Tidak Ada Korban Jiwa
MEMPAWAH – Banjir bandang menerjang pemukiman masyarakat Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (1/7) sore. Setelah berlangsung kurang lebih 2 jam, banjir yang sempat mencapai ketinggian paha orang dewasa itu berangsur surut pada malam harinya. Belum ada laporan terkait kerusakan bangunan dan fasilitas di masyarakat.
Banjir bandang yang menerjang Desa Pak Laheng tersebut disebabkan derasnya curah hujan di wilayah ini. Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam waktu kurang lebih 2 jam menyebabkan debit air naik hingga merendam pemukiman masyarakat.
Kepada wartawan, Camat Toho, Ferdinanda membenarkan informasi kejadian tersebut. Menurut dia, banjir bandang berlangsung kurang lebih satu jam.
“Memang benar telah terjadi banjir bandang di Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho. Banjir berdurasi kurang lebih satu jam, dan malam hari ini sudah mulai surut,” ungkap Ferdinanda.
Menurut Camat, ketinggian banjir tersebut bervariasi. Pada beberapa lingkungan, banjir, menurutnya, bisa mencapai paha orang dewasa.
“Di sekitaran Kantor Polisi (Polsek Toho) dan asrama serta beberapa rumah di sekitarnya, ketinggian banjir sepaha orang dewasa,” ujarnya.
Terkait kerusakan bangunan, Camat mengaku belum mendapatkan laporan. Dia berharap tidak ada kerusakan rumah akibat bencana alam tersebut.
“Sampai malam ini, belum ada laporan kerusakan bangunan. Kemungkinan hanya barang-barang perabot rumah tangga yang basah terendam banjir,” tuturnya.
Lebih jauh, Camat menyebut ada satu kepala keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi akibat banjir bandang tersebut. Keluarga bersangkutan pun, menurut dia, dipastikan menumpang tinggal di rumah keluarganya.
“Ada satu KK terdiri dari tiga jiwa yang terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Mereka sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga terdekat,” tutur dia.
Pihaknya pun telah melaporkan situasi banjir bandang tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah.
“Laporan via whatsapss sudah disampaikan kepada BPBD, kalau secara tertulis belum,” akunya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah, Purwadi mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan dan pendalaman informasi banjir di Kecamatan Toho.
“Karena informasi banjir ini baru kami terima malam hari ini (kemarin), maka kami langsung tindak lanjuti dengan pendataan dan pendalaman,” ujarnya.
Saat ini, BPBD Mempawah telah melakukan peninjauan dan pemantauan di lokasi banjir. Selanjutnya, mereka akan mengambil langkah strategis untuk penanggulangan banjir.
“Banjir sudah mulai surut dan curah hujan sudah reda. Untuk desa yang terdampak banjir masih dalam pendataan. Dan kami terus menunggu laporan dari desa dan kecamatan,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Toho Ipda Dian Kristianto mengatakan bahwa banjir bandang sempat menerjang lingkungan Mako dan Asrama Polsek Toho.
“Lokasi yang terdampak banjir bandang di antaranya Jalan Desa Pak Laheng menuju Desa Sepang, kurang lebih 500 meter, pemukiman warga, termasuk pula Mako Polsek Toho dan Asrama Polsek Toho,” katanya.
Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan rumah dalam musibah banjir bandang yang disebabkan tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kecamatan Toho itu.
“Sampai saat ini, kita belum menerima adanya laporan korban jiwa dalam musibah banjir bandang ini. Hanya bangunan dan barang-barang rumah tangga yang terendam banjir saja,” urainya. (wah) Editor : Misbahul Munir S