PONTIANAK POST - Mantan pembalap MotoGP, Loris Baz, melontarkan kritik keras terhadap layout Sirkuit Catalunya di Montmelo setelah insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini pada MotoGP Catalunya 2026.
Baz menilai tikungan pertama sirkuit terlalu berbahaya dan terus memicu kecelakaan massal setiap musim.
Balapan di Catalan Grand Prix sempat dihentikan dua kali akibat red flag setelah kecelakaan horor yang menimpa Alex Marquez dan insiden lanjutan pada restart balapan.
Zarco bahkan harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalami cedera lutut akibat tabrakan di lap pertama restart kedua.
“Tikungan pertama di Barcelona... hampir selalu ada tabrakan besar setiap tahun! Saya tidak pernah mengerti kenapa grid start tidak dibuat lebih dekat ke tikungan pertama agar pembalap tidak masuk dengan kecepatan hampir 300 km/jam,” tulis Baz melalui akun X miliknya, dikutip dari laporan media internasional Crash.net.
Komentar Baz bukan tanpa dasar. Dalam beberapa musim terakhir, tikungan pertama Sirkuit Montmelo memang kerap menjadi lokasi kecelakaan besar.
Pada MotoGP Catalunya 2023, kecelakaan brutal juga terjadi saat start dan melibatkan Bagnaia yang sempat terlindas motornya sendiri hingga mengalami cedera serius pada kaki.
Baca Juga: Alex Marquez Operasi Darurat Usai Kecelakaan Horor MotoGP Catalunya, Gresini Buka Kondisi Terkini
Musim ini, situasi kembali memanas ketika restart kedua justru memicu tabrakan baru.
Banyak penggemar MotoGP mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan meski dua kecelakaan besar telah terjadi dalam waktu singkat.
Pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, yang akhirnya memenangkan balapan, justru tenggelam dari sorotan akibat kontroversi kecelakaan dan penalti tekanan ban yang dijatuhkan kepada sejumlah rider.
Tak hanya layout sirkuit, MotoGP juga menuai kritik akibat tayangan ulang kecelakaan yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sensitif terhadap kondisi pembalap.
Sejumlah penggemar di media sosial menyebut tayangan tersebut tidak pantas diputar berulang-ulang saat situasi masih mencekam.
Baca Juga: Johann Zarco Akui Lebih Syok daripada Cedera Setelah Insiden Mengerikan di MotoGP Catalunya
Selain itu, hukuman penalti 16 detik terhadap beberapa pembalap karena tekanan ban dinilai makin memperburuk citra balapan yang sudah kacau sejak awal.
Banyak pihak kini mendesak MotoGP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, aturan restart, hingga desain lintasan Catalunya.
MotoGP sendiri masih memiliki jeda dua pekan sebelum seri berikutnya digelar.
Masa tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan untuk menjawab berbagai kritik keras yang muncul pasca balapan penuh drama di Catalunya.(*)
Editor : Budi Miank