PONTIANAK - Beberapa politisi senior DPRD Kalbar yang masih aktif dipastikan bertarung memperebutkan kursi DPR RI, baik dari dapil Kalbar 1 atau Dapil Kalbar 2. Nama-nama mereka tercantum dalam Daftar Calon Sementara (DCS) release KPU RI belum lama ini.
Mereka memiliki peluang serupa untuk duduk di kursi panas DPR RI atau justru terjungkal ? selain dari takdir guratan tangan faktor lain juga menjadi penentu bagaimana mereka bisa menyeberang ke dari Kalbar ke Pusat Jakarta.
Ireng Maulana, pengamat Politik Kalbar lulusan ilmu politik IOWA Amerika Serikat menilai bahwa figur-figur legislator DPRD Kalbar aktif, sesungguhnya cukup kuat dan berpeluang serupa memperebutkan kursi panas DPR RI.
Hanya memang peluang masing-masing calon dari Dewan Kalbar aktif yang mencalonkan diri ikut tergantung juga pada sejumlah faktor. Misalnya soal pengalaman politik, dukungan basis pemilih, dan kemampuan meraih dukungan di luar daerah asal.
"Para kandidat tersebut memang memiliki peluang meraih sukses, tetapi juga dihadapkan pada persaingan ketat dari rekan partai maupun calon lainnya yang bertarung di dapil serupa. Hasilnya akan sangat ditentukan dinamika kampanye, pesan yang disampaikan, serta kemampuan untuk menghubungkan dengan pemilih," ucapnya.
Selain soal pengalaman politik, dukungan partai, popularitas di wilayah dapil, dan kemampuan berkampanye juga menjadi senjata yang tak boleh diabaikan.
Faktor-faktor inilah yang nantinya akan membuka pintu mereka untuk ke Senayan. Namun demikian, lanjut dia, pemilihan anggota DPR RI juga sangat kompetitif di Kalbar. Ada ratusan peserta baik petahana atau penantang dari belasan partai politik. Cukup sulit memprediksi dengan pasti siapa yang berpeluang menang.
"Hasil akhir akan ditentukan bagaimana panggung mereka di lapangan ke masyarakat, tempat para calon anggota DPR RI berkompetisi dalam meraih suara sebanyak-banyaknya," pungkas dia.
Lalu siapa saja, anggota DPRD Kalbar aktif yang mencoba peruntungan ke Senayan ini. Nama pertama ada Miftah yang didorong PPP menjadi caleg DPR RI dengan nomor urut 1 dari dapil Kalbar 1. Sekretaris DPW PPP ini sesungguhnya bukan orang baru dalam panggung politik Kalbar.
Selain dikenal sebagai pendakwah, sudah 3 periode dijalani sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar. Miftah sendiri berasal dari dapil Ketapang-Kayong Utara.
Untuk memasarkan dirinya, Miftah tidak sedikit menebarkan senyum lewat gambar khasnya lewat balutan baju PPP dari berbagai sudut daerah mulai Kota Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara sampai ke Sambas.
Miftah sendiri sangat bersyukur diamanahkan DPP PPP menjadi caleg DPR RI nomor urut 1 dari dapil Kalbar 1. Dirinya siap bertarung dengan calon-calon lain yang juga memiliki kesempatan sama untuk menang. "Jika terpilih, konsen saya hanya bangun Kalbar," ucap dia belum lama ini kepada Pontianak Post ketika akan bertolak ke DPP.
Menurutnya membangun dan mewujudkan Kalbar lebih maju, tidak ada alasan selain hubungan erat antara Pemerintah Provinsi-DPR RI, terus dibangun. Jika dipercaya masyarakat Kalbar, setiap daerah alias kabupaten/kota di Kalbar harus merata menerima kue pembangunan dari pusat. "Itu misi saja hingga berani mencalonkan diri ke DPR RI. Setiap daerah tak boleh ada yang dianaktirikan. Semuanya harus merata dalam soal pembangunan," ucapnya.
Nama calon anggota DPR RI lainnya yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kalimantan Barat adalah Irsan. Politisi PKB ini terdaftar di DCS sebagai caleg DPR RI dari PKB dapil Kalbar I. Politisi petarung ini selain ketokohannya tidak diragukan, basis masanya juga cukup banyak. Maju sebagai calon legislatif periode 2019 silam dari dapil Kubu Raya-Mempawah, suara pribadinya sangat signifikan mencapai belasan ribu. Apalagi dapil Kalbar 1 memiliki banyak sebaran kabupaten/kota. "Insha allah, saya akan bertarung habis-habis di DPR RI," kata dia beberapa waktu lalu.
Prestasi politik Irsan sendiri cukup mentereng. Pada pileg 2019 silam, karena ketokohan dan perjuangan tak kenal lelah, teman sejawat politiknya yakni Ketua PKB Kalbar Mulyadi Tawik harus dipaksa mengalah. Nah pada pileg DPR RI 2024 mendatang, lawan beratnya juga adalah rekan satu partai politiknya yakni Daniel Johan yang sudah jadi petahana selama dua periode. "Apapun resiko dan beratnya perjuangan saya akan bertarung. Tujuan saya juga untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalbar lebih luas lagi. Itu cita-cita saya," ujar dia beberapa waktu lalu.
Nama lainnya yakni, Affandie politisi Partai Demokrat Kalbar yang juga maju ke DPR RI. Dia maju karena berkeinginan kuat merepresentasikan kursi Demokrat Kalbar untuk DPR RI, yang hilang karena mantan Ketua DPD Demokrat, Erma Ranik tak terpilih dan pensiun sementara berpolitik.
Nama Affandie, memang terus didorong DPP Demokrat untuk dapat merebut satu kursi di DPR RI. Terlebih setidaknya sudah tiga periode, Ketua Komisi II DPRD Kalbar ini menjalaninya sebagai wakil rakyat dari DPRD Kubu Raya-Mempawah.
"Saya maju, selain untuk mengembalikan kejayaan kursi Demokrat Kalbar yang kosong periode 2019-2024 lalu, juga ingin meluaskan aspirasi masyarakat yang terus masuk kepada saya. Jika memang, tidak boleh ada kabupaten/kota dari dapil saya tidak masuk kue pembangunan dari APBN nantinya," janjinya.
Ketokohan Affandie memang tak perlu diragukan lagi. Pileg 2019 silam, dia sukses mempertahankan kursi DPRD Kalbar dapil Kalbar II (Kubu Raya-Mempawah) dengan perolehan suara suara terbanyak kedua setelah Ermin Elviani. Suara pribadinya hampir mencapai 15 ribu.
Nah, nama terakhir adalah Simon Petrus yang juga sesama koleganya di Partai Demokrat Kalbar. DPP Demokrat memasang nama Simon Petrus sebagai satu caleg DPR RI dari dapil Kalbar II. Simon sendiri memang tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar aktif dari dapil Kalbar 7 (Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu). Dari DCS release KPU RI, Simon maju dengan nomor urut empat.
Hanya dengan 4 kursi DPR RI, Perjuangan Simon Petrus menuju Parlemen RI tak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, selain nama empat petahana yang maju kembali ada juga penantang-penantang baru dari berbagai partai politik.
Misalnya Bupati Sanggau, Paolus Hadi maju dari PDI Perjuangan, Mantan Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir maju dari PPP, Mantan Bupati Sanggau Yansen maju dari PKB termasuk nama mantan Wakil Bupati Sintang, Askiman.(den)
Editor : A'an