Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Angin Squalline Terjang Pontianak

Ari Aprianz • Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:47 WIB
ROBOH: Sebuah papan reklame (billboard) di pinggir Jalan Ahmad Yani Pontianak roboh akibat diterjang angin kencang, Jumat (21/2) sore.
ROBOH: Sebuah papan reklame (billboard) di pinggir Jalan Ahmad Yani Pontianak roboh akibat diterjang angin kencang, Jumat (21/2) sore.
Puluhan Pohon, Papan Reklame, dan Rumah Warga Jadi Korban

PONTIANAK - Cuaca buruk kembali meneror warga Kota Pontianak, Jumat (21/2) sore. Hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa kawasan. Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Timur terpantau terdampak cukup parah atas kejadian ini. Pohon-pohon dan papan reklame bertumbangan. Atap rumah warga pun beterbangan.

Di Pontianak Selatan, puluhan pohon yang roboh berada di sekitar Jalan Ahmad Yani, Jalan Media, Jalan Perdana, dan Jalan MT Haryono. Papan reklame yang tumbang terletak di pintu masuk Ayani Mega Mall. Reklame itu roboh menimpa area halaman kantor PT Taspen. Sementara di Pontianak Timur, beberapa pohon dan rumah warga juga menjadi korban terpaan angin kencang tersebut.

Banyaknya pohon yang bertumbangan membuat aktivitas lalulintas menjadi padat merayap. Kemacetan cukup parah terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jalan Perdana, dan Jalan Karya Baru. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turun langsung meninjau lokasi terdampak.

Ketika ditemui di lokasi, ia menyebutkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan turun dengan deras disertai angin kencang dan petir. Dia pun mengungkapkan adanya beberapa pohon dan billboard berukuran 5x10 meter yang tumbang.

“Tadi ada laporan bahwa ada beberapa sepeda motor milik warga yang tertimpa reruntuhan pohon yang tumbang. Sementara untuk korban jiwa kita belum ada info. Semoga saja tidak ada korban dari kejadian ini,” kata Edi.

Dinas terkait langsung dikerahkan untuk membersihkan batang, dahan dan ranting pohon-pohon yang roboh agar tidak mengganggu lalulintas. Sementara untuk billboard yang tumbang, sambung Edi, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pemkot bersama pihak advertising.

“Untuk billboard ini harusnya jadi tanggung jawab mereka (pemilik) mulai dari sisi kontruksi sampai perawatan terhadap billboard itu sendiri. Ini (tumbangnya billboard) akan jadi pelajaran berharga untuk dievaluasi agar hal serupa tak lagi terulang,” paparnya.

Edi juga menyebutkan, seharusnya hal seperti ini sudah dapat terdeteksi sejak awal. BMKG melalui prakiraan cuacanya dapat memberi informasi apabila akan terjadi hujan deras disertai angin kencang. Dia pun mengimbau seluruh masyarakat agar terus bersiaga mengantisipasi sewaktu-waktu peristiwa serupa kembali terjadi.

“Paling tidak selalu berhati-hati terutama saat berkendara agar tidak terjadi korban jiwa. Karena hal ini merupakan suatu peristiwa alam yang tak dapat diduga. Ini juga harus jadi bahan evaluasi, terutama untuk mengedepankan keselamatan bersama,” terangnya.

Terkait banyaknya pohon yang tumbang, sambung Edi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan. Dipastikan bahwa pohon yang tumbang rata-rata pohon yang baru dan tidak terlalu tua. Akibat angin kencang, pohon-pohon tersebut tercerabut sampai ke akar-akarnya.

“Sedangkan untuk pohon-pohon yang sudah berumur tua dan dianggap rawan, tetap akan jadi perhatian kita ke depan,” ujarnya. Adapun untuk rumah warga yang terdampak, sejauh ini masih dalam pendataan BPBD Pontianak, terutama di Pontianak Timur dan Pontianak Selatan.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Banjar Serasan, Pontianak Timur, Dwi Suryanti mengatakan sedikitnya ada sepuluh rumah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat kejadian ini. Rata-rata atapnya terbang diterpa angin.

“Ada sepuluh rumah yang terdampak. Sembilan ada penghuni, dan satu rumah dalam keadaan kosong belum ditempati,” katanya. Selain sepuluh unit rumah tersebut, ada dua kios (warung) ikut terdampak. “Ada juga beberapa rumah lain yang terdampak, tetapi tidak parah,” ungkapnya.

Menurut Dwi, beberapa rumah yang terdampak sudah didatangi dan didata oleh pihak terkait, seperti personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD Kota Pontianak, dan Dinas Perkim. “Insyaallah besok tim Tagana dan Dinas Sosial Kota Pontianak rencananya akan memberikan bantuan kepada pihak keluarga yang rumahnya rusak karena diterpa angin ini,” pungkasnya.

Selain Pontianak, hujan deras dan angin kencang juga mendera sebagian wilayah Kubu Raya. Dampaknya, beberapa pohon di pinggir jalan bertumbangan dan atap rumah warga melayang. Warga menyebutkan angin kencang tersebut adalah angin puting beliung. Namun, pihak BMKG belum dapat memastikan.
“Untuk angin puting beliung kami belum dapat info dari BPBD ataupun masyarakat. Untuk kecepatan angin, memang sepertinya sangat tinggi,” kata Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Jumat (21/2).
Kecepatan Angin 40 Knot
Sutikno juga menyebutkan, berdasarkan data pengamatan di beberapa UPT BMKG di Kalimantan Barat, Jumat (21/2), kecepatan angin maksimum mencapai 19 knot atau sekitar 34 km/jam. Sementara di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, kecepatan angin maksimum tercatat 13 knot atau sekitar 23 km/jam.
Akan tetapi pada pengamatan menggunakan Data Radar Cuaca pada produk PPI Radial Velocity Elevasi terendah, terdeteksi kecepatan angin maksimum di Kota Pontianak mencapai 40 knot.

Analisis menggunakan radar cuaca mengindikasikan fenomena angin kencang yang terjadi termasuk jenis squalline dan bukan angin puting beliung. Itu karena wilayah terdampak angin kencang sangat luas dan memang tak ditemukan bentuk hook echo pada radar cuaca sebagai tanda puting beliung.

Sutikno menambahkan bahwa hujan lebat disertai petir dan angin kencang mulai terjadi pada siang hari sekitar pukul 14.00 Wib di Kabupaten Kubu Raya (Kecamatan Sungai Ambawang, Rasau Jaya).

Selanjutnya pada pukul 15.00 Wib, hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga mendera di wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya (Kecamatan Kuala Mandor B, Sungai Raya, Kecamatan Kubu) dan sekitar.

Diprakirakan mulai kemarin sampai 26 Februari 2020, wilayah Kalbar masih berpotensi hujan sedang hingga lebat. Hujan sedang hingga lebat diprakirakan akan terjadi merata di sebagian besar wilayah Kalbar pada (25-26/2). “Perlu diwaspadai hujan sedang hingga lebat ini bisa disertai petir dan angin kencang terutama pada siang hingga sore hari,” katanya. (sig/den) Editor : Ari Aprianz
#Angin Squalline #pontianak #Hujan