PONTIANAK POST – Pedro Acosta memang belum berhasil meraih kemenangan dalam balapan utama MotoGP sejak debut di kelas premier pada 2024.
Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk menyebut perjalanan pembalap Spanyol bersama KTM sebagai sebuah kegagalan.
Selama tiga tahun membela KTM di MotoGP, Acosta telah menjalani 54 akhir pekan balapan dan mengoleksi 14 podium.
Baca Juga: MotoGP 2027: Luca Marini Gabung KTM, Di Giannantonio Ungkap Kesamaan Karier Mereka
Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya berakhir dengan finis di posisi kedua, menunjukkan bahwa ia konsisten bersaing di barisan depan meski kemenangan perdana masih belum diraih.
Catatan tersebut sekaligus menempatkan Acosta dalam rekor yang kurang menyenangkan.
Ia tercatat sebagai pembalap dengan jumlah podium terbanyak di MotoGP tanpa pernah memenangi balapan utama, sebuah statistik yang menggambarkan betapa dekatnya Acosta dengan kemenangan selama kiprahnya di kelas premier.
Tekanan terhadap pembalap 22 tahun itu memang semakin besar, terutama setelah ia dipromosikan ke tim pabrikan KTM pada 2025.
Baca Juga: MotoGP Aragon 2026: Toprak Ungkap Masalah Yamaha dan Pilih Fokus ke Motor 850cc
Ekspektasi tinggi muncul karena Acosta sejak usia muda sudah digadang-gadang sebagai talenta generasi berikutnya dan bahkan kerap dibandingkan dengan Marc Marquez.
Namun, kondisi MotoGP saat ini tidak sesederhana itu. Dominasi Ducati dan Aprilia dalam beberapa musim terakhir membuat peluang pembalap dari pabrikan lain untuk merebut kemenangan menjadi sangat terbatas.
Sejak 2023, hanya Alex Rins bersama Honda pada 2024 dan Johann Zarco bersama Honda pada 2025 yang mampu memutus dominasi Ducati serta Aprilia dalam balapan MotoGP.
Bahkan jika balapan dengan kondisi basah dikesampingkan, kemenangan pembalap dari pabrikan lain sangat jarang terjadi.
Acosta sendiri sebenarnya sudah beberapa kali berada sangat dekat dengan kemenangan.
Salah satu contohnya terjadi di Catalunya tahun ini ketika masalah kelistrikan membuat motornya kehilangan tenaga di lintasan lurus panjang Barcelona.
Baca Juga: Pedro Acosta Tampil Impresif di MotoGP Aragon, Enea Bastianini Akui Hal Ini yang Sulit Ditandingi
Pada GP Aragon 2026, Acosta kembali menunjukkan kualitasnya. Ia finis kedua di belakang Marc Marquez setelah memberikan tekanan besar kepada pembalap Ducati tersebut. Hasil itu menjadi podium ke-14 Acosta di MotoGP.
Bahkan Pol Espargaro, test rider KTM yang tampil sebagai pengganti Maverick Vinales, memberikan pujian tinggi.
Menurutnya, Acosta mampu melakukan sesuatu yang bahkan melebihi kemampuan motor KTM RC16 yang dikendarainya.
Persoalan Acosta juga tidak hanya soal performa pembalap. Sepanjang musim ini, KTM menghadapi sejumlah masalah keandalan.
Mesin mereka bahkan harus diturunkan performanya karena persoalan tersebut. Situasi finansial KTM pada awal 2025 serta proses adaptasi Acosta di kelas premier juga ikut memengaruhi perjalanan mereka.
Dengan masih tersisanya sejumlah seri pada musim 2026, peluang Acosta untuk akhirnya meraih kemenangan perdana tetap terbuka. Apalagi ia sudah pernah merasakan kemenangan di sprint race Thailand.
Namun, jika pada akhirnya Acosta meninggalkan KTM tanpa satu pun kemenangan balapan utama, hal itu tetap tidak cukup untuk menghapus pencapaiannya.
Ia bahkan menjadi pembalap KTM dengan performa paling menonjol musim ini dan telah mengumpulkan poin lebih banyak dibanding Brad Binder, Enea Bastianini, dan Maverick Vinales jika digabungkan.
Yang justru menarik adalah masa depan Acosta. Ia akan bergabung dengan Ducati musim depan.(*)
Editor : Budi Miank