaskan perlunya pembenahan sektor front end jelang MotoGP Prancis di Le Mans.
“Kami juga mencoba mencari sesuatu yang bisa membantu saya lebih dekat ke apex tikungan saat pengereman dan masuk tikungan. Kami mencoba beberapa hal, ada yang berhasil, ada juga yang tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Itu jelas membantu , juga dengan mempertimbangkan Le Mans. Bagi kami, ini pada dasarnya adalah persiapan untuk Grand Prix berikutnya.”
Keluhan tersebut terdengar familiar. Sepanjang 2025, Bagnaia secara rutin menyampaikan kritik serupa terkait feeling bagian depan motor.
Namun, Ducati kala itu disebut-sebut menganggap problem tersebut lebih pada pendekatan mental setelah berbagai solusi teknis dicoba tanpa hasil signifikan.
Situasi Bagnaia musim lalu memang kontras. Saat Marc Marquez melaju mulus menuju gelar dunia, Bagnaia justru gagal meraih poin dalam 18 dari total 44 balapan yang diikutinya.
Relasinya dengan tim memanas dan kontraknya dilaporkan tidak diperpanjang untuk musim 2027. Ia pun dikabarkan akan bergabung dengan Aprilia mulai 2027.
Tak hanya soal kendali saat pengereman dan masuk tikungan, Aldeguer juga mengakui mengalami degradasi ban yang lebih cepat, masalah yang sebelumnya diungkap Valentino Rossi sebagai titik lemah baru Bagnaia pada 2025.
Padahal, menjaga daya tahan ban merupakan salah satu kekuatan utama Bagnaia di musim-musim sebelumnya.
“Salah satu hal yang kami fokuskan adalah keausan ban. Tahun lalu, saya masih punya cadangan performa lebih di akhir balapan, dan kami ingin memahami itu dengan lebih baik,” kata Aldeguer.
Musim lalu, ia dikenal piawai mengelola ban Michelin saat debutnya, namun kini justru menghadapi penurunan performa di akhir lomba.
Secara klasemen, Aldeguer masih tercecer di posisi ke-15 dengan 20 poin setelah sempat absen pada seri pembuka akibat cedera.
Meski memiliki rekor 100 persen lolos ke Q2 musim ini, hasil balapannya belum konsisten, termasuk finis kesembilan di GP Spanyol ketika rekan setimnya, Alex Marquez, tampil kompetitif.
Ironisnya, keputusan Ducati mengalokasikan motor spek lebih baru kepada Alex Marquez setelah finis runner-up musim lalu membuat Aldeguer tetap memakai GP25. (*)
Editor : Budi Miank