Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Fabio Quartararo Ungkap Alasan Tetap Bertahan di MotoGP Meski Lama Tak Menang Balapan

Budi Miank • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:03 WIB
Fabio Quartararo tetap termotivasi meski sudah hampir empat tahun tanpa kemenangan di MotoGP. (INSTAGRAM/@fabioquartararo20)
Fabio Quartararo tetap termotivasi meski sudah hampir empat tahun tanpa kemenangan di MotoGP. (INSTAGRAM/@fabioquartararo20)

PONTIANAK POST - Fabio Quartararo akhirnya buka suara soal masa sulit yang dialaminya bersama Yamaha dalam beberapa musim terakhir MotoGP. 

Meski sudah hampir empat tahun gagal meraih kemenangan grand prix, juara dunia MotoGP 2021 itu menegaskan dirinya tidak memiliki apa pun untuk dibuktikan kepada publik.

Quartararo datang ke MotoGP Prancis di Le Mans akhir pekan ini dengan tekanan besar setelah melewati 76 balapan tanpa kemenangan. 

Baca Juga: Bos Tech3 Bongkar Negosiasi Rahasia dengan Honda, Masa Depan KTM di MotoGP Terancam

Situasi tersebut menjadi sorotan karena pembalap asal Prancis itu sempat digadang-gadang sebagai penerus Marc Marquez saat memulai karier di kelas premier.

Namun, Quartararo mengaku kini lebih fokus untuk kembali kompetitif demi dirinya sendiri, bukan demi menjawab kritik atau ekspektasi publik.

“Saya tidak punya apa pun untuk dibuktikan. Jika saya masih di sini, itu karena saya ingin kembali untuk diri saya sendiri,” kata Fabio Quartararo dikutip dari Crash.net.

Rider Monster Energy Yamaha itu terakhir kali meraih kemenangan MotoGP pada periode 2022. 

Baca Juga: Fabio Quartararo Siapkan Kejutan di MotoGP Prancis, Ini Momen Perpisahan Emosional dengan Yamaha di Le Mans

Padahal, saat menjalani musim keduanya di MotoGP bersama Petronas Yamaha SRT, Quartararo hanya membutuhkan 19 balapan untuk meraih kemenangan perdana.

Karier Quartararo sempat meredup sebelum naik ke MotoGP. 

Ia mengaku mengalami masa-masa berat ketika masih tampil di Moto3 dan Moto2, termasuk harus berpindah-pindah tim dalam empat musim berbeda.

“Dari usia 15 sampai 18 tahun, saya seperti berada di neraka,” ujar Quartararo.

“Saat itu saya sudah dibandingkan dengan nama-nama besar, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Saya hidup jauh dari keluarga dan mengalami beberapa cedera buruk,” tambahnya.

Meski begitu, Quartararo perlahan bangkit hingga akhirnya meraih gelar juara dunia MotoGP 2021 bersama Yamaha. 

Sayangnya, performa pabrikan Jepang itu kemudian menurun ketika tim-tim Eropa mulai unggul dalam pengembangan teknologi aerodinamika dan perangkat ride-height.

Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Bahaya Tersembunyi di MotoGP Prancis, Sinyal Cuaca Buruk Bisa Hancurkan Ambisi Ducati Raih Podum

Musim lalu, Quartararo sebenarnya hampir mengakhiri paceklik kemenangan di Silverstone. 

Namun, masalah perangkat ride-height membuat peluang kemenangan sirna dan membuatnya menangis usai balapan.

Kini, Quartararo tetap mencoba menjaga motivasi sambil membantu pengembangan motor V4 terbaru Yamaha yang masih tertinggal dari para rival.

“Ketika Anda pernah merasakan kemenangan, Anda tidak ingin kehilangan perasaan itu,” ucap Quartararo.(*)

Editor : Budi Miank
#MotoGP 2026 #Le Mans #Yamaha #Fabio Quartararo