PONTIANAK POST - Harapan publik tuan rumah untuk melihat aksi heroik Johann Zarco di MotoGP Prancis 2026 pupus.
Pebalap LCR Honda itu mengakui kecelakaan kecil di sesi latihan bebas kedua (FP2) menjadi titik balik yang merusak kepercayaan dirinya hingga akhirnya finis di posisi ke-11 di Sirkuit Le Mans.
Zarco, yang setahun sebelumnya tampil sensasional dengan kemenangan dramatis dalam kondisi hujan, kali ini gagal mengulang magisnya.
Meski sempat menjadi yang tercepat pada sesi latihan Jumat, performanya merosot setelah terjatuh pada Sabtu pagi.
“Itu akhir pekan yang sulit. Insiden kecil itu memengaruhi kepercayaan diri saya, dan ketika sedikit saja hilang, rasanya hilang di semua aspek,” ujar Johann Zarco dikutip dari Motorsport, Senin (12/5).
Pebalap tim LCR Honda tersebut mengaku tetap memiliki feeling bagus dengan motornya.
Namun dalam balapan kering, ia kesulitan tampil kompetitif.
“Saat balapan saya hanya mencoba bertahan di atas motor, tapi saya tidak cukup cepat dan kesulitan bersaing,” katanya.
Zarco menilai hilangnya rasa percaya diri berdampak langsung pada performa keseluruhan sepanjang akhir pekan.
Ia menegaskan bahwa ketika kondisi dan perasaan terhadap motor sinkron, potensi besar masih ada.
“Hal positifnya, ketika feeling itu ada, kita tahu motor ini bisa sangat kompetitif. Target kami mengulang performa kuat itu di Barcelona,” ujarnya.
Selain faktor teknis, pebalap berusia hampir 36 tahun itu juga menyinggung pentingnya pemulihan fisik.
Ia mengakui sempat mengabaikan sesi recovery aktif dan terapi fisik selama akhir pekan balapan.
“Dalam kondisi kering, energi terkuras lebih besar. Kita tak bisa lagi menunda menangani kekurangan fisik sejak awal,” ucapnya dikutip dari Canal+.
Secara keseluruhan, Honda tampil cukup solid di Le Mans.
Rekan sesama pabrikan, Joan Mir, sempat finis keenam di sprint race dan berpeluang mengulang hasil itu di balapan utama sebelum terjatuh. (*)
Editor : Budi Miank