PONTIANAK - Target menang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 menjadi harga mati bagi Partai NasDem Kalimantan Barat.
Selain itu mengkoordinasikan searah pertarungan antara Pemilihan Bupati/Wakil Bupati, Pemilihan Walikota/Wakil Walikota dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 27 November 2024 mendatang, sedang dirumuskan.
Hal tersebut dibeberkan Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) NasDem Kalbar, Jumat(6/9) di Hotel Mercure Pontianak.
Acara tersebut selain dihadiri pengurus DPD NasDem Kabupaten dan Kota juga pengurus DPW Kalimantan Barat bersama organisasi sayap di Kalbar. Hadir juga Sekretaris Jenderal DPP NasDem RI, Hermawi Taslim di Pontianak.
Calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Kalbar, Sutarmidji-Didi Hariono juga ikut datang. Sebagaimana diketahui NasDem sendiri bersama partai koalisi lainnya menjadi pengusung pasangan Didi-Midji di Pilgub Kalbar 2024.
Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie kepada wartawan mengatakan bahwa Rakerwil NasDem Kalbar sendiri dalam rangka persiapan menghadapi perhelatan pilkada serentak di 14 daerah dan satunya Pilgub Kalbar.
"Kita matangkan dan mantapkan persiapan memenangkan pilkada serentak 2024 ini," ucapnya.
Langkah pemantapan tersebut diantaranya adalah melakukan pemantapan atau melinierkan antara dukungan di Pilgub, Pilbup, dan Pilwako secara bersama-sama. Sehingga pertarungan kepala daerah tingkat kabupaten dan kota dapat searah dengan Pilgub di Kalbar. Sebagaimana diketahui NasDem punya kekuatan pada 14 Kabupaten dan Kota di Kalbar.
NasDem juga banyak mendukung para calon kepala daerah yang memiliki peluang besar untuk menang. Sebagian besar pasangan calon kepala daerah, juga diusung banyak partai.
NasDem Kalbar sendiri di Pilgub Kalbar sudah jauh-jauh hari mengusung Midji-Didi. Bersama partai koalisi lainnya seperti Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PKS, Perindo, dan PSI. Semuanya harus dilinearkan. Sehingga calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kalbar dapat bersinergis dengan pasangan kepala daerah di daerah.
Ditanya mengenai tidak seragamnyapartai mengusung calon kepala daerah, Anggota Komisi V DPR RI ini menyebutkan dalam Rakerwil NasDem Kalbar ini, pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin menglinierkan pergerakan, terutama calon kepala daerah diusung partai NasDem.
Baca Juga: Kenali Tanda dan Penyebab Gangguan Mental yang Sering Tak Disadari: Apakah Anda Mengalaminya?
Mungkin, kata dia, ada partai tak mendukung di provinsi tetapi mendukung di daerah. Kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur, pastinya akan dibisikkan.
"Yang diusung NasDem di Kabupaten dan Kota harus mendukung Calon pasangan kepala daerah di provinsi," ucapnya.
Lanjut Syarif, seandainya ada kader-kader NasDem tidak mendukung pastinya bakalan ada sanksi tegas dan keras menunggu. "Sanksinya bisa bermacam-macam, termasuk kepada calon anggota DPRD DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Bisa saja kita PAW, atau tidak kita usulkan untuk tidak dilantik sebagai anggota parlemen terpilih," kata Syarif.
Lebih lanjut dikatakannya kepada ketua DPD-DPD NasDem tingkat Kabupaten dan Kota juga memiliki tanggung jawab lebih besar, jika calon diusung tak maksimal dalam perolehan suaranya. "Kami bisa panggil. Sebab, itu sudah menjadi tanggungjawab ketua DPD-DPD di Kalbar," ucapnya
Cawagub Jakius Sinyor Sudah Mundur dari NasDem
Syarif Abdullah juga ingin menegaskan terkait apakah Jakius Sinyor, yang maju sebagai calon Wakil Gubernur Kalbar masih di NasDem Kalbar. "Beliau (Jakius) sudah mengundurkan diri lama," tegasnya.
Mundurnya Jakius berbarengan dengan awal-awal NasDem Kalbar memantapkan Langkah mengusung Sutarmidji (Midji) di Pilgub Kalbar. Waktu itu, beliau berencana maju di Landak. Namun di DPP NasDem selalu berpatokan pada proses dan beberapa indikator mulai dari proses survei pasangan calon kepala daerah, elektabilitas, kepopuleran, dan lain-lain.
"Karena hal tersebut, mungkin ada ketidakcocokan dengan NasDem sehingga memutuskan mundur. Di Landak juga NasDem sudah memutuskan siapa pasangan calon kepala daerah yang didikung," ujarnya.
Kebetulan juga surat pengunduran diri yang bersangkutan sudah diterima DPD NasDem Kalbar sejak lama. Walaupun sekarang mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Kalbar 2024, itu berarti pertarungan demokrasi harus berjalan.(den)
Editor : Miftahul Khair