KUCHING- Malaysia akan segera berkoordinasi untuk mempercepat akses transportasi umum untuk mendukung lalu lintas orang di Perbatasan Malaysia - Indonesia. Hal ini dikatakan Menteri Pariwisata Malaysia, Nancy Shukri dalam wawancara eksklusif dengan Pontianak Post di Kuching, Malaysia.
Masalah sulitnya transportasi umum di perbatasan Entikong - Tebedu banyak dikeluhkan para pelintas batas. Pasalnya, menjelang tiga bulan dibukanya pintu perbatasan tersebut, transportasi umum belum beroperasi kembali seperti saat sebelum pandemi.
Puluhan bus yang beroperasi setiap hari, kini sudah tak ada lagi. Penerbangan yang dulu rutin beberapa kali setiap harinya, kini belum kembali terbang sejak ditutup karena pandemi. Hal ini sangat menyulitkan bagi para wisatawan maupun pasien dari Indonesia yang akan berobat ke Kuching.
Untuk saat ini, para wisatawan maupun pasien berobat, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk dapat pergi ke Kuching. Misalnya saat sebelum pandemi, ongkos bis untuk perjalanan pulang pergi berkisar antara 350-450 ribu rupiah/orang. Namun kini, satu orang membutuhkan ongkos satu juta rupiah perorang, itu pun dengan kondisi menggunakan beberapa moda transportasi yang merepotkan.
Dalam kesempatan ini, Pontianak Post mengungkapkan kondisi di perbatasan kepada Menteri Pariwisata Malaysia, Nancy Shukri. Dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Sarawak.
"Saya akan segera berkoordinasi dengan Premier of Sarawak untuk segera mencari jalan keluar untuk permasalahan ini. Karena banyak orang dari Indonesia yang butuh pelayanan perobatan di Sarawak," kata Nancy.
Selain itu, Nancy mengakui, warga kedua negara yang berbatasan darat ini sudah rindu untuk saling mengunjungi satu sama lain.
"Sudah tentu orang Pontianak rindu untuk datang ke Kuching, begitu juga sebaliknya, orang Kuching sudah rindu untuk datang ke Pontianak," tutur perempuan cantik asal Sarawak ini.
Di dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Sarawak, Abdul Karim Rahman Hamzah, turut menguatkan pernyataan Nancy untuk segera melakukan koordinasi kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah transportasi umum di perbatasan.
"Tentu banyak masyarakat Kalimantan Barat yang memerlukan pelayanan kesehatan dan perobatan di Kuching, untuk itu kami akan segera berkoordinasi dengan Kementrian Transportasi untuk menyelesaikan masalah ini," kata Karim saat dijumpai di Sarawak Culture Village. (azk)
Editor : Shando Safela