PONTIANAK POST - Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, menjadi sorotan utama usai tampil sensasional pada Sprint Race MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.
Start dari posisi kedelapan, ia justru finis sebagai pemenang dengan selisih 1,107 detik dari pesaing terdekat.
Performa agresif Martin sejak lap awal membuat banyak rival tak mampu merespons.
Baca Juga: Marc Marquez Bikin Pengakuan Mengejutkan di MotoGP Prancis, Ducati Kini Jadi Sorotan Besar
Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, yang sempat kehilangan posisi terdepan, tak lagi mampu mengejar ritme balap rider asal Spanyol tersebut hingga garis finis.
Komentator MotoGP, Neil Hodgson, memuji ketajaman Martin dalam memaksimalkan start.
“Dia benar-benar inch perfect. Dia selalu punya kemampuan untuk langsung berada di batas sejak lap pembuka,” ujarnya dikutip dalam siaran TNT Sports 2.
Balapan Sprint di Le Mans menjadi salah satu penampilan paling agresif Martin musim ini.
Baca Juga: Marc Marquez Frustrasi di MotoGP Prancis, Akui Dirinya Lebih Lambat dari Rider Ducati Lain Musim Ini
Ia langsung merangsek dari barisan tengah, bahkan sempat naik ke posisi empat hanya dalam satu putaran awal.
Aksi menyalip cepat di tikungan 3 dan 4 menjadi titik balik balapan, membuat Martin mengambil alih momentum hingga akhirnya tidak terkejar.
Hodgson menyebut kemampuan tersebut bukan kebetulan.
“Dia memang punya keunggulan untuk langsung berada di limit. Itu alasan dia sering menang Sprint,” tambah Hodgson.
Performa Martin bersama Aprilia Racing musim ini juga menjadi perhatian analis.
Dari lima seri awal, ia sudah mengoleksi dua kemenangan Sprint Race, termasuk di Le Mans dan Circuit of the Americas.
Menurut mantan pebalap Michael Laverty, performa Martin saat ini justru membuatnya terlihat sangat nyaman dengan motor Aprilia, bahkan dibandingkan musim sebelumnya.
“Dia terlihat sangat kuat sekarang. Ini Jorge Martin versi terbaik sebelum cedera,” kata Laverty.
Di tengah performa meningkat tersebut, muncul pula spekulasi bahwa Martin telah menjalin kesepakatan untuk pindah ke Yamaha pada 2027.
Namun hingga kini, baik pihak Aprilia maupun Yamaha belum memberikan konfirmasi resmi.
Sementara itu, kemenangan di Le Mans semakin memperkuat posisi Martin dalam perebutan gelar musim ini, sekaligus membuat persaingan MotoGP 2026 semakin panas di papan atas klasemen.(*)
Editor : Budi Miank