PONTIANAK POST - Pembalap tuan rumah Johann Zarco menyebut kondisi hujan di Sirkuit Le Mans bisa kembali membuka peluang untuk mengulang kemenangan tak terduga seperti yang ia raih pada musim sebelumnya di ajang MotoGP Prancis 2026.
Zarco mengingat kembali kemenangan bersejarahnya tahun lalu, ketika ia menjadi pembalap Prancis pertama yang menjuarai kelas premier di kandang sendiri sejak 1954.
Namun ia menegaskan tidak ingin terbebani status favorit meski cuaca kembali diprediksi basah.
“Kalau sesuatu terjadi lagi tahun ini, saya akan berusaha tetap fokus untuk memanfaatkannya,” ujar Zarco kepada media dikutip dari MotoGP News.
Prediksi cuaca yang menunjukkan kemungkinan hujan membuat para penggemar Prancis kembali berharap pada skenario dramatis di Le Mans.
Kondisi basah dinilai bisa menjadi faktor penentu yang mengubah peta persaingan.
Zarco sendiri mengakui bahwa kondisi tersebut bisa menguntungkannya, meski ia menegaskan tidak berharap hujan deras turun saat balapan.
Baca Juga: Marc Marquez Mulai Frustrasi di Ducati, Akui Mustahil Kejar Gelar MotoGP 2026 Saat Ini
“Saya tidak berharap hujan pada hari Minggu. Tapi jika itu terjadi, saya akan mencoba memanfaatkannya,” katanya.
Pembalap tim LCR Honda itu juga menilai dirinya lebih kompetitif di kondisi lintasan campuran atau hujan ringan dibandingkan pembalap lain.
Meski banyak yang mulai menjagokan dirinya karena faktor cuaca, Zarco menolak anggapan tersebut.
Ia menilai ekspektasi publik lebih didasari emosi dari kemenangan bersejarah tahun lalu.
“Saya tidak merasa dianggap sebagai favorit. Ini lebih karena orang-orang masih ingat momen luar biasa tahun lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Fabio Quartararo Ungkap Alasan Tetap Bertahan di MotoGP Meski Lama Tak Menang Balapan
Ia menambahkan bahwa peluang tetap terbuka, tetapi tidak cukup kuat untuk menyebut dirinya sebagai unggulan utama.
“Saya tidak datang sebagai favorit. Tapi kalau kesempatan itu datang lagi, itu akan luar biasa,” tambah Zarco.(*)
Editor : Budi Miank